Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 80


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Hanna bangun, dengan segera dia membersihkan diri, walaupun mata masih terasa sulit untuk membuka semua. Namun dia tetap bangun juga. Membersihan tubuhnya yang lengket akibat pergumulan semalam dengan sang suami.


Beberapa saat kemudian, Hanna membangunkan Reyhan, karena dia tidak mau Reyhan terlambat pulang. Jam dua siang jadwal penerbangan ke Jakarta. Belum lagi empat sampai lima jam perjalanan dari kota kecil ini menuju Bandara Juanda Surabaya.


"Be, bangun." Hanna menggoyang pelan tubuh Reyhan. Sementara yang di bangun kan malah asik dengan guling yang ada dipelukannya.


"Be, bangun!" Hanna sedikit berteriak. Reyhan segera bangun.


Keduanya kini telah menikmati sarapan. Kali ini mereka tidak keluar hotel. Memesan makanan dari restoran di mana Hanna bekerja.


"Pelan-pelan Be, jangan kayak orang nggak pernah makan gitu. Nanti keselek, lho." Hanna menyodorkan segelas air minum kepada Reyhan.


"Habis enak banget sayang!" Reyhan nyuap nasi ke mulutnya.


"Kamu mau coba?" Tanya Reyhan.


"Nggak! Sudah sering makan itu, aku ini saja." Hanna menunjukan sup iga di depannya.


Seusai sarapan, mereka kembali ke kamar, Hanna membereskan semua baju-baju Reyhan. Sementara Reyhan asik dengan ponselnya.


"Sayang!" Kamu nggak mau nganterin aku ke bandara gitu?" Tanya Reyhan.

__ADS_1


"Nggak lah, Be. Capek!" Jawab Hanna sembari terus mengemas barang-barang Reyhan.


"Kok gitu, sih! Suami pulang malah di biarin. Kalau hilang bagaimana?" Tanya Reyhan.


"Emang siapa yang mau sama kamu, istri uda dua juga, masih kurang!" tegas Hanna sewot.


Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan Hanna. Ternyata candaannya menjadikan sang istri sewot. Tapi, Reyhan tidak tinggal diam ada saja tingkahnya hingga membuat Hanna luluh kembali.


Jam delapan lebih tiga puluh menit, Reyhan segera berangkat menuju Surabaya. Dalam hati sebenarnya dia tidak tega meninggalkan Hanna sendirian di kota yang tidak ada sanak saudara sama sekali.


"Sayang, aku pulang ya. Kamu hati-hati, di sini tidak ada satupun keluarga kita." Reyhan mengecup kening Hanna, kemudian turun ke bibir ranum itu walau cuma sebentar.


"Kamu hati-hati juga ya, Be. Jangan lupa begitu sampai kamu langsung kasih kabar ke aku," pesan Hanna.


Tidak lama kemudian mobil mewah itu pun berlalu dari hadapan Hanna. Ada rasa sedih tersirat di hati Hanna. Namun di harus berusaha tegar, ini semua demi kelangsungan keluarga dan pernikahan mereka.


*


Sementara di kediaman Ria, wanita itu meronta kesakitan. Memegang perutnya yang serasa di iris-iris. Dia memainkan tuas kursi rodanya, berusaha mengambil air minum yang terletak diatas meja. Namun naas belum sempat dia mengambilnya, gelas dan teko itu jatuh, karena Ria tidak hati-hati mengambilnya. Pelayan yang mendengar pun segara berlari menuju sumber suara. Dan benar saja Ria sudah jatuh di antara pecahan-pecahan kaca yang berserakan.


"Astaghfirullah, nyonya! Pembantu rumah tangga itu berlari mendekati Ria. Mengetahui Ria tidak sadarkan diri dia langsung mencari keberadaan pak Edi sang supir.

__ADS_1


" Bang! Bang! Buruan, nyonya jatuh bantuin." Teriak pembantu itu sembari berjalan ke arah Bang Edi.


Keduanya membantu Ria, di bawahnya Ria ke rumah sakit, karena ada beberapa bagian tubuhnya yang terkena pecahan gelas yang jatuh. Bang Edi pun segera menghubungi Reyhan, namun nihil ponsel Reyhan dalam mode tidak aktif. Kemudian dia menghubungi Rita, Rita dan Wisnu pun segera menyusul kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, pelayanan itu menceritakan kejadian yang menimpa Ria. Hampir setengah jam menunggu, akhirnya dokterpun keluar menemui Rita dan Wisnu.


"Keluarga saudari Ria!" Ucap sang dokter.


"Iya, dok! Rita dan Wisnu mendekati dokter.


" Bagaimana keadaan Ria, dok? Tanya Wisnu.


"Bu Ria, dalam keadaan masih belum sadarkan diri. Berdo'a saja semoga dia segera siuman. Dan satu lagi, ini masih menjadi diagnosa awal dari saya. Tapi, nanti kita bisa melakukan cek up secara menyeluruh setelah beliau siuman. Bu Ria sepertinya mengidap kangker yang sudah kronis. Namun, ini masih belum sepenuhnya positif. Kita lihat saja nanti setelah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan," terang sang Dokter.


Rita menutup mulutnya yang menganga mendengar penutur dari dokter, Dia tidak pernah mengira bahwa Ria mengidap penyakit yang serius.


"Terima kasih, Dok! Wisnu menyalami Sang Dokter, sebelum akhirnya dokter itu pamit pergi meninggalkan mereka.


🍂


Bagaimana reaksi Reyhan kalau tau si Ria mengidap kangker. Yuk kepoin up selanjutnya ya. Pembaca yang bijak jangan lupa jejaknya ya. Eits satu lagi, Syfa bawah karya temen Syfa jangan lupa mampir ya gaess. Karya @Harumini. Dengan judul My Wife Sugar Mommy.

__ADS_1



__ADS_2