
"Tante cantik!" Aqila dan Hafiz berlari memeluk Hanna.
"Kok kalian bisa ada disini, sama siapa? Tanya Hanna pada keduanya.
" Tuh, sama Papa, Oma dan Opa." Aqila sambil menengok ke arah tiga orang tua itu.
"Jadi ...," Hanna menggantung ucapannya.
"Iya, hore ... hore ... hore ...," teriak Qila dan Hafiz saat mengetahui keberadaan Hanna.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Rita.
" Tante cantik yang dulu nolongin kita, Oma," jelas Qila.
Ketiga orang tua itu terkejut melihat kebahagiaan Aqila dan Hafiz, pasalnya merek berdua tidak pernah sebahagia itu sebelumnya. Reyhan tersenyum melihat ketiganya. Tanpa diduga ternyata tante cantik yang selama ini selalu di bicarakan Qila dan Hafiz adalah Hanna, sekretaris Reyhan sendiri.
"Alhamdulillah, mungkin ini sudah jodohnya Reyhan dan anak-anak." Wisnu mengusap muka dengan kedua tangannya.
"Semoga ini yang terbaik, Pa." Mama Rita menoleh ke arah Wisnu.
Mama Rita mengajak Hanna dan kedua cucunya untuk pindah keruang tengah, karena disana mereka bisa leluasa berbincang dengan santai. Mama Rita bersebelahan dengan Papa Wisnu, sementara Reyhan duduk bersebelahan dengan Hanna, Qila yang bergelayut manja ke Hanna membuat Hafiz iri. Dia hanya diam cemberut.
"Hey, kenapa dengan jagoan Papa, kok cemberut aja?" Tanya Reyhan.
"Kak Qila jahat, mulai tadi nempel terus ke tante Cantik, nggak mau gantian sama Hafiz." Protes Hafiz dengan muka cemberut.
Para orang tua itu tertawa mendengar penuturan Hafiz. Anak kecil yang masih polos berkata jujur, membuat geli siapapun yang mendengar nya.
"Qila, Hafiz, sini sayang. Kasihan tante cantik kalau kalian nempel terus. Sini duduk sama Oma sama Opa." Wisnu mengajak kedua anak itu berpindah tempat duduk. Dak keduanya pun menurut. Kini giliran Mama Rita yang mulai berbicara, bertanya tentang Hanna dan keluarganya.
__ADS_1
"Nak Hanna maafkan cucu-cucu Mama ya, maklumlah, mereka kurang kasih sayang dari mamanya." Mama Rita dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak papa Tante, Hanna mengerti." Jawab Hanna disertai senyuman.
"Ma, Hanna juga sebenarnya tinggal di Jakarta, karena pekerjaan, jadi sementara dia tinggal di sini," jelas Reyhan.
"Disini tinggal dimana? Tanya Mama Rita lagi.
" Numpang di tempat teman, Tante," jawab Hanna.
"Kenapa nggak tinggal disini saja, kan Rey sendirian.
"Ma ... Apa kata orang kalau Rey tingal seatap sama wanita bukan muhrimnya," Wisnu mengingatkan sang istri.
"Ya sudah, kalian nikah saja, beres kan." Rita sembari melirik sang putra.
Hanna membeliak mendengar ucapan mama Rita, dia tidak menyangka bahwa respon keluarga Reyhan begitu baik kepadanya.
"Kan yang dibilang Mama ada benarnya juga Rey," Wisnu menimpali.
"Ya, ya, gimana ya, Hanna juga belum minta izin sama ibunya, Ma." Reyhan sambil melirik kearah Hanna.
"Biar Mama saja yang mengurus semuanya di Jakarta. Serahkan semua sama Mama, pasti beres," ucap Rita penuh semangat.
"Tapi, Tan. Bukannya Mas Reyhan sudah beristri?" Tanya Hanna.
"Mereka nikah sah. Tapi, bohongan," terang Mama Rita.
Hanna mengernyit, mendengar penuturan Mama Rita, antara bingung dan bahagia. Dia memberi kode kepada Reyhan, namun tidak ada respon apapun dari Reyhan.
__ADS_1
"Nggak usah bingung, nanti aku jelasin semua. Yang penting sekarang, kamu benar-benar mau apa tidak menikah dengan ku?" Tanya Reyhan.
"Tapi, Mas ...
" Aku juga minta maaf, karena aku juga belum bisa menikahi mu secara negara, jadi untuk sementara waktu kita nikah di bawah tangan dulu. Masalah Ria jangan kamu jadikan beban, aku dan dia hanya menikah kontrak, setelah dia mendapatkan yang dia mau, kita bakal mengakhiri semuanya.
Hanna lebih bingung lagi saat melihat kedua anak kecil itu," Nikah kontrak, tapi punya dua anak, apa yang sebenarnya terjadi, mereka berdua anak siapa? Begitu banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di benak Hanna.
"Sudah telpon dulu Mama kamu, minta izin sama beliau. Nanti begitu Mama sampai Jakarta biar Mama yang jelasin semua sama Mama kamu," Terang Reyhan.
"Hanna pun menurut apa saja yang dikatakan oleh Reyhan, tidak ada sedikitpun penolakan dari Hanna.
" Ya sudah, kita makan dulu saja, kasihan mantu Mama sejak tadi diajak ngobrol saja." Ajak Mama Rita.
"Ayo," Ajak Reyhan pada Hanna.
Mereka semua berpindah ke meja makan, dimana disana sudah di sediakan beberapa masakan favorit Reyhan.
"Ayo sayang, makan yang banyak," ucap Mama Rita.
Sementara Aqila dan Hafiz yang merasa terabaikan mulai berulah, keduanya mendekat kearah Hanna, dengan segera keduanya meminta Hanna untuk menyuapinya secara bersamaan.
"Tante Cantik, Qila mau di suapin Tante, Hafiz juga tante," sahut Hafiz.
"Eh, eh, eh ... Kalian ngapain, sini biar Oma yang suapin kalian, kasihan tante Cantik, nanti kalau tidak mau kesini lagi bagaimana?" Oma Rita berusaha membujuk kedua cucu nya itu.
Setelah selesai makan malam, tidak berapa lama kemudian, Reyhan mengantarkan Hanna untuk pulang kerumah Om Alif. Dalam perjalanan keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing. Reyhan yang sangat berharap bisa meminang Hanna Akhirnya menepikan mobilnya di sebuah taman.
"Kita turun sebentar, Ya. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan serius." Rey memegang tangan kanan Hanna.
__ADS_1
🐦
Apa nih yang mau di omongin sama Reyhan? Penasaran tunggu up selanjutnya ya, jangan lupa Like, komen, vote, gift, rate juga favnya. Pokoknya ditunggu jejaknya ya gaesss. 😘