![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Ayana menutup mulutnya dengan kedua tangan nya,dia begitu terkejut mendengar cerita yang baru saja bima selesaikan
ayana tidak menyangka kalau pria sepintar bima dapat dikelabuhi oleh seorang wanita hanya karena cinta
ayana mengusap bahu bima yang masih bergetar karena menahan agar isak tangisnya tidak terdengar sampai keluar rumah yang mungkin akan membuat orang yang mendengar nya salah paham
"ma_maafkan aku yan,sungguh aku tidak bermaksud menyakitimu dengan percaya pada alena waktu itu namun aku begitu kecewa saat mendengar kalau kamu memanfaatkan mamah dan papah untuk bisa bersama denganku"ucap bima disela isak tangis nya
"sudahlah mas itu sudah berlalu lagi pula aku sudah memaafkan mas,ya walaupun pada awalnya aku juga kecewa pada kamu yang percaya begitu saja tapi kita juga akan berdosa kalau terlalu lama menyimpan rasa marah apalagi benci"jawab ayana yang masih setia mengusap bahu dan sesekali turun kepunggung bima untuk memberi ketenangan pada pria yang sudah setengah tahun lebih menjadi suami nya
bima menegakan tubuh nya lalu kembali memeluk tubuh ayana yang kini sedikit berisi,bima berkali kali mengecup pucuk kepala ayana yang mengeluarkan aroma lavender mungkin dari shampo yang ayana gunakan sehingga rambutnya begitu wangi
dan itu membuat bima merasa cukup nyaman berada didekat istri muda nya dan mungkin sebentar lagi akan menjadi istri satu satunya untuk bima
apalagi kini ayana tengah mengandung darah daging nya hasil buah percintaan yang mereka lakukan saat masih belum ada cinta dihati bima namun karena ulah sang mamah akhirnya ayana pun kini dinyatakan hamil.
bima merenggangkan pelukan nya,matanya kini manatap intens pada wajah ayana yang agak membulat
tatapan nya kini beralih ke bibir ranum ayana yang berwarna merah jambu cukup menggoda syahwat nya yang sudah satu bulan lebih tidak tersalurkan
__ADS_1
bima memajukan wajahnya agar lebih dekat dengan ayana hingga mereka bisa merasakan nafas masing masing yang menerpa wajah mereka saat menghembuskan nafas mereka
bima memiringkan kepala nya setelah tinggal beberapa senti lagi bibirnya akan menyentuh bibir ranum ayana namun saat akan mendaratkan bensa kenyal itu di atas benda kenyal ayana tiba tiba
tok tok tok....
sebuah ketukan pintu menghentikan bima yang akan mencium bibir ayana
kadua nya menjauhkan diri dengan memberi jarak pasa tempat duduk mereka masing masing bima memalingkan wajah merah nya ke sembarang arah
sedangkan ayana sendiri menunduk untuk menetralka perasaan nya lalu bergegas turun dari ranjang dan membukakan pintu kamarnya yang tadi diketuk seseorang.
"kata ibu makan malam nya sudah siap,ayo kak kita makan malam dulu"jawab aina
"iya sebentar kakak panggil mas bima dulu ya,nanti kakak nyusul na"
"iyq baik kak,jangan lama ya kasihan kak rendi sudah kelaparan kangen kangenan nya dilanjut nanti aja ya"ucap aina menggoda sang kakak sebelum pergi meninggalkan kamar kakak perempuan nya itu
ayana sendiri hanya bisa tersenyum malu karena ulah sang adik yang menggodanya
__ADS_1
tak menunggu lama ayana pun masuk kembali dan mengajak bima keluar kamar untuk makan malam bersama.
*
Ayana dan bima berjalan beriringan menuju keruang makan untuk makan bersama keluarga ayana
perdana untuk bima makan bersama dengan keluarga istrinya dengan formasi yang utuh dan lengkap hanya tidak ada sang mertua laki laki karena jauh sebelum bima dan ayana menikah sang mertua telah berpulang ke rahmatullah.
bima merasa lega karena keluarga ayana begitu menyambut nya penuh dengan kehangatan,awalnya bimq sempat ragu untuk datang karena takut ditolek oleh keluarga ayana
namun kekhawatiran nya ternyata hanya pemikiran nya saja buktinya semua orang yang ada dirumah ini menyambut kedatangan nya dengan sangat baik.
bima duduk tepat disamping ayana sedangkan ibu menempati kursinya yang memang khusus untuk orang tua dan untuk aina dan rendi duduk bersebrangan dengan ayana dan bima.
dengan telaten ayana menyiapkan makanan dipiring bima dan tak lupa dengan satu gelas air putih untuk melengkapi menu makan malam hari ini
suasana hangat dan penuh dengan rasa kekeluargaan menyelimuti ruang makan yang tidak terlalu besar itu senyum bahagia terpancar dari wajah bima saat akhirnya bisa kembali berkumpul dengan sang istri.
*
__ADS_1
*****