Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 61


__ADS_3

Mentari bersinar begitu cerahnya di ufuk timur, semburat sinarnya menerangi bumi yang tadinya dingin kini begitu hangat. Begitu pula pasangan yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan. Dicky dan Aisyah, wajahnya begitu cantik dan rupawan benar-benar sempurna.


"Anak-anak kok belum datang ya, Pa! Padahal acaranya sebentar lagi akan segera dimulai," Rita mondar-mandir gelisah menanti kedatangan anak, ke dua menantu dan dua cucunya.


"Sabar, Ma. Mungkin mereka masih di jalan, sebentar lagi pasti datang," sahut Wisnu.


*


Di rumah Reyhan, Ria, Hanna, kedua anaknya dan seluruh asisten rumah tangganya sedang bersiap untuk mendatangi acara ijab qobul, dan resepsi yang di lakukan sekaligus hari itu juga di kediaman Orang tua Reyhan. Kenapa tidak di rumah Aisyah, karena halaman rumah Reyhan lebih luas, sehingga bisa menampung para undangan yang hadir.


Pesta ini tidak dilakukan di gedung mewah, karena pihak Aisyah tidak mau menggelar pesta yang besar, mereka hanya mengundang beberapa sanak saudara, sehingga tidak perlu gedung mewah.


Hanna terlihat begitu cantik dengan brukat berwarna coklat muda senada dengan batik yang di gunakan sebagai bawahannya di padukan dengan hijab senada membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.


Begitu pun Reyhan, Ria dan kedua anaknya, menggunakan gaun senada. Memperlihatkan keharmonisan keluarga mereka. Mereka membuktikan bahwa kehidupan poligami tidak selamanya buruk seperti pandangan masyarakat pada umumnya.


Reyhan memarkirkan mobilnya sebelum akhirnya mereka turun dan berjalan bersama-sama. Reyhan berjalan dengan mendorong kursi roda Ria, sementara Hanna berjalan di sebelah kanan Reyhan, diikuti Aqila dan Hafidz di samping kanan Hanna. Pemandangan yang sungguh sangat jarang bisa ditemui.


"Nah ini dia yang sejak tadi di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, Mama sampai berfikiran kalau kalian nggak mau datang ke sini." Rita dengan senyum yang terus mengembang.


"Iya, tadi Mbak Ria yang sebenarnya nggak mau ikutan," sahut Hanna.


*


Satu jam lalu sebelum keluarga Reyhan berangkat ke acara pernikahan Dicky. Ria dengan mata kepala sendiri mendengar dan melihat percakapan antara Riska dengan seseorang. Yang pada detik berikutnya Riska menyebut nama Alvin sehingga membuat Ria sedikit khawatir. Dia yang sejak awal tidak ingin ikut ke acara pernikahan Dicky dengan segera memutuskan untuk ikut. Karena takut jika sewaktu-waktu Alvin mendatanginya.


"Iya, Vin. Aku akan cari tau semua tentang harta warisan itu. Dan sesuai rencana awal, kita akan menyingkirkan mereka satu persatu," Riska dalam panggil telponnya.

__ADS_1


Sementara Ria yang mendengar ucapan Riska langsung memutar kursi rodanya dengan bantuan tuas yang ada di bagian kanan tangannya, dia segera memanggil Hanna untuk membantunya bersiap.


"Na, Nana! Ria memanggil Hanna."


"Iya, Mbak. Ada apa?" Tanya Hanna.


"Mbak ikut saja ya ke acara pernikahan Dicky."


"Nah, gitu dong, Mbak. Kita datang bersama-sama. Kan enak dilihatnya, mama juga pasti senang kalau kita semua berkumpul," ujar Hanna.


"Bantu Mbak ganti baju ya," pinta Ria.


"Ok!" Hanna pun mendorong kursi roda Ria dan segera membantunya ganti baju. Di sela-sela ganti baju, Ria menceritakan semua apa yang baru saja dia dengar, sehingga membuat dia memutuskan untuk ikut menghadiri acara Dicky.


"Sejak awal kan sudah Hanna katakan, biar Hanna saja yang ngerawat Mbak. Tapi Mbak maksa mau cari orang buat bantu Mbak."


"Sudah-sudah nggak perlu di bahas lagi, semuanya sudah berlalu, Mbak. Sekarang kita sudah bahagia. Nggak perlu bahas yang sedih-sedih lagi." Hanna tersenyum kepada Ria.


"Iya, maaf. Tapi kita harus segera memberhentikan Riska, Mbak nggak mau kalau dia merusak kebahagiaan keluarga kita. Apalagi sampai mengambil anak-anak. Mbak nggak akan rela," ucap Ria dengan nada sedikit bergetar.


"Kita bahas nanti setelah acara pernikahan Dicky selesai di gelar, Nana nggak mau sampai membuat mas Reyhan kepikiran. Dan merusak momen penting ini," tukasnya.


"Iya, Mbak nurut saja, apapun yang terbaik buat keluarga kita." Ria dan Hanna saling memeluk.


*


Acara ijab qobul pun digelar dengan khidmat, walau hanya di hadiri beberapa sanak saudara dekat saja namun tidak mengurangi keberkahan dalam pernikahan ini.

__ADS_1


Jam satu siang, acara resepsi di gelar, para tamu undangan mulai berdatangan, memberi ucapan selamat kepada pengantin baru itu. Senyum yang terus mengembang menghiasi wajah Dicky dan Aisyah.


"Selamat, Ky. Akhirnya lengser juga gelar perjaka tua yang tersemat buat loe." Rey sembari menjabat dan memeluk saudaranya itu.


"Ini ada hadiah buat loe berdua, semoga bermanfaat." Reyhan menyodorkan kotak berwarna putih ke arah Dicky.


"Selamat ya, Sya. Sekarang kita nggak cuma jadi sahabat, tapi jadi saudara juga." Hanna memeluk sahabatnya itu.


"Iya, terima kasih Na." Aisyah semakin mengencangkan pelukannya.


🦜


Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaess ...


Like


Komen


Gift


Rate


Vote


Favorit.


Terima kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2