
Tuhanmu lebih tahu batas rasa sakit dan kesulitan yang boleh kau tampung. Jangan sampai engkau menyerah saat selangkah lagi Tuhanmu menggantikan kesulitan dengan sejuta keindahan.
(Habib Achmad Jamal bin Toha Ba'agil)
🍂🍂🍂
Selamat membaca.
Hanna terperanjat melihat mobil milik Ria yang terbalik, begitu pula Reyhan. Dia masih tidak percaya melihat kejadian yang ada di depan matanya itu. Setelah beberapa saat terdiam, keduanya berjalan sedikit cepat melewati celah diantara beberapa orang yang sedang berkerumun melihat petugas mengevakuasi korban kecelakaan itu.
"Mbak, semoga kau baik-baik," ujar Hanna dalam hati.
Setelah berhasil melewati beberapa orang akhirnya sampai juga di depan mobil yang ringsek itu. Keduanya melihat secara langsung proses evakuasi itu. Hanna sedikit ragu antara melihat langsung atau balik kanan. Begitu tubuh Ria berhasil di evakuasi petugas segera memeriksa denyut nadi milik Ria.
"Korban masih bernafas, segera panggil ambulance." Teriak salah seorang petugas sambil terus memeriksa Ria.
"Ria masih hidup!" Reyhan berlari mendekat diikuti Hanna di belakangnya.
Beberapa saat kemudian, segera Ria dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance, di ikuti mobil Reyhan dari belakang. Ria di bawah ke rumah sakit yang sama dengan papa nya. Hampir dua jam dokter yang bertugas menangani Ria berada di dalam ruangan ICU itu, namun tidak kunjung keluar.
"Hampir dua jam, Be. Kok belum ada kabar juga ya!" Hanna menoleh ke arah Reyahan.
"Kamu, capek! Kita pulang saja ya," ajak Reyhan.
"Nggak, Be. Kita nunggu kabar mbak Ria dulu. Habis itu kita baru pulang.
__ADS_1
Sementara Rita yang berada di rumahnya begitu gelisah, pasalnya sejak menjelang pagi tadi setelah mendengar kabar dari Reyhan bahwa Hanna diculik dia tidak bisa tenang.
" Bagaimana keadaan Hanna, Reyhan juga tidak bisa di hubungi." Rita sambil mondar-mandir memandangi layar ponsel yang berada di tangannya.
Tidak lama kemudian Wisnu sangat suami datang, dia segera pulang begitu sang istri mengabari bahwa Hanna menjadi korban penculikan.
"Pa! Hanna Pa." Rita menghambur memeluk Wisnu.
"Sabar, Ma. Rey pasti bisa mengatasi semuanya," Wisnu sembari mengusap punggung Rita.
*
*
*
"Assalamu'alaikum, Rey," Bram memulai pembicaraannya.
"Waalaikumsalam, Pa! Ada apa Pa?" Tanya Reyhan.
"Maaf Papa mengganggu ketenangan kamu lagi. Kali ini Papa janji ini yang terakhir kalinya Papa minta tolong sama kamu, sebelum akhirnya nanti kamu benar-benar sudah tidak menjadi menantu ku lagi," ucap Bram di ujung telepon nya.
"Apa yang Papa bicarakan, Reyhan akan tetap menjadi anak Papa sampai kapan pun Papa mau. Dengan atau tanpa Ria Papa tetap keluarga Reyhan," terang Reyhan.
"Rey, Papa cuma mau tanya soal Ria kepada mu, Papa khawatir sejak jam dua dini hari tadi dia pergi hingga kini masih belum kembali juga," ucapnya sendu.
__ADS_1
"Deg," Reyhan terdiam mendengar ucapan Bram. Apa yang harus dia ucapkan tentang keadaan Ria. Sementara dokter yang menangani Ria hingga sekarang belum juga memberi penjelasan.
"Ri-Ria baik-baik saja, Pa. Sepertinya dia sedang istirahat di rumah," bohong Reyhan.
"Ya sudah! Papa lega mendengar nya.kalau begitu Papa tutup ya telponnya. Assalamu'alaikum." Bram menutup panggilannya.
"Waalaikumsalam," jawab Reyhan lesu.
"Maaf, Pa. Reyhan harus bohong sama papa, ini semua juga demi kesehatan papa. Reyhan janji setelah Ria sadar akan memberi tahu keadaan yang sebenarnya," selorohnya dalam hati.
🙏
Pembaca yang bijak jangan lupa tinggalkan jejak ya gaess.
Like
Komen yuk komen
Vote
Gift
Rate
Favorit ya jangan lupa
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankan, jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia 😘