Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 73


__ADS_3

Sementara duduk seorang laki-laki di samping kanan Hanna, dengan menggunakan kacamata hitam di wajahnya membuat ketampanan semakin terlihat begitu nyata.


Laki-laki itu tidak menyapa Hanna, dia hanya memperhatikan saja, dia tidak berani karena bisa dipastikan bahwa Hanna tidak baik-baik saja. Dia hanya mandangi Hanna yang sedang menangis sesenggukan.


Waktu keberangkatan telah tiba, Hanna duduk di dalam pesawat tanpa memperhatikan orang yang sedang duduk di sebelahnya. Dia terkejut saat melihat Leo yang ternyata duduk di sebelahnya.


"Apa aku boleh menghapusnya?" Tanya Leo sembari menyodorkan sapu tangan.


"Terima kasih, aku bisa sendiri." Dengan ragu Hanna mengambil sapu tangan itu dan segera mengusap pipinya yang basah dengan air mata.


Leo tersenyum, melihat Hanna masih seperti yang dulu. Dia tidak pernah menyangkan jika Hanna menikah sebagai istri kedua. Dan malangnya lagi, mengapa di setiap pertemuannya Hanna selalu menangis.


"Na, jika butuh teman untuk berbagi cerita, aku siap mendengarkannya," tawar Leo.


"Terima kasih," jawab Hanna sendu.


"Kamu mau ke Surabaya, apa ada saudara disana?" Tanya Leo.


"Ada teman, tapi aku tidak tau juga. Apa aku harus kesana atau ketempat yang lain."Kamu sendiri, mau kemana?" Tanya Hanna.


"Mau ketempat Oma ku, kalau kamu mau ikut, ayo!" ajak Leo.


"Tapi aku tidak punya pekerjaan kalau ikut dengan mu. Sementara biaya hidup juga tidak murah, bukan," ujar Hanna.


"Kebetulan sekali, Hotel Oma lagi butuh pegawai. Kamu bisa bekerja disana," ucap Leo.


Setelah mendengar ucapan Leo, Hanna berpikir beberapa saat hingga akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan Leo. Pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan selamat di Bandara Juanda Surabaya. Namun perjalanan mereka masih jauh untuk sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


Keduanya masuk kedalam mobil yang sejak tadi menunggu di parkiran Bandara. Ari sang supir tersenyum melihat sang Tuan membawah wanita cantik. Pasalnya sejak pernikahannya dengan Hanna di batalkan Leo tidak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang wanita.


"Ri, ngapain mulai tadi senyum-senyum. Lagi bahagia ya?" Tanya Leo.


"Iya, Mas. Bahagia banget," Jawab Ari dengan logat jawanya.


"Bahagia kenapa Ri?" Lihat sampean bawah perempuan cantik itu lho aku seneng banget." Ari sambil terus konsentrasi mengemudi mobilnya. Hanna yang mendengar percakapan mereka hanya geleng kepala.


Sementara di Jakarta Reyhan benar-benar kalang kabut mencari keberadaan Hanna. Banyak tempat dia datangi namun semua nihil. Berkali-kali dia mencoba menghubungi sang istri namun nomor yang dihubungi selalu tidak aktif.


"Na, maafkan aku Na." Reyhan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Rey, kenapa kamu, Nak?" Tanya sang Mama.


"Hanna pergi, Ma." Reyhan memeluk sang Mama sembari menangis tersedu.


"Pergi kemana?" Tanya Rita kaget.


"Kamu, sih! Sudah dari dulu Mama selalu bilang ceraikan saja Ria. Kamu malah ngotot bertahan. Kalau sudah begini siapa juga yang repot." Rita sambil mendudukkan bokongnya di kursi teras.


"Sudahlah, Ma. Reyhan pusing, jangan diubah pusing lagi." Rey melangkah menuju mobil yang terparkir di garasi samping rumah.


"Mau kemana kamu, Rey! Ucap Rita setengah berteriak.


" Nyari Hanna, Ma. Rey nggak akan pulang kalau dia belum ketemu." Rey membanting pintu mobilnya, dan segera melajukannya.


*

__ADS_1


Hanna dan Leo yang hampir lima jam dalam mobil kini sampai di sebuah resort mewah di pinggir pantai. Tempatnya sungguh indah dan sangat memanjakan mata. Sejenak beban yang ada dalam pikiran Hanna menghilang. Hanya ketenangan yang dia rasakan saat ini.



"Kamu suka, Na?" Tanya Leo.


"Suka banget, tempat sungguh indah." Jawab Hanna sembari mengulas senyum.


"Ya sudah, untuk malam ini kamu tinggal di sini sementara, besok pagi bisa cari tempat untuk menetap. Aku usahakan tempat tinggal nanti tidak jauh dari sini, karena kamu nanti bekerjanya disini," terang Leo.


"Wah, kerja disini?" Ucap Hanna dengan penuh kegembiraan.


"Iya, karena tempat ini milik Oma," jawab Loe.


"Iya, terima kasih," ucap Hanna sekali lagi.


🍂


Hai gaess, kita biarkan dulu, mereka introspeksi diri, biarkan Hanna menikmati kerja sambil berlibur dulu. Sambil nunggu kisah mereka selanjutnya yuk mampir ke karya bestie Syfa. Nunuk pujiati, "Mendadak Nikah." Ditunggu jejaknya ya gaess. Jangan lupa like komen, vote, gift, rate, favorit juga, ya.


"Mendadak Nikah



Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya rela menerima permintaan Mahen untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat.


Selama menjadi suami-istri, kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan.

__ADS_1


"Jangan pernah kamu merubah batasan kita, Mahen! Lihat saja, jika kamu melanggar semua, maka saat itu juga aku akan minta cerai!"


Apakah Raya akhirnya bisa menerima Mahen sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih untuk bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?


__ADS_2