Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 28


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Reyhan segera mencari keberadaan Hanna. Melihat kondisi rumah yang sepi membuat dia mulai tidak bersemangat.


"Kok tumben ya, Sepi! " ucapnya dalam hati.


Reyhan menuju kamar tidurnya di lantai atas, dengan sedikit berlari kecil ditangga dia mempercepat langkah kakinya. Begitu pintu kamar terbuka Reyhan tersenyum lebar melihat wanita yang sangat dia cintai ternyata sedang tertidur di bad king size miliknya itu.


Reyhan menutup pintu kemudian mendekati sang istri. Di belainya rambut hitam terurai yang sebagian menutup bagian wajah cantik itu. Setelah beberapa saat memandangi wajah yang dia rindukan, Reyhan beralih mencium kening sang istri sebelum akhirnya dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Hanna terbangun saat dia mendengar suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi yang berada didalam ruangan itu. Mencoba mencari tahu siapa yang sedang berada di dalam sana. Dilihatnya sekeliling ruangan itu, Hanna menemukan dompet dan kunci mobil yang ditaruh di atas nakas, hingga membuat Hanna tersenyum sumringah di buatnya.


"Alhamdulillah, akhirnya Mas Reyhan pulang juga." Hanna seraya melangkah ke arah wolk in closed dimana baju-baju miliknya dan Reyhan tersimpan. Diambilnya setelan celana jeans selutut dan kaos berwarna putih itu, ditaruh di sisi ujung ranjang.


Reyhan keluar dari kamar mandi, dilihatnya sangat istri sedang sibuk dengan ponselnya sambil duduk di sofa. Mengetahui Reyhan sudah selesai dengan ritual mandinya Hanna mendongak menatap sang suami yang sudah rapi itu.


Reyhan mendekati sang istri, di ciumnya kening itu dengan lama, seakan baru pertama berjumpa setelah sekian purnama, padahal hanya semalam saja mereka tidak bersama.


"Mas, sudah ah. Kayak nggak ketemu berapa abad saja," ucap Hanna.


"Kangen, Sayang." Reyhan sambil terus mendekap sang istri.


"Sudah makan?" tanya Hanna


"Belum," jawab Rey singkat.


"Ya sudah, ayo makan." Hanna hendak berdiri namun di cegah oleh Reyhan.


"Maunya makan kamu, boleh." Reyhan sambil terus menciumi sang istri.


"Ih, genit," sahut Hanna.


"Genit juga sama istri sendiri, kan nggak ada yang melarang, Sayang."

__ADS_1


"Iya." Hanna tersenyum manja.


Akhirnya keduanya larut dalam candaan yang berujung dengan adegan panas di siang bolong itu, keduanya saling menikmati sentuhan satu sama lain, selesai menikmati surga dunia itu keduanya mandi bersama hingga dua jam lebih di kamar mandi, ntah apa yang meraka lakukan. (Syfa skip, jangan di bayangin lagi puasa, ntar puasanya batal🤭)


Setelah selesai dengan ritual mandinya mereka bergegas turun, Hanna menuju dapur karena sang suami sudah protes, karena cacing-cacing yang ada di dalam perutnya sudah mulai memberontak.


"Mau dimasakin apa?" tanya Hanna.


"Apa saja, asal kamu yang masak pasti terasa nikmat." Reyhan mengamati Hanna yang sedang sibuk dengan bumbu dapur.


"Iya dong, karena masaknya di bumbui dengan cinta dan kasih sayang," ucap Hanna dengan Pede nya.


"Wah, istri cantiku mulai pandai menggombal rupanya," goda Reyhan.


"Gombalin suami sendiri boleh, kan!" Ucap Hanna dengan genit.


"Boleh banget kok, Sayang," Reyhan menimpali.


"Tara ...," Sudah selesai." Hanna tersenyum bahagia masakannya sudah terselesaikan.


"Sudah, silahkan di makan pak Bos." Hanna setelah selesai mengambilkan nasi Reyhan.


"Mau lauk apa? tanya Hanna.


" Sudah aku ambil sendiri saja, kamu juga harus makan," Reyhan melarang Hanna mengambilkan lauk untuknya. Keduanya menikmati makan siang itu, Reyhan membuka obrolan disela-sela mereka makan.


"Sayang, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu." Reyhan sambil mengunyah makanannya.


"Katakan saja, Be," ucap Hanna.


"Pak Bram sudah sadar, tapi ....," Reyhan menjeda ucapannya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, tapi kenapa, By?" tanya Hanna.


"Dia meminta ku untuk tetap mempertahankan pernikahan bersama Ria." Reyhan memandang kearah Hanna, ingin tau bagaimana reaksi istri siri nya itu.


Sementara Hanna langsung menghentikan makannya, mendongak ke arah Reyhan. Mencari tau kebenaran ucapan yang baru saja dia dengar.


"Ya, pertahankan saja, Be. Memang sejak awal aku hanya orang ketiga diantara kalian. Jadi, lakukanlah jika itu memang yang terbaik buat kita semua." Hanna berucap dengan nada bergetar. Isi kepalanya mengatakan dia memang orang ke tiga, walaupun dalam hatinya dia berharap Reyhan menepati janjinya untuk menceraikan Ria.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Reyhan seraya memandang sng istri.


"Ya, aku baik-baik saja." Hanna kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Tidak ada lagi pembicaraan diantara keduanya, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Seusai makan Hanna langsung berdiri membereskan sisa makanan, dan membersihkan piring kotor bekas dia dan Reyhan pakai buat makan.


Reyhan yang belum beranjak dari kursi makan itu memperhatikan Hanna, terdapat gurat kesedihan di wajah sang istri. Membuat Reyhan merasa bersalah telah memberitahu sang istri tentang keinginan pak Bram.


"Sayang, maaf, ucap Reyhan lirih.


" Maaf untuk apa, Be?" tanya Hanna.


"Untuk semua kata-kata ku tadi, pasti sudah membuat kamu sedih dan kecewa sama aku." Reyhan memeluk Hanna yang sedang berdiri mencuci piring.


Hanna hanya tersenyum, dia berusaha tetap baik -baik saja walau dalam hatinya memang ada rasa kecewa kepada sang suami.


"Sudahlah, Be. Jangan di bahas lagi, lakukan apapun jika itu memang terbaik buat kita semua. Aku juga minta maaf harus berada di antara kalian." Hanna dengan mata berkaca-kaca namun bibir tetap berusaha tersenyum.


Terima kasih, buat yang setia sama kisah Reyhan, Hanna, dan Ria. Jangan lupa tap jempolnya ya, komen, rate juga gift. Di tunggu jejaknya ya, yang paling banyak like komen sama gift terbanyak bakal Syfa kasih doorprize di akhir kisah cerita ini.


Selamat menunaikan ibadah puasa buat yang menjalankan, semoga selalu sehat dan bahagia 😘. Sambil nunggu up selanjutnya jangan lupa mampir ke karya Syfa yang masih baru, Ramaikan juga gaess, di tunggu jejaknya ya, The Somplak Family, Chat Story yang terinspirasi dari gc Somplak yang Syfa buat beberapa bulan lalu.


__ADS_1


__ADS_2