Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 69


__ADS_3

"Be, Mbak Ria, Be! Hanna berlari menuju brankar Ria sembari memanggil Reyhan.


Reyhan segera berjalan di belakang Hanna menekan tombol darurat di samping atas berankar Ria. Tidak lama kemudian dokter pun datang. Diperiksanya kondisi Ria hingga beberapa saat.


" Bagaimana keadaan Ria, Dok?" Tanya Reyhan.


"Alhamdulillah, pak Rey. Kondisi kesehatan bu Ria mengalami kemajuan yang lumayan pesat. Tinggal menunggu dia membuka mata saja," terang Sang Dokter.


"Apa yang harus kita lakukan agar Ria cepat sadar, Dok?" Tanya Reyhan lagi.


"Sering ajak dia bicara, itu saja, Pak!" Ucap dokter kembali.


"Terima kasih, Dok." Reyhan mengulurkan tangan ke arah dokter. Dan disambut uluran tangan juga oleh sang dokter.


"Kalau begitu, saya permisi dulu pak Reyhan." Dokter berpamitan selanjutnya berjalan keluar ruangan itu.


*


Tiga hari sudah Ria berada dalam kondisi itu, namun tidak dengan detik ini Ria benar-benar telah berhasil melewati masa kritis dan komanya. Sedikit demi sedikit matanya sudah mulai terbuka. Jari-jarinya juga mulai bergerak.


Sesaat dia mengerjap memandang di sekeliling nya.


"Mbak! Mbak beneran sudah membuka mata. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya mbak Ria sadar juga." Hanna sembari memegangi tangan Ria.


Tanpa di sadari Ria meneteskan air mata, mengingat semua kejadian yang dia lakukan beberapa saat lalu. Menyesal mungkin hanya kata itu saja yang ada di pikirannya saat ini.


"Na, maafin Mbak! Selalu merepotkan kamu," ucap Ria lirih.

__ADS_1


"Mbak nggak perlu minta maaf, kita keluarga, Mbak," jawab Hanna.


Ria diam tidak bisa berucap lagi, hanya air matanya saja yang terus mengalir. Kakinya yang tidak bisa bergerak terasa sangat dingin. Lagi-lagi Ria menangis mengingat kecelakaan yang pernah dia alami. Sementara Hanna di sibukkan dengan ponselnya.


"Be, mbak Ria sudah sadar, buruan ke rumah sakit, Be. Sekalian ajak juga anak-anak. Mereka pasti senang melihat mamanya sudah siuman," ucap Hanna pada sambungan telponnya.


Tidak lama kemudian Reyhan sudah datang dengan kedua anaknya. Hafidz yang segera menghambur memeluk sang mama, dia begitu bahagia melihat mamanya sudah kembali. Sementara Aqila, hanya kebencian yang tersorot di manik hitamnya itu.


"Qila, sini sayang!" panggil Hanna.


Aqila pun berjalan mendekati brankar Ria. Dia hanya memandangi wanita paru baya yang sedang duduk diatas brankar tanpa berucap sekata pun.


"Qila, kamu kenapa, Nak?" Tanya Ria sembari memegang lengan Qila. Mengetahui lengannya di sentuh, Qila segera menepisnya.


"Qila." Hanna berucap sembari menggelengkan kepala.


"Ma, Qila mau tanya sesuatu sama Mama dan Papa?" tanya Qila kepada dua orang tua yang berada di hadapannya itu.


"Apa benar, Qila dan Hafidz bukan anak kandung Papa Reyhan?" Tanya Qila sembari memandang keduanya bergantian.


"Siapa yang bilang, Qila!" ucap Reyhan.


"Iya, siapa yang mengatakan itu sayang," Ria menimpali.


"Mama sama Papa tidak perlu tau dari mana Qila mengetahui ini, Qila cuma butuh jawaban, bukan pertanyaan balik, Ma." Qila sembari mengusap air matanya yang lolos begitu saja.


Hanna mendekat memeluk tubuh ramping itu, mendekap dan membiarkannya menangis di pelukannya selama beberapa saat, hingga akhirnya Ria buka suara.

__ADS_1


"Papa Reyhan, Papa kamu Qila. Tidak ada yang lain lagi," ucap Ria.


"Bohong!"


"Tidak ada yang bohong, Nak!" Sahut Reyhan.


"Papa jangan ikutan sama Mama, bisanya hanya berbohong dan merepotkan orang saja. Apa papa juga tidak kasihan sama mama Hanna," ucap Aqila dengan penuh emosi.


"Apa maksudnya ini, Qila?" Tanya Ria.


"Siapa Alvin itu, Ma? Dia papa kandung ku sama Hafidz bukan." Aqila mengusap air matanya yang tidak kunjung berhenti.


"Deg!"


Sejenak Ria tersentak mendengar ucapan Qila yang mengetahui tentang papa kandungnya yaitu Alvin. Tubuhnya tiba-tiba saja bergetar, teringat kejadian di masa lalunya.


"Na, Kamu kan yang sudah memprovokasi Qila untuk mencari tau tentang papa kandungnya!" Ria dengan tatapan sinis kepada Hanna.


"Apa maksudnya, Ria," sahur Reyhan.


🐦


Sambil nunggu Ria jawab, ni Syfa kasih rekomendasi cerita punya teman Syfa, karya ka Anisyah S, ditunggu jejaknya ya kak, jangan lupa pembaca yang bijak selalu meninggalkan jejaknya, Like, Komen, Gift, Rate, juga Favorit.


Blurb,


Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya. Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??

__ADS_1



__ADS_2