Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 37


__ADS_3

"Apa yang melewatkanku, tidak akan pernah menjadi takdirku. Dan apa yang di takdirkan untuk ku tidak akan pernah melewatkanku."


By, Umar bin Khattab.


"Siapapun dia yang masuk dalam hidupku, sebesar ataupun sekecil apapun perannya, adalah sudah ditakdirkan. Apapun peristiwa yang terjadi dalam hidupku, sepenting atau seremeh apapun adalah juga sudah di takdirkan.


Apa yang harus aku khawatir? Jika aku di buat begini, menjadi begini, di jalan ini, maka ini adalah bukan lahan coba-coba bagi Dia untuk hidupku.


Sekuat apapun aku menghindari ataupun menolak, bila itu sudah ditakdirkan atas hidupku, maka bagaimana pun caranya hal itu tetap terjadi jua, begitupun sebaliknya, karena tidak ada selembar daun pun yang jatuh atas izin Tuhan."


🍂🍂🍂


Selamat membaca.


Hati Ria sangat panas melihat Reyhan menggandeng mesra Hanna. Bukan karena dia cemburu akan tetapi karena Reyhan sudah tidak bisa lagi menuruti kemauannya.


"Dasar, perempuan ******, tunggu apa yang akan aku lakukan kepadamu, bersiap-siaplah karena sebentar lagi semua akan segera berakhir." Ria bermonolog, sambil melangkah pergi.


Di dalam mobilnya, Ria menelpon seseorang ntah apa yang dia bicarakan yang jelas dia menyuruh seseorang untuk mengawasi Hanna. Mungkin juga untuk menghabisi Hanna.


"Kerjakan apa yang aku perintahkan, ingat jangan sampai gagal," ucapnya di ujung telpon.


Sementara Hanna yang baru saja sampai langsung di sambut oleh kedua anak sambungnya dan juga mertua yang selalu menyayanginya itu.


"Mama, mama, mama sudah pulang, hore... " teriak keduanya menggema diseluruh ruangan. Sehingga sang mama juga ikut keluar di buatnya.


"Eh, Nana sudah pulang, Sayang!


Hanna menghampiri sang mertua, mencium tangan itu." Mama apa kabar?" Tanya nya pada sang Mama.


"Mama baik, Sayang. Kamu bagaimana, mama kamu?


" Alhamdulillah, Ma. Semua baik dan sehat, " jawab Hanna.


Setelah itu Hanna berpamitan kepada Rita, dengan langkah sedikit lelah dia menuju kamar tidurnya yang terletak dilantai dua rumah itu. Kamar yang dua kali lipat lebih luas dari kamar dirumahnya, dengan dekorasi yang apik, warna korden yang senada dengan dindingnya, bad ukuran big size, dengan kamar mandi, sofa dan beberapa aksen lagi didalamnya membuat siapapun yang ada disana akan betah berlama-lama. Begitupun Hanna, kamar merupakan tempat favoritnya selain dapur, tempatnya bergulat dengan alat dapur dan teman-temannya.

__ADS_1


Selesai membereskan baju-bajunya Hanna yang hendak menuju kamar mandi tiba-tiba saja sang Suami datang. Memeluk tubuh mungil itu dari belakang. Sehingga membuat Hanna sedikit terkejut di buatnya.


"Be, aku mandi dulu ya. Nggak enak kelamaan di kamar." Hanna mencoba melepaskan tangan kekar itu dari tubuhnya.


"Nanti dulu lah, aku masih kangen," Sambil menciumi tengkuk sang istri. Seketika darah Hanna berdesir mendapatkan perlakuan itu seperti itu. Membuat dirinya tak berdaya jika Reyhan mulai bermain-main dengan tubuhnya.


"Be, kamu nakal banget, sih! Bukannya tadi dirumah sudah. Kenapa kenapa sekarang mau lagi." Hanna masih berusaha melepaskan tangan yang masih setia memeluknya itu.


"Kamu cerewet banget, sih. Coba kamu hitung berapa hari kamu tinggal dirumah mama."


" Cuma tiga hari saja."


"Tiga hari dari mana, seminggu sayang, seminggu. Dan sekarang kamu harus ngasih jatah dobel ke aku," Rey mencoba bernegosiasi.


"Ya sudah, nanti saja, aku masih capek, belum mandi, belum masak juga buat makan malam. Nggak enak sama mama, nanti nungguin lagi," ucap Hanna.


"Ya sudah," Reyhan melepaskan pelukannya.


Hanna berusaha tidak tertawa melihat muka Reyhan yang sedang merajuk, dengan segera dia menyambar handuk dan berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya dikamar mandi Hanna sudah tidak sanggup lagi menahan tawanya. Dia tertawa lepas hingga terdengar dari luar kamar mandi.


"Sayang kamu kenapa!" Reyhan mengetuk pintu kamar mandi itu.


Reyhan kembali ketempat duduknya, melihat gambar sang istri yang berada di dalam ponselnya." Cantik, solehah, baik hati dan Penyayang, Sempurna." Reyhan tersenyum melihat wajah sang istri.


Tidak lama kemudian, Hanna keluar hanya dengan menggunakan handuk yang membungkus sebagian tubuhnya. Kulitnya yang bersih, kakinya yang jenjang membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terkena, begitupun Reyhan.


"Sayang! Kamu mau menggodaku?" Reyhan mengerlingkan mata kearah Hanna.


"Nggak kok, Be. Cuma lupa bawah baju ganti aja tadi," jawab Hanna. Lalu berlari kearah ruang ganti, belum sempat memakai apapun kembali Reyhan memeluk wanita cantik itu.


"Sayang, maaf ya." Reyhan langsung saja menggendong Hanna dengan paksa. Dan lagi kejadian tadi siang di rumah Hanna kembali terjadi.


Hampir dua jam mereka bergelut di bawah selimut yang sama, hingga membuat Hanna bener-bener kelelahan. Sementara Reyhan tersenyum bahagia melihat sang istri tertidur disebelahnya hanya berbalut selimut.


"Maaf, aku sudah tidak sabar lagi untuk menunggu nanti malam, Sayang." Rey sembari mencium kening sang istri.

__ADS_1


"Terima kasih, sudah menerimaku apa adanya," ucap Reyhan lagi.


*


*


*


Sementara di sebuah klub malam, seorang wanita berusia 33 tahun sedang asik menikmati suasana sembari meneguk minuman beralkohol, alih-alih menghilangkan beban yang ada di dalam kepalanya dia justru terperosok kedalam lubang yang sama.


Usia tidak dapat menjamin kematangan seseorang, kadang orang dengan usia mudah lebih dapat memahami apa arti hidup yang sebenarnya. Begitu pula Ria di usianya yang sudah bukan remaja lagi justru dia semakin menjadi. Gila harta, gila karena laki-laki, gila dengan semua hal yang berhubungan dengan kenikmatan dunia. Sehingga dirinya menghalalkan segala cara untuk apapun yang dia inginkan.


"Hallo, Bos!" Sapa seseorang dengan tubuh tinggi, hitam, berotot dengan rambut sedikit ikal.


"Wah kebetulan sekali, aku butuh bantuan kamu, " Ria memukul pelan bahu kekar itu.


"Apa yang bisa saya bantu,"


"Habisi perempuan ini," Ria menyodorkan foto yang berada didalam ponselnya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Terima kasih masih setia dengan ADM jangan lupa jejaknya ya gess. Sambil nunggu up selanjutnya jangan lupa mampir ke karya temen aku yang nggak kalah seru, Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Bidadari Surga Milik Adnan



Like


Komen


Vote


Gift

__ADS_1


Juga Favorit.


Jaga kesehatan jangan lupa bahagia 😘.


__ADS_2