Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 46


__ADS_3

Di setiap musibah pasti ada keringanan, jangan pernah merasa jatuh atau pun sendiri, sebab Tuhan tau Dia tidak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuannya.


Jangan pernah merasa Tuhan itu tidak adil disaat apa yang kamu inginkan tidak terkabul. Sebab Tuhan tahu apa yang terbaik buat seorang hambanya.


Manusia boleh saja berencana, namun rencana Tuhan jauh lebih indah. Jalani alurnya, nikmati prosesnya, semua akan indah pada waktunya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Selamat membaca.


Dua jam lebih empat puluh lima menit, akhirnya dokter yang menangani Ria keluar juga dari ruangan itu. Hanna dan Reyhan yang melihatnya segera berdiri dan menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan Ria, Dok?" Tanya Reyhan.


"Pasien masih belum sadarkan diri, namun masa kritis nya sudah berakhir, dan saya dengan berat hati harus mengatakan bahwa pasien kemungkinan besar akan mengalami kelumpuhan. Hal Ini disebabkan karena kaki pasien terjepit dengan sangat kuat, sehingga ada beberapa saraf yang rusak akibat benturan tersebut," terang dokter dengan jelas.


Reyhan dan Hanna saling beradu pandang mendengar penjelasan dokter membuat keduanya semakin tidak percaya. Beberapa saat yang lalu dengan garangnya Ria mengancam akan melukai Hanna, namun Tuhan maha tahu. Siapa yang menanam kebaikan dia akan memanen kebaikan itu pula, dan begitu juga sebaliknya.


"Terima kasih, Dok! Atas penjelasannya," ucap Reyhan.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit dokter seraya melangkah pergi.


Reyhan dan Hanna kembali duduk di kursi depan ruang ICU itu. Keduanya diam, hening sejenak. Hingga akhirnya Reyhan buka suara.


"Sayang, kita pulang saja ya. Nanti kita kesini lagi. Kasihan kamu sejak kemarin belum istirahat. Mama juga pasti sudah menunggu kita." Reyhan sembari memegang tangan Hanna.


"Tapi, Be ...."


"Nggak usah tapi, ayo!" Reyhan berdiri sembari mengajak Hanna untuk berdiri juga.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Reyhan langsung saja di berondong banyak pertanyaan dari sang mama. Begitu pula Wisnu, dia sudah tidak sabar lagi mendengar penjelasan dari sang putra semata wayangnya. Beda dengan Hanna dia langsung masuk menuju kamar ke dua anak sambungnya itu. Karena sudah sangat lama sekali mereka tidak pernah bertemu.


"Hanna!" Rita langsung memeluk menantunya. Begitupun Hanna dia langsung membalas pelukan itu.


"Kamu baik-baik saja kan, Nak!" Rita sembari mengecek badan Hanna.


"Ma, terima kasih sudah mengkhawatirkan Hanna, Hanna baik-baik saja. Semua berkat do'a Mama juga." Hanna kembali memeluk Rita.


"Hanna ke kamar anak-anak dulu ya, Ma! Mau lihat mereka." Pamit Hanna yang di balas anggukan oleh Rita.


Sementara Wisnu mencecar berbagai pertanyaan kepada Reyhan. Hingga membuat Dicky ikut ke luar dari kamarnya, karena sedikit terganggu dengan ke bisingan di ruang tengah rumah itu.


"Kenapa semua bisa terjadi, Rey?" Tanya Wisnu kepada Reyhan.


"Semua serba mendadak, Pa!" Lalu Reyhan menceritakan semua kejadian yang menimpa Hanna, Ria dan Bram.


"Jadi, sekarang Ria masih belum sadarkan diri!" Sahut Dicky yang baru saja datang.


"Kasih tahu pak Bram, Rey. Biar semua jelas," ucap Wisnu.


"Tapi, Pa. Bagaimana dengan kesehatan pak Bram," sela Reyhan dalam ucapannya.


"Katakan saja daripada semua terlambat, itu akan membuat Bram bertambah kecewa."


"Ya sudah, besok saja Reyhan akan jelaskan semuanya kepada pak Bram," terang Reyhan.


Setelah beberapa waktu berbincang akhirnya Rey berpamitan untuk istirahat, tubuhnya sudah mulai lelah, sejak kemarin malam waktu tidurnya berkurang sangat banyak.


"Reyhan istirahat dulu ya, Pa, Ky." Reyhan berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.

__ADS_1


Ke esokan harinya, Hanna bangun pagi-pagi sekali. Menyiapkan makanan, membantu kedua anaknya bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Dengan cekatan dia mengerjakan itu semua di bantu asisten rumah tangganya.


Begitu pula Reyhan, dia sudah bersiap-siap untuk kerumah sakit, ingin menyampaikan semua kejadian yang menimpa Ria kepada Bram.


Ruang makan rumah Wisnu pagi ini sangat ramai, pasalnya keluarga lengkapnya sedang menikmati sarapan, momen ini jarang sekali terjadi, apalagi Dicky, dia selalu bertugas di luar kota.


"Pa, Ma, Rey. Dicky mau ngomongin sesuatu." Dicky sambil terus menikmati sarapannya.


Sementara yang lain menunggu apa yang akan di ucapkan Dicky." Bilang saja, Ky." Reyhan sembari menyendok makanan.


"Malam ini, Iky mau minta tolong ke Mama dan Papa buat lamar Aisyah buat Iky," ucap Iky dengan tegas.


"Aisyah ...," Hanna dan Reyhan serempak.


🐰


Maaf gaes, kemarin nggak up. Mau lebaran jadi super sibuk, hari ini bakan Syfa up dobel.


Pembaca yang bijak, jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Like


Komen


Vote


Rate


Gift

__ADS_1


Favorit


Selamat menjalankan ibadah di detik-detik terakhir. Jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia😘.


__ADS_2