Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 21


__ADS_3

🍂


"Jangan pernah terlalu berharap kepada seseorang, karena bahkan bayanganmu sendiri akan meninggalkan mu disaat kegelapan itu datang.


Bahagia itu tergantung hati kita sendiri, kalau masih ada rasa dengki mungkin hati kita yang perlu diperbaiki. Hidup ini cukup perbaiki diri dan nggak usah repot akan hal orang lain, maka percayalah malaikat hanya akan tanya tentang diri kita bukan tentang orang lain."


🍂🍂🍂


Happy reading gaess ...


Reyhan dan Hanna duduk bersebelahan di sisi ranjang, keduanya di sibukkan dengan isi kepala masing-masing. Hanna menunduk hanya rasa canggung yang ada di dirinya saat ini. Sementara Reyhan memberanikan diri untuk memulai pembicaraan di antara keduanya.


"Sayang, maaf ya." Reyhan membelai lembut kepala Hanna yang masih di balut hijab.


"Maaf untuk apa, Mas!" Hanna sembari menoleh kearah Reyhan.


" Belum bisa menikahimu secara hukum negara," ucap Reyhan.


"Sudahlah, Mas. Kita jalani saja dulu, semoga semuanya bisa disegerakan," sahut Hanna.


Reyhan memegang kedua pundak Hanna, mengecup kening yang sebagian di balut dengan hijab itu. Sebelum akhirnya dia meminta izin untuk membuka hijab berwarna pastel itu.


"Bolehkah aku membuka hijabmu? Tanya Reyhan.

__ADS_1


Hanna mengangguk sebagai pertanda dia mengizinkan Reyhan membuka hijabnya. Begitu mendapatkan izin dari Hanna, Rey dengan sangat hati-hati membuka hijab itu. Darahnya berdesir begitu melihat Hanna yang tanpa hijab, jakunnya naik turun melihat kecantikan Hanna yang bak bidadari dari surga. Untuk sesaat Reyhan terpaku melihat kecantikan sang Istri. Dia tidak berkedip melihat Hanna. Hingga yang dilihat salah tingkah di buatnya.


"Mas, apa ada yang salah sama aku? tanya Hanna, yang seketika mengagetkan Reyhan.


" Nggak, nggak ada yang salah, kamu ... Rey menggantung ucapannya.


"Kenapa, Mas? tanya Hanna lagi.


" Kamu sangat cantik, Sayang. Belum pernah aku melihat wanita secantik kamu, bahkan hatimu pun sangat cantik, aku sangat beruntung memilikimu," ucap Reyhan.


"Aku hanyalah wanita akhir zaman yang penuh dengan dosa, Mas. Masih harus banyak belajar lagi." Hanna menundukkan pandangan.


"Kita belajar sama-sama, aku juga laki-laki yang penuh dengan dosa, aku bersyukur bisa memiliki mu Hanna." Reyhan kembali mengecup kening Hanna.


Sambil tersenyum Hanna berucap," silahkan, Mas. Aku siap lahir batin."


"Kalau begitu kita lakukan dulu sholat sunnah dua rakaat," ajak Reyhan. Hanna mengangguk, keduanya pun melaksanakan shalat sunnah itu berjamaah.


Sementara Rita dan Wisnu yang berada di kamar lain merasa sangat senang karena Reyhan telah menemukan tambatan hatinya. Penyesalan itulah yang membuat mereka mendukung keputusan Reyhan untuk menikah lagi.


"Alhamdulillah ya, Pa. Reyhan telah menemukan tambatan hatinya," ucap Rita.


"Iya, Ma. Semoga selalu bahagia hingga kakek nenek. Papa menyesal dulu menikahkan Reyhan dengan Ria. Kalau tahu akhirnya seperti ini, Papa tidak akan pernah ngizinin mereka nikah." Wisnu mengingat kejadian di masa lalu yang membuatnya harus menikahkan Reyhan dan Ria.

__ADS_1


"Semua kesalahan kita, Pa. Demi melunasi hutang-hutang perusahaan dia rela menikahi wanita yang sama sekali tidak dia cintai," Rita sambil berkaca-kaca.


"Semua sudah berakhir, Ma. Kita tidak perlu mengingatnya lagi, kita kubur dalam-dalam kenangan buruk itu, kita sambut bahagia yang sudah di depan mata. Kita tidak perlu lagi mengingat masa lalu yang penuh dengan luka itu." Wisnu memeluk tubuh sang istri.


Selesai melakukan sholat wajib keduanya naik ke atas tempat tidur, sebelum akhirnya Reyhan bergelayut manja dalam peraduan asmara diatas ranjang hingga membuat keduanya menikmati surga dunia dengan berpeluh keringat. Menuntaskan hasrat saat semuanya sudah mencapai titik puncak hingga terdengar suara napas yang terengah-engah.


"Terima kasih, telah menjadikan ku laki-laki dan suami sesungguhnya." Reyhan mengecup kening Hanna yang penuh keringat.


"Sama-sama, Mas. Kamu juga telah menjadikan ku wanita dan istri yang sebenarnya." Hanna sambil tersenyum.


Hingga menjelang pagi keduanya masih asik bergumul di bawah selimut yang sama, entah sudah berapa kali mereka melakukan penyatuan itu, yang jelas pagi ini Hanna pasti tidak bisa berjalan dengan normal seperti biasanya.


"Mas ...," Hanna mulai lelah dengan kelakuan Reyhan yang selalu mengganggunya.


"Iya, Sayang. Tidurlah aku tau kamu pasti lelah." Reyhan mengecup beberapa kali bibir mungil itu, sebelum akhirnya mereka berdua terhanyut dalam dunia mimpi.


Keesokan paginya, kedua orang tua Reyhan telah bersiap-siap kembali ke Jakarta. Tidak lupa juga Aqila dan Hafiz yang akan ikut kembali bersama kedua orang paru baya itu." Rey mama pamit ya, jangan lupa kasih cucu buat Mama," pesan sang Mama.


"Do'akan saja, Ma. Semoga secepatnya, jangan lupa jaga kesehatan yang, Ma. Nanti akhir bulan Rey akan pulang sekaligus mengurus semua permasalahan Rey dengan Ria," jawab Reyhan.


" Mama tunggu di Jakarta, Sayang. Semoga semua berjalan seperti apa yang di rencanakan," ucap sang Mama.


🐦

__ADS_1


Terima kasih masih setia dengan Reyhan dan Hanna, jangan lupa tinggalkan jejak ya gaiss, Like, komen, Vote, Gift, Rate, juga Favoritnya. Jaga kesehatan jangan lupa bahagia 😘😘


__ADS_2