Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 81


__ADS_3

Senja di ufuk barat kembali pulang keperaduannya. Kini sinar mentari itu berganti menjadi gelap yang melekat. Sinar lampu jalanan yang benderang menyinari sepanjang jalan. Tepat jam tujuh malam Reyhan telah sampai di rumahnya.


"Sepi, pada kemana ini orang rumah." Reyhan berjalan menuju kamar Qila, dilihatnya sang anak sedang duduk dan bergelut dengan buku sekolah yang di letakkan di atas meja belajar.


"Assalamu'alaikum, anak Papa!" Sapa Reyhan.


"Waalaikumsalam, Pa. Papa sudah pulang, mama Nana ikut pulang juga kan, Pa!" ujar Qila.


"Mama tidak pulang, Sayang. Mama di sana ternyata kerja. Di sebuah resort mewah milik teman mama. Nanti kalau liburan kita main kesana. Tempatnya bagus, Papa saja betah tinggal di sana," tutur Reyhan.


"Wah, iya kah? Liburan masih lama, Pa. Bagaimana kalau akhir pekan saja. Qila pingin cepat kesana, Pa." Qila menggoyang lengan Reyhan.


"Nanti Papa pikirkan lagi. Sekarang kamu belajar yang rajin. Eh, Oma sama Opa kemana kok rumah sepi? Tanya Reyhan.


" Di rumah Sakit." Jawab Aqila.


"Siapa yang sakit?" Tanya Reyhan lagi.


"Mama Ria tadi pingsan, bang Edi telepon Papa, tapi nggak nyambung. Jadi telpon Oma, dan Oma langsung ke rumah sakit," terang Qila.


"Ya sudah, Papa mandi dulu ya, habis itu ke rumah sakit, kamu mau ikut?" tanya Reyhan.


Aqila tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepala sebagai tanda menolak untuk menjenguk sang Mama. Reyhan pun berjalan menuju kamarnya, dia segera membersihkan diri dan segera mengambil kunci mobil. Reyhan mengendarai mobilnya dengan hati-hati.


Tidak lama kemudian sampailah Reyhan di rumah sakit, dia segera ke resepsionis guna menanyakan kamar rawat Ria. Setelah mendapat informasi dari resepsionis dia segera berjalan melewati lorong rumah sakit yang mulai sepi. Di lihatnya kedua orang tua yang sedang duduk di luar ruangan di ujung lorong. Dengan segera dia menghampirinya.


"Ma, Pa! Apa yang terjadi dengan Ria?" Tanya Reyhan.


"Kata dokter tadi, Ria mengidap kanker. Tapi dokter masih mau memastikan lagi setelah Ria sadar," terang sang Mama.


"Cobaan apa lagi ini Tuhan?" Tanya Reyhan dalam hati seraya mengacak rambutnya.


"Kenapa, Rey?" Tanya Wisnu.


"Tidak Pa, Rey hanya kaget Papa bilang Ria mengidap kanker." Reyhan membuang napas dengan kasar


"Rey boleh masuk!" Tunjuk Reyhan ke arah ruang rawat itu.


"Boleh, hanya saja Ria masih belum sadarkan diri," terang Ria yang beberapa saat lalu berada di dalam sana.


Reyhan berjalan masuk ke dalam ruangan itu, di lihatnya Ria sedang terbaring lemas diatas brankar. Raut wajah yang pucat terlihat jelas disana.

__ADS_1


"Ria, Ria, kenapa selalu saja seperti ini, dulu saat aku akan menceraikan kamu, kamu kecelakaan. Sekarang saat aku juga akan melakukan hal yang sama kamu malah sakit. Apa yang harus aku lakukan?" Reyhan sembari memandangi wajah pucat pasai itu.


*


Di kota lain, seorang istri begitu resah, saat tidak mendengar kabar dari sang suami. Bolak-balik di memandangi layar ponselnya, namun tetap saja tidak ada apapun di sana. Hanya beberapa pesan dari rekan kerjanya.


"Apa aku saja yang telpon. Atau ...," Ah sudahlah." Hanna pergi meninggalkan ponselnya di atas tempat tidur. Sementara dia keluar dari mes untuk membeli makanan.


"Mau kemana, Mbak?" Tanya salah seorang teman Hanna.


"Mau ke depan, cari makan, laper." Hanna sembari memegang perutnya.


"Aku titip ya, seporsi. Bayarin dulu deh, nanti aku ganti," ujar sang teman.


"Ok!" Hanna sambil terus berjalan meninggal mes.


Ponsel yang di taruh di atas ranjang tiba-tiba saja berdering. Namun karena Hanna sedang pergi. Reyhan begitu khawatir saat nomor ponsel Hanna tidak dapat di hubungi.


"Ma, Reyhan memanggil sang mama yang berada di luar ruangan. Dia meminta Rita untuk menemani Ria.


" Kenapa, Rey!" ujar sang Mama.


"Hanna nggak bisa di hubungi lagi," jawab Rey resah.


"Dia sudah menandatangani kontrak kerja disana. Makanya nggak bisa ikutan pulang," jelas Reyhan.


"Ya sudah, jalani saja. Mungkin ini yang terbaik buat kalian semua, Mama cuma bisa mendo'akan yang terbaik buat kalian." Rita mengelus bahu Reyhan.


"Ma, sebenarnya Reyhan mau menceraikan Ria, Mama tau sendiri kan. Bagaimana kehidupan pernikahan Reyhan dan Hanna," ucap Reyhan tegas.


"Kamu sudah yakin dengan keputusan kamu kan Rey?" Tanya Sang Mama.


"Harus yakin Ma," tegas Reyhan.


Keduanya terdiam, suara langkah kaki datang mendekati mereka. Reyhan yang yang sejak tadi menunduk dengan segera mendongakkan wajahnya. Laki-laki paru baya mendatangi Reyhan.


"Selamat siang, dengan saudara Reyhan?" Tanya Orang itu.


"Iya, ada yang bisa saya bantu," jawab Reyhan dengan sopan.


"Perkenalkan, saya Yudha." Sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.

__ADS_1


"Apa kita pernah bertemu ya, sebelumnya?" Tanya Reyhan.


"Kita tidak pernah bertemu, tapi saya tau siapa Anda," ucap lelaki paru baya itu.


"Maksud Anda!"


"Ya, saya Pamannya Ria. Adik kandung dari mamanya Ria," ujarnya dengan menggebu.


"Oh, ya!


" Dan kedatangan saya kesini, untuk meminta harta gono-gini yang ditinggalkan oleh kakak saya," ucapnya tanpa basa basi.


Reyhan tersenyum, pasalnya selama menikah dengan Ria, tidak sekali pun Bram menyebut keluarga istrinya. Apalagi tentang laki-laki berpawakan tinggi besar itu.


"Ok, kalau memang Anda paman dari Ria. Kenapa selama hampir lima belas tahun tidak pernah sekalipun datang berkunjung kerumah istri saya?" tanya Reyhan.


"Karena Bram melarang kami untuk memgunjunginya," jawab pria itu.


"Kalau masalah harta, Anda bisa tanyakan sendiri kepada Ria, tapi Anda harus bersabar. Karena Ria hingga sekarang belum sadarkan diri. Dan satu lagi saya harap Anda bisa membantu saya merawat Ria," ucap Reyhan dengan tegas.


"Brengsek! Siapa kamu berani memerintah ku!" Ucapnya dalam hati.


🍂


Yuhuuuu... Sambil nunggu up selanjutnya jangan lupa mampir ke karya teman Syfa ya. Tita Dewahasta. Dengan Tema KEMBALI KE MASA SMA. Ditunggu ya kak jejaknya, jangan lupa Like, komen, vote, rate, gift, juga favorit.



KEMBALI KE MASA SMA


(Tita Dewahasta)


Madya gagal dalam rumah tangganya. Mantan suaminya kemudian menikah dengan mantan baby sitter yang bertahun-tahun bekerja padanya.


Dia pun frustasi dan berandai kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Dalam sebuah perjalanan, kepala Madya terantuk setir mobil.


Beberapa saat setelahnya, dia kembali ke 18 tahun silam.


Dapatkah Madya memperbaiki hidupnya?


Dan bisakah Madya kembali ke masa sekarang, atau dia akan terjebak selamanya di kehidupan baru masa mudanya?

__ADS_1


Ikuti kisahnya dalam novel 'KEMBALI KE MASA SMA'


__ADS_2