Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 101


__ADS_3

Pagi ini, di rumah mewah berlantai dua suasana keluarga itu begitu hangat. Seorang gadis yang berajak dewasa itu tersenyum bahagia mendapati sang ayah telah duduk di ruang tengah bersama sang adik. Keduanya sedang asik berbincang.


"Pagi Pa, pagi Dek!" sapa Qila.


"Pagi!" jawab keduannyakeduannya hampir bersamaan.


"Pa, Qila mau ke rumah sakit, mau jenguk mama Hanna," pamit Aqila.


"Sama siapa, Nak!"


"Sendiri, Pa. Ini mau pesan taksi online." Aqila sambil mengotak atik benda pipih di tangannya.


"Papa antar saja, ya."


"Sekalian Hafidz ikut, Kak," sahut Hafidz.


"Ya sudah, kita berangkat sama-sama."


Ketiganya berangkat bersama menuju rumah sakit di mana Hanna dirawat. Tiga puluh menit sudah mereka menyusuri jalanan ibukota hingga akhirnya sampai di tempat tujuan. Setelah memarkir kendaraan, mereka berjalan menyusuri lorong sepanjang rumah sakit. Tidak sengaja mereka berpapasan dengan orang yang selama ini membantu Alvin melakukan tindakan kejahatan.


"Vin,lagi apa loe di sini? dapat mangsa baru?" tanya Rega. Kakak kandung Riska perempuan yang sempat menjalin hubungan dengan Alvin beberapa waktu yang lalu.


"Jaga mulut loe, kalau ngomong."


Sementara Aqila dan Hafidz hanya mengamati perbincangan kedua orang pria dewasa itu. Dalam hati Aqila bertanya-tanya siapa laki-laki yang papanya sapa itu?


"Pa, kita duluan saja, Papa selesaikan saja permasalahan dengan laki-laki itu," ujar Aqila.


"Oh, jadi mereka anak haram loe dari wanita murahan itu," ucap Rega.


Langkah Aqila dan Hafidz terhenti ketika mendengar ucapan Rega. Namun, tidak dengan Alvin dia langsung meninju muka Rega tanpa ampun.


"Pa, sudah!" lerai Aqila. Ini rumah sakit, Pa! jangan bikin keributan." Aqila menarik lengan sang Papa.

__ADS_1


"Papa harus habisi dia karena sudah menghina kalian." Alvin dengan memegang erat kerah baju Rega.


"Sudah, Pa! hentikan! atau Qila nggak akan pernah anggap Papa lagi." Qila bertolak meninggalkan kedua lelaki yang sedang bertikai itu.


"Kalau bukan karena permintaan Qila. Habis kau!" Alvin melepas kasar cengkeraman itu, gegas pergi meninggalkan Rega.


"Huft." Rega membuang napas kasar." Tunggu pembalasan ku, brengsek!" Rega mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Sementara Alvin berlari mencari Aqila dan Hafidz. Setelah melihat keberadaan ke dua anaknya itu buru-buru Alvin memanggilnya.


"Qila, Hafidz, tunggu Papa!" Seru Alvin sembari berlari mengejar keduanya. Namun, kedua anaknya terus saja berjalan. Kini keduanya telah sampai di depan ruangan di mana sang mama dirawat.


"Qila, Hafidz. Maafkan Papa," ucap Alvin dengan napas memburu akibat berlari mengejar anaknya. Qila mengangguk sembari menarik ujung bibirnya yang berwarna merah muda itu.


"Sudah, Pa! jangan di bahasa lagi," ucap Hafidz tanpa ekspresi.


Alvin hanya diam mengikuti Aqila dan Hafidz yang berjalan di depannya. Sementara di dalam ruangan itu Hanna hanya ditemani sang mama. Reyhan pergi ke kantornya beberapa saat yang lalu karena ada sesuatu yang harus segera diselesaikan.


"Mama!" Aqila berlari menghampiri sang mama.


"Apa kabar, Tante." Alvin mengulurkan tangan.


"Alhamdulillah, kamu apa kabar?" tanya Rita.


"Baik, Tan," jawab Alvin.


Rita mengajak Alvin untuk duduk di sofa yang berada agak jauh dari brankar Hanna. Alvin pun mengikuti Rita duduk di sofa.


"Biarkan mereka melepas rindu dengan mamanya. Kasihan mereka," ujar wanita paruh baya itu.


"Iya, Tan. Maafkan Alvin." Alvin menundukkan pandangan.


"Maaf untuk apa?" tanya Rita.

__ADS_1


"Untuk semua yang telah Alvin lakukan, karena telah membuat mereka menderita. Alvin sekarang sadar. Hidup tanpa orang tua sangatlah berat," ucap Alvin sendu.


"Itulah kehidupan, harta, tahta bukanlah sebuah jaminan untuk kita terus bahagia. Ada kalanya mereka sebagai ujian buat kita. Kehidupan itu bagai roda. Saat ini kita sedang di atas, belum tahu nasib kita besok berada di tengah atau justru terperosok ke bagian yang paling bawah. Kita harus bisa menyikapi dari semua yang sudah Tuhan takdirkan kepada kita. Tapi, Tuhan memberikan kehidupan yang luar bisa kepada mereka." Rita sembari mengusap hidungnya yang mulai berair.


"Iya, Tan," jawab Alvin lirih. "Alvin janji akan menjadi ayah yang baik buat mereka. Alvin mau menebus semua dosa dan kesalahan Alvin kepada mereka. Alvin berdosa telah menelantarkan mereka. Alvin berdosa, Tan!" Alvin berurai air mata.


"Sudah, semua memang tidak bisa kembali seperti dulu. Tapi, setidaknya kamu masih bisa bersama dengan mereka saat ini. Masih bisa memberikan kasih sayang kepada mereka." Rita mengelus bahu kekar Alvin.


"Terima kasih, Tan. Ntah bagaimana aku bisa membalas semua kebaikan kalian, aku malu kepada kalian semua." Alvin menundukkan pandangannya.


"Kamu jangan pernah berpikiran seperti itu, Vin. Kami memang pernah kecewa kepadamu. Namun, kami tidak pernah menaruh dendam kepada mu. Sekarang kami malah bersyukur, kamu sudah menjadi orang yang lebih baik, lebih bertanggung jawab," tutur Rita.


"Terima kasih, Tan." Lagi-lagi Alvin berucap sembari menundukkan pandangan.


Sementara ke tiga orang yang sejak tadi saling bercengkerama itu, tiba-tiba saja menghentikan aktifitasnya secara bersamaan karena mendengar suara tangisan Alvin. Ketiganya menatap ke arah Alvin. Mereka berkecamuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Kenapa papa menangis?" tanya Hafidz.


Aqila dan Hanna hanya menjawab pertanyaan Hafidz dengan menggedikkan ke dua bahu. Sembari terus menatap ke arah Alvin dan Rita. Aqila hendak melangkah. Namun, dicegah oleh Hanna.


"Jangan! biarkan papa mengungkapkan semua kepada oma," pinta Hanna.


"Baik, Ma," jawab Aqila.


Setelah bercengkerama selama beberapa waktu, akhirnya Aqila meloloskan pertanyaan yang membuat Hanna kembali murung.


"Ma, bagaimana kabar dedeknya Qila, dia sehat, 'kan?" tanya Aqila.


Deg!


Hanna tidak menjawab. Namun, gemuruh di dalam hatinya kembali menyeruak. Berusaha susah payah dia melupakan kejadian beberapa jam lalu. Namun, kini Aqila mengingatkannya kembali.


🍂

__ADS_1


Terima kasih, masih setia sama Hanna dan Aqila. Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Di tunggu like komen gift rate juga vote nya. Jaga kesehatan jangan lupa bahagia 😘


__ADS_2