
Senja di ufuk barat mulai menyingsing, digantikan kegelapan malam dengan bertabur ribuan bintang. Malam ini adalah malam yang sepesial buat Dicky dan Aisyah. Kedua orang tua sambung Dicky datang ke rumah Aisyah untuk meminangnya menjadi menantu.
Orang tua Aisyah sempat ragu dengan Iky, karena rencana lamaran yang sempat tertunda beberapa saat yang lalu. Namun setelah Wisnu menceritakan semua yang terjadi di keluarganya, keluarga Aisyah bisa memakluminya.
"Bagaimana, Pak. Apakah lamaran ini diterima atau sebaliknya," ucap Wisnu.
Jangan di tanya lagi soal Iky, andai saja detak jantung bisa terdengar mungkin bunyinya sudah mengganggu siapapun yang ada di dekatnya. Deg degan panas dingin tidak karuan sedang melandanya saat ini. Apa lagi ayah Aisyah tidak kunjung memberikan jawaban atas lamarannya.
Hening. Semua diam tidak ada yang bersuara satupun. Lantas ibunda Aisyah segera menyenggol lengan sangat suami yang ternyata sedang melamun.
"Yah." Senggolan tangan sangat istri membuyarkan lamunannya.
"Eh, iya. Maaf Pak, saya serahkan semua pada Aisyah, karena mereka berdualah yang akan menjalani kehidupan selanjutnya.
" Sya, bagaimana Sya. Apa kamu sudah siap menikah?" Tanya ayahnya.
"Aisyah, Aisyah, siap kalau ayah sama bunda memberi izin.
" Alhamdulillah, InsyaAllah Ayah sama bunda merestui kalian," ujar ayah Aisyah matab.
"Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi nggak jadi bujang, uda ada gandengan," celetuk Dicky yang di ikuti tawa dari kedua belah keluarga.
Semua tertawa mendengar ucapan Dicky yang sedikit mbanyol. Sehingga suasana yang awalnya sedikit tegang kini mulai mencair.
__ADS_1
Acara lamaran berjalan dengan lancar, Dicky dan kedua orang tuanya pun berpamitan. Lega itulah yang dirasakan Iky dan keluarganya. Acara lamaran tadi juga membicarakan kapan acara pernikahan akan segera dilangsungkan. Beberapa hari lagi, tepatnya setelah tujuh hari kematian Bram. Sebenarnya acara bisa saja dilangsungkan lebih awal. Namun, melihat kondisi Reyhan yang masih berduka itu membuat mereka mengundurkan acara itu.
.
Di rumah sakit, Ria sudah beberapa kali mengerjapkan mata, berusaha untuk mengingat kejadian beberapa waktu lalu yang menimpanya. Satu menit, dua menit, tiga menit. Hingga akhirnya Ria mengingat kejadian Naas yang menimpa dirinya. Merasa kakinya tidak dapat di gerakkan membuatnya histeris hingga mengagetkan Reyhan dan Hanna yang sedang istirahat di sofa.
Reyhan dan Hanna segera berlari mendatangi brangkar tempat Ria berbaring. Ada sedikit rasa iba tersemat di hati Reyhan. Namun segera dia tepis mengingat dirinya sudah menalak Ria beberapa waktu lalu.
Hanna segera memanggil dokter yang bertugas menanganinya. Sesaat kemudian datang lah sang dokter, dengan segera memeriksa keadaan Ria yang baru sadarkan diri.
"Alhamdulillah, keadaan bu Ria mulai membaik, hanya tinggal penyembuhan pada bagian kaki saja, yang mungkin akan membutuhkan waktu sedikit lama," terang sang dokter.
Tanpa aba-aba Ria mencoba menggerakkan kakinya kembali. Ternyata kakinya tidak dapat merasakan apa pun, juga tidak bisa di gerakkan, sehingga membuatnya terus berteriak.
" Mas, kakiku kenapa? Kenapa tidak bisa bergerak?" Ria terus saja menangis.
Dokter menjelaskan dengan detail bahwa kakinya mengalami kelumpuhan, akibat kecelakaan yang di alaminya tiga hari yang lalu.
Ria kembali histeris,Hanna mencoba mendekati Ria, namun Ria menolaknya. Segera Hanna mundur dan sedikit menjauh dari brangkar itu.
"Pergi! Pergi nggak sudi gue lihat muka loe." Ria sembari menunjuk Hanna, menyuruhnya untuk pergi.
"Aku keluar saja ya, Mas!" Pamitnya pada Reyhan.
__ADS_1
"Tunggu! Aku ikut keluar bersamamu." Reyhan sembari melangkah.
"Tega kamu, Mas!" Ria berteriak.
Reyhan menghentikan langkahnya, begitu pula Hanna seketika langsung berhenti. Reyhan berbalik ke arah Ria, dia ingin memberitahu bahwa selama dirinya tidak sadarkan diri Hanna lah yang merawat dirinya.
"Ria, asal kamu tau. Selama tiga hari kamu tidak sadarkan diri Hanna lah yang merawat mumu," ucap Reyhan tegas.
🍂🍂🍂
Maaf gaess telat update, lagi nyiapin persiapan buat lebaran.
Pembaca yang bijak, jangan lupa tinggalkan jejak, ya.
Like
komen
gift
rate
vote
__ADS_1
favorit