Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 44


__ADS_3

Jika yang ku dapat hanya rasa sakit, maka tidak ada lagi alasan untuk bertahan dengan orang yang benar-benar tidak mencintai ku. Karena aku hanya akan bertahan dengan orang yang benar-benar tulus mencintai ku. Tanpa ada syarat apapun.


Tidak ada yang pernah tau nasib seseorang kedepannya seperti apa, pesannya hanya satu jangan pernah menyepelekan orang lain, apalagi merasa bahwa harta diatas segalanya. Ingat harta bisa membuat orang bahagia. Tapi, bahagia tidak dapat di beli dengan harta.


🕊


Selamat membaca.


Tanpa sepengetahuan Ria, Reyhan melaporkan kasus penculikan ini kepada pihak yang berwajib. Tepat jam 09.30 pagi Reyhan telah sampai dimana Hanna disekap. Beberapa orang polisi juga ikut bersama Reyhan. Tiga diantara tidak berpakaian dinas, melainkan berpakaian biasa untuk mengecoh para penculik itu.


"Mas, mas. Mau tanya?" Tanya salah seorang polisi itu kepada anak buah Ria yang sedang berjaga di depan rumah.


"Iya ada yang bisa saya bantu."


"Jalan kenanga nomor 79 dimana ya, Pak."


" Di ujung jalan sana belok kiri," terangnya.


"Bisa minta tolong di antar!"


" Oh, mari silahkan saya antar."

__ADS_1


Keduanya berjalan melewati mobil Reyhan yang sedang terparkir di ujung jalan. Melihat itu, salah seorang petugas turun dan menuju rumah itu. Di lihatnya kedalam melalui celah jendela yang hordennya sedikit terbuka. Dapat dilihat Ria sedang bermain-main dengan Hanna menggunakan belatih yang diarahkan ke wajah Hanna. Hanna yang telah membuka mata hanya bisa pasrah dan memohon kepada sang pemilik kehidupan agar ada orang yang segera datang menolongnya.


Tidak lama kemudian kedua polisi itu bersama Reyhan sudah siap untuk meringkus Ria beserta kedua anak buahnya. Begitu pintu di ketuk dengan segera anak buah Ria membukanya dan mereka semua terkejut melihat ada orang asing di tempat mereka.


"Siapa kalian! Ucapnya dengan tegas.


Salah seorang komandan polisi itu menunjukkan kartu identitasnya, mereka bertiga panik bukan kepalang, apalagi Ria, wajahnya seketika menjadi merah saking takutnya.


Ria membuka ikatan pada kaki Hanna, menyuruhnya berdiri dengan belati masih setia ditangan Ria.


" Jangan ada yang berani bermain-main dengan ku, atau leher wanita ini akan aku robek!" Ria sambil berjalan, tangan kirinya memegang lengan Hanna, sementara tangan kanannya masih setia dengan belati yang setiap saat bisa menggores leher Hanna.


Reyhan yang melihat itu tidak bisa melakukan apapun, karena barang sedikit saja dia berusaha menolong Hanna, Ria tidak segan-segan untuk melukai wanita berhijab itu.


Ria tidak menjawab sekata pun ucapan Reyhan, dia terus saja berjalan hingga diluar rumah tua itu. Begitu sampai di gerbang utama barulah dia melepaskan Hanna, sementara dia sendiri segera masuk kedalam mobilnya. Dengan segera dia menancap gas, menjauhi para polisi itu. Tanpa dia sadari kecepatan mobilnya diatas rata-rata. Begitu sampai di sebuah tikungan tajam Ria tidak bisa lagi mengendalikan mobilnya. Mobil beserta pengemudinya menabrak pembatas jalan.


Mobil bagian depannya ringsek tak beraturan, sementara pengemudinya entah bagaimana nasibnya. Ditemukan masih dalam keadaan bernyawa itu sudah merupakan sebuah anugrah dari Tuhan, namun semua orang yang melihat kejadian itu memperkirakan pangemudi sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


.


Sementara setelah kepergian Ria, dengan segera Reyhan membuka ikatan yang menempel di tangan Hanna, dan membuka penutup kain yang menyumpal mulutnya. Begitu terlepas Hanna menghambur memeluk sang suami.

__ADS_1


"Maafkan aku, Sayang. Semuanya terjadi karena kelalaian ku." Reyhan mengerat kan pelukannya.


Kedua polisi yang bersama Reyhan juga telah meringkus kedua anak buah Ria. Mereka langsung di gelandang menuju kantor polisi dengan menggunakan mobil patroli. Reyhan beserta Hanna berpamitan kepada petugas itu. Mereka akan segera kembali ke rumah Reyhan.


Begitu melewati tikungan di ujung jalan mata mereka diperlihatkan mobil Ria yang sudah ringsek dan terbalik, masih ada beberapa petugas patroli sedang mengevakuasi korban yang berada di dalam mobil itu. Reyhan dan Hanna segera keluar dari mobilnya. Melihat dan memastikan kalau itu benar-benar Ria atau bukan.


"Mas, Mbak Ria!" Hanna seketika menangis melihat kondisi Ria yang sangat mengenaskan.


🐰


Pembaca yang bijak jangan lupa tinggalkan jejaknya gaess.


Like


Komen


Vote


Gift


Rate

__ADS_1


Favorit.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Jaga kesehatan jangan lupa bahagia😘


__ADS_2