Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 62


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Dicky dan Aisyah pun telah usai di gelar. Para tamu undangan juga tidak ada lagi yang datang. Reyhan berpamitan kepada orang tua dan sepasang pengantin baru itu, sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkan kediaman orang tuanya.


"Ma, Reyhan pulang dulu ya, uda malam juga kasihan anak-anak, pasti mereka sudah ngantuk. " pamitnya pada Rita.


"Kenapa tidak bermalam saja sih, Rey. Besok pagi-pagi saja pulangnya," tawar Rita.


"Nggak enak sama pengantin baru, Ma. Yang ada Dicky nggak akan tidur kalau ada Rey. Pasti ngobrol sampai pagi. Kasihan Aisyah nya, Ma." Reyhan mencari alasan.


"Ya uda ga papa. Hati-hati di jalan," Rita memberi izin.


Reyhan beserta keluarganya pun akhirnya pergi meninggalkan rumah sangat mama. Setengah jam sudah waktu yang ditempuh untuk sampai dirumahnya. Reyhan melihat ada sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahnya. Sontak Ria yang melihat mobil itu langsung histeris.


"Stop!" Aku nggak mau pulang." Ria dengan tubuh bergetar.


"Ada apa, Ria?" Tanya Reyhan.


"Itu mobil Alvin, aku nggak mau ketemu sama dia." Ria menunjuk mobil Alvin.


"Sudah, Mbak. Ada kita, dia tidak akan menyakitimu." Hanna sembari menoleh ke arah Ria. Hanna duduk di sebelah Reyhan, sementara Ria dan anak-anak duduk di jok belakangnya.


Ria terdiam, saat Reyhan melajukan mobilnya pelan menuju garasi rumahnya. Sementara satpam yang bertugas menjelaskan tentang Alvin yang datang ke rumah itu.


"Sudah, Pak! Tidak papa, bukan salah bapak dia masuk, sudah lama di dalam? Tanya Reyhan.


" Lima belas menit yang lalu," jawab pak satpam.


Reyhan, Ria dan Hanna turun dari mobil, sementara anak-anak tertidur dan di biarkan di mobil, sebelum Alvin pergi mereka akan tetap di dalam mobil itu.


Saat mereka masuk, rumah dalam keadaan sepi, namun, saat Reyhan menuju kamar yang dulu ditempat Ria, dia melihat ada orang di dalam sana. Di bukanya secara perlahan pintu yang sedikit terbuka itu, barang-barang serta beberapa dokumen jatuh berserakan, sehingga membuat Reyhan memutuskan untuk membuka pintu itu dan ingin memastikan tidak ada yang hilang di dalam sana. Namun apa yang dilihat Reyhan.


Alvin yang tanpa busana berada diatas tubuh Riska, keduanya asih dengan kegiatan mesum itu. Sebelum Reyhan menutup pintu itu lagi ternyata Hanna juga melihat kejadian itu, dengan mulut sedikit terbuka dan mata yang melebar di segera pergi dari depan pintu itu.


Sementara Alvin tidak mengetahui kedatangan Keluarga itu, dia asik saja menggenjot kekasihnya. Dengan sedikit de*sah*an dari Riska Alvin semakin mempercepat genjotannya, keduanya sama-sama menikmati kemes*uman itu. Hingga akhirnya Alvin mengerang karena telah mencapai kenikmatan. Sementara Riska yang di bawah pun tidak mau kalah, dia pun sama-sama menikmati puncak kenikmatan itu.


Karena keasikan dan terlalu lelah, keduanya sampai melupakan tujuannya datang ke kamar Ria. Beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Kita harus segera menemukan akta kelahiran Aqila da Hafidz. Mungkin hanya itu saja peluang yang bisa gunakan untuk mengambil harta warisan mereka," ucap Riska.


Alvin tidak menjawab dia hanya fokus mencari dokumen itu, di laci, lemari bahkan kolong tempat tidur dia mencarinya, namun tidak ditemukan apapun disana. Hingga dia melihat Riska sedang merebahkan tubuhnya dengan telentang di atas ranjang yang dulu sering dia gunakan untuk tidur dengan Ria.


Bagaimana laki-laki normal tidak tertarik melihat Riska dengan menggunakan dress panjang di atas lutut, memperlihatkan kaki jenjangnya yang mulus, sementara bagian atas yang sedikit menyembul karena ukuran buah dada yang lumayan besar. Membuat Alvin menghentikan kegiatannya mencari dokumen.


Dia mendekati Riska, ikut merebahkan tubuhnya di samping Riska, tanpa berpikir panjang dia langsung mendekatkan tubuhnya ke arah Riska. Riska dengan segera merespon tindakan Alvin. Menghadapkan tubuhnya kearah Alvin, sehingga membuat seonggok daging itu semakin menyembul di buatnya. Sementara anaconda Alvin pun sudah menegang di bawah sana.


Keduanya malah asik dengan kegiatan itu, di hisap, dilumat hingga beberapa kali di gigit membuat Riska semakin keenakan dan terus saja Mend* sah. Mereka bukan hanya sekali ini melakukannya, namun sudah berulang-ulang kali. Hampir setiap kali Alvin mengunjungi kontrak Riska dia selalu melakukannya.


Alvin sudah tidak tahan lagi, hampir satu bulan di tinggal Riska untuk misi mereka. Hingga akhirnya dia nekat mendatangi rumah itu, ketika Riska mengatakan bahwa semua orang sedang pergi.


Tubuh Riska semakin menempel kearah Alvin, namun masih dibatasi oleh pakaian mereka. Sementara anaconda di bawah sana sudah meronta-ronta ingin keluar dan segera mencari sarangnya. Keduanya melucuti apapun yang menempel di tubuhnya. Hingga tidak ada sehelai benang pun disana.


Awalnya Alvin melakukan dengan perlahan, karena dia ingin menikmati itu dengan santai, hingga akhirnya dia menggenjot dengan sangat kuatnya karena permintaan Riska. Dia tidak akan puas jika Alvin hanya melakukan dengan pelan.


Dan ... (Syfa skip deh lanjutkan sendiri trepelingnya, 🙈)


*


"Sayang," Panggil Reyhan.


"Hemm," jawab Hanna tanpa menoleh.


"Sayang ...," panggil Reyhan lagi.


"Iya, Be. Ada apa sih!" Hanna melihat kearah Reyhan. Sementara Reyhan mendekati Hanna dengan sangat aneh.


"Yuk, kita lakukan sekarang," ajak Reyhan.


"Apa sih, Be. Yang benar ngomongnya," Hanna mulai meninggikan ucapan nya.


"Kita lakukan seperti mereka tadi," Reyhan berucap di samping telinga Hanna dengan sedikit berbisik. Hanna melebarkan mata mendengar ucapan Reyhan.


"Ngeri, Be." Hanna sembari berdiri.

__ADS_1


"Ha, ngeri!" Reyhan tidak kalah kagetnya mendengar ucapan Hanna.


"Iya, suara de*sa*an sampai terdengar dari luar," nggak malu apa, mana pintu nggak ditutup lagi. Hi ...," Hanna begidik ngeri.


"Makanya kita coba gaya seperti mereka, siapa tau kamu des*aha*nnya lebih wauu lagi. Dan nggak akan ada yang dengar, karena kamar ini sudah ada peredam suaranya. Jadi kamu teriak pun masih aman, ga bakal ada yang dengar." Reyhan tertawa genit, sementara Hanna berdiri menuju kamar mandi.


💃


Gimana, kalian suka ada ++nya, kasih komen ya gaess, jangan lupa jejak ya jejaknya.


Sambil nunggu bab selanjutnya yuk mampir ke karya akak online aku yang paling uwuuwwuuwu, di jamin nggak bakal nyesel deh baca karyanya yang uda banyak, Nazwatalita.


"Maafkan Aku Istriku"


Blurb.


Perjuangan Abimanyu untuk mendapatkan kembali cinta Renata, sang istri yang telah berulang kali disakitinya.


Tidak mencintai gadis yang menjadi wasiat terakhir ibunya membuat Abimanyu seringkali menyiksa dan menyakiti hati Renata hingga berkali-kali.


Akankah Bima bisa kembali mendapatkan cinta istrinya? Sementara hati Renata telah mati rasa akibat perbuatan Abimanyu yang telah menyebabkan buah hati dan ibunya meninggal dunia.


"Mas Bima-"


"Panggil aku Tuan seperti biasanya, karena kau hanyalah seorang pembantu di sini!"


"Ta-tapi Mas, kata Nyonya-"


"Ibuku sudah meninggal. Aku menikahimu karena keinginan ibuku, Jai kau jangan berharap dan bermimpi kalau aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menjagamu!"


"I-iya, Tu-Tuan ...."



Jangan lupa jejaknya ya gaesss Like, komen, gift, vote, rate, dan favorit.

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2