Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 13


__ADS_3

"Sebelumnya saya minta maaf, mungkin ini bukan waktu yang tepat buat saya mengatakan ini semua sama kamu. Tapi, semakin lama menunggu rasanya semakin tak karuan."


"Maksudnya apa ya, Pak." Nana bingung dengan ucapan Reyhan.


"Sejak pertama kita bertemu di swalayan waktu itu, aku sudah jatuh hati sama kamu." Rey sambil memegang tangan Nana.


"Ta-tapi Pak! Bapak kan sudah beristri." Nana sembari menarik tangannya dari genggaman Reyhan.


"Aku bisa jelaskan semua sama kamu, asal kamu mau menjadi pendamping ku. Aku janji akan membahagiakan kamu dan orang tua kamu."


Nana terdiam, tidak menjawab sepatah kata pun. Dia hanya kaget mendengar pengakuan sang atasan. Benar-benar tidak menyangka kalau sang atasan jatuh hati kepadanya.


"Na," Panggil Reyhan.


"I-iya, Pak." Nana menunduk tidak berani memandang sang atasan.


"Aku tau, kamu pasti kaget dengan semua ini. Tapi, Aku mohon pikirkan dengan baik-baik." Rey kembali memegang tangan Nana.


Nana mencoba memberanikan diri menatap Rey, di carinya kebohongan dalam disana. Nana terdiam beberapa saat disana, tidak ada sedikitpun kebohongan yang terpancar di sepasang pupil itu.


"Pak!"


Belum sempat Nana melanjutkan ucapannya, Reyhan lebih dulu menempelkan jari telunjuknya ke bibir Nana.


" Jangan katakan apapun, pikiran dulu dengan matang. Aku siap menunggu sampai kamu benar-benar siap menjawab pertanyaan ku," ucap Rey.


"Maaf, telah membawa mu ke dalam suasana yang tidak mengenakan seperti ini," ucap Rey lagi.


Nana hanya terdiam, memikirkan apa yang baru saja dia dengar dari Reyhan. Mobil yang sejak tadi berhenti kini kembali lagi bergerak menuju ke tempat tujuan mereka yaitu sebuah kafe mewah di tengah-tengah kota.


Reyhan membuka pintu mobil dan membantu Nana turun. Sebelum akhirnya mereka berjalan berdampingan masuk kedalam kafe itu. Suasana kafe tidak begitu ramai, hanya ada beberapa pengunjung yang datang. Setelah keduanya duduk, tidak ada sepatah kata pun yang keluar, canggung itulah yang mereka rasakan saat ini. Hanya suara musik dari band saja yang terdengar begitu merdu.


Lagi-lagi Nana di buat tercengang oleh Reyhan. Rey naik ke atas panggung dan menggantikan sang vokalis untuk bernyanyi.

__ADS_1


"Selamat malam semua. Sebelumnya saya minta maaf karena telah mengganggu kenyamanan Anda malam ini. Saya akan mempersembahkan sebuah lagu buat orang sepesial di sana." Rey menunjuk ke arah Nana.


Nana hanya tersenyum, merasa tersanjung. Sejak tadi hatinya hampir di buat copot dari tempatnya oleh Reyhan. Terharu, bahagia itulah yang dirasakan oleh Nana. Baru kali ini dia merasakan ada seseorang yang benar-benar tulus membuatnya bahagia.


"Lagu ini spesial buat Nausafarina Hanna," ucap Rey sebelum memulai menyanyikan lagu romantis yang akan dia bawahkan.


🎢🎢🎢


***Saat indah dalam hidupku


Saat aku bertemu denganmu


Kau anug'ra yang tercipta


Begitu nyata


Kau tercantik dalam hidupku


walau orang tak berkata begitu


selamanya


Bila engkau menerima cintaku


Aku akan setia kepadamu


Kar'na dirimu yang selama ini


Dihati***


...


Flanella - Bila Engkau

__ADS_1


Author skip ya lagunya, bisa lanjut sendiri 🀭, lanjut kita kembali lagi ke Reyhan.


Riuh tepuk tangan para pengunjung begitu menggema, mereka semua terpukau dengan suara Reyhan, tanpa terkecuali Nana. Dia benar-benar tidak menyangka Reyhan ternyata seorang laki-laki yang Romantis. Sementara para pengunjung lain meneriakkan kata terima, setelah Rey berhenti bernyanyi. Hal itu malah membuat Nana kekebingungan.


Reyhan tersenyum ke arah Hanna, seseorang datang menghampiri Nana dengan membawa sebuah mikrofon. Berharap Nana mau menjawab pertanyaan Reyhan.


"Nousfarina Hanna, maukah kamu menjadi teman hidupku?" Rey sambil berjongkok di depan Hanna.


"Hanna, aku tau semua ini begitu mendadak dan mengejutkan untuk mu. Namun rasa yang ada di dalam dada ini sudah tak sanggup lagi untuk aku bendung, mungkin ini terlalu cepat bagi mu. Akan tetapi Aku sudah tidak sabar ingin menjadikanmu milikku." Reyhan sambil mengulurkan sebuah cincin permata yang begitu cantik.


Nana masih belum percaya dengan semua ini, beberapa kali dia menoleh, berharap ada salah seorang yang dia kenal untuk menyadarkan dirinya dari sebuah mimpi. Dia takut semua yang dirasakan saat ini hanyalah mimpi belaka.


"Hanna ..., " Rey kembali menyadarkan Hanna dengan menggenggam tangan mungil itu.


"Will you merry me?" Reyhan kembali bertanya kepada Hanna.


Sementara para pengunjung yang lain sudah tidak sabar dengan jawaban yang akan diberikan oleh Nana. Mereka semua berteriak mengucapkan kata terima, hingga sang pemilik nama Hanna itu tercengang.


Reyhan masih terpaku dengan ekspresi Nana, sangat lucu jika dia sedang bingung, membuat Rey semakin tidak sabar untuk mendengar jawaban Nana.


"Sebelumnya maaf, ini semua telah membuat Nana semakin bingung. Pak Rey, Nana minta maaf yang sebesar-besarnya, telah membuat Pak Reyhan bersusah payah hari ini." Nana sambil meremas sebelah tangannya yang masih di genggam Oleh Reyhan.


"Bismillah, dengan berat hati, maaf ...," Nana menggantung ucapnya.


"Kamu menolak ku?" Tanya Reyhan.


"Maaf, saya ... saya ...saya tidak menolak lamaran Bapak." Hanna sambil mengulurkan tangannya ke depan Rey.


"Alhamdulillah, terima kasih Hanna, terima kasih." Rey segera menyematkan cincin yang berkilau itu ke jari manis Hanna. Setelah tersemat dengan cantik Rey menghujani tangan Nana dengan ciuman. Hanna benar-benar tersanjung dengan semua ini.


🐦


Yuhuu ... Hanna sudah menerima lamaran Reyhan, akankah jalan hidup mereka kedepan akan bahagia? atau semakin banyak lika-liku kehidupan yang akan mereka jalani? yuk kepoin terus up selanjutnya ya gaes,

__ADS_1


Terima kasih, Masih setia dengan ADM, jangan lupa di tunggu jejaknya ya gaees. Like, Komen, Vote, Rate 5,juga Gift kalau berkenan. Tetap jaga kesehatan jangan lupa bahagia 😘.


__ADS_2