
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Yudha telah sampai di rumah sakit. Berkat kesepakatan yang telah mereka buat kemarin, sehingga pria paruh baya ini harus bergantian menjaga Ria di rumah sakit.
Lama sudah Ria tidak sadarkan diri, tiba-tiba saja jari jemari tangannya mulai bergerak. Yudha yang melihat hal itu membuka mata lebar-lebar. Dia begitu bahagia pasalnya anggapan bahwa dirinya akan mendapat harta warisan itu akan segera terwujud.
"Akhirnya sadar juga kamu!" Coba kalau kamu nurut apa kata Alvin, hidupmu tidak akan semerana ini, teman!" ucap Yudha.
Iya, Yudha sebenarnya bukanlah saudara Ria. Dia hanya orang suruhan Alvin. Alvin yang terobsesi dengan Ria hanya karena harta ternyata tidak berubah. Mengetahui keadaan Ria beberapa hari lalu membuatnya kembali ingin mendekati Ria.
Ria yang sudah membuka mata dengan sempurna begitu terkejut, pasalnya dia hanya melihat Yudha sebagai orang asing yang sama sekali dia tidak kenal.
"Aku, dimana? Dan, dan kamu siapa?" Tanya Ria pada Yudha.
"Aku Yudha, saudara Mama kamu!" Jelas Yudha.
Ria terdiam, sesekali mengamati orang yang baru saja dia kenal. Namun dalam ingatan Ria tidak ada orang yang bernama Yudha dalam silsilah keluarganya.
"Tolong panggilkan suami saya!" pinta Ria.
"Suami kamu tidak disini. Saya lah yang selama ini menjaga kamu. Karena hanya saya keluarga kamu yang masih ada," bohong Yudha.
Ria merasa bingung, harus percaya sama orang yang baru saja dia atau tidak. Apalagi pria itu selalu saja mengatakan bahwa dirinya adalah saudara kandung sang mama.
*
__ADS_1
Reyhan yang sejak tadi berkutat dengan laptop di depannya tiba-tiba saja di kagetkan oleh getar ponselnya yang berdering. Dengan segera dia melihat layar benda pipih itu, dilihatnya nama sang istri terpampang disana.
"Hallo, Sayang!" Sapa Reyhan di ujung telponnya.
"Waalaikumsalam, Be," Sapa Hanna.
"Assalamu'alaikum, Sayang," Ulang Reyhan.
"Apa kabar kamu hari ini?" Tanya Reyhan.
"Aku baik-baik saja, aku mau tanya sesuatu tentang Mbak Ria. Apa dia baik-baik saja. Aku khawatir sama dia," ucap Hanna sendu.
"Sebenarnya kemarin saat aku pulang, dia dalam keadaan kritis di rumah sakit," jawab Reyhan.
"Sakit apa, Be!" Sahut Hanna.
"Biarkan Mbak Ria sehat dulu, Be. Kasihan dia kalau harus menanggung beban pikiran sendiri," usul Hanna.
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya mereka mengakhiri panggilannya. Reyhan kembali berkutat dengan dokumen-dokumen. Sementara Hanna juga berkutat dengan pekerjaannya.
Selang berapa menit, ponsel Reyhan kembali berbunyi, kali ini pihak rumah sakit yang mengabarkan bahwa Ria telah sadar. Dan mengatakan bahwa Ria terus mencari dirinya. Dengan berat hati Reyhan ke rumah sakit, dan meninggalkan semua pekerjaannya.
Sesampainya di rumah sakit, Ria langsung menangis melihat Reyhan datang. Reyhan pun merasa aneh melihat Ria menangis. Pasalnya selama selama bertahun-tahun Reyhan jarang sekali melihat Ria meneteskan air mata.
__ADS_1
"Mas, sebenarnya aku kenapa, kenapa juga da orang asing yang menjaga ku?" Tanya Ria.
"Diagnosa awal dari dokter, kamu dinyatakan menderita kanker. Tapi, dokter masih mau melakukan tes secara menyeluruh," ujar Reyhan.
"Apa!" Ria menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Kamu yang sabar, kamu pasti sembuh," Reyhan memberi semangat.
Ria hanya bisa pasrah dan menangis, namun semua itu percuma, nasi sudah menjadi bubur. Ria tidak bisa lagi sembuh. Hanya penyesalan yang kini dia dapati dalam hidupnya.
"Ri, maafkan aku, aku juga harus mengatakan ini sama kamu," ucap Reyhan dengan penuh hati-hati.
"Katakan, Mas! Aku akan baik-baik saja," sahut Ria.
🍂
Yuhuuuu, beri semangat buat Reyhan ya gaess, biar bisa mengatakan soal gugatan perceraian yang akan dia layangkan untuk Ria. Yuk sambil nunggu mampir ke karya temen Syfa ya Mekha Chan. Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaesss. Terima kasih 😘
BEKERJA DENGAN BOSS YANG UMURNYA LEBIH MUDA DARIMU, MEMBUATMU MERASA HARUS LEBIH DIHORMATI? TIDAK DENGAN BOSS SATU INI, DIA ADALAH BOSS YANG LEBIH DINGIN DARI SEBONGKAH ES.
Indira Pertiwi, seorang janda berusia 30 tahun mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak satu-satunya.
__ADS_1
Awalnya Indi ditolak di perusahaan Wijaya yang dipimpin oleh Arya Wijaya, namun pada akhirnya Indi diterima juga di perusahaan Arya. Walaupun harus menghadapi Boss yang super dingin, tapi demi pekerjaan Indi tetap bertahan. Sampai suatu saat ada benih-benih rasa tumbuh dan berkembang.
Bagaimana kelanjutan cerita Indi? Dan apakah Indi akan bahagia pada akhirnya saat menjalin hubungan dengan seorang Arya Wijaya?