
"Kita pulang ya?" Permintaan Reyhan untuk yang kesekian kalinya.
Hanna tidak enak hati, dengan terpaksa dia mengiyakan keinginan suaminya. Reyhan begitu senang saat Hanna menganggukkan kepala pertanda setuju.
"Nunggu mama dulu ya, Be!
" Iya!" Reyhan mencium kening sang istri.
Hampir satu jam Hanna dan Reyhan menunggu, akhirnya Rika sang mama datang juga. Dengan tersenyum lebar Hanna menyambut kedatangan mamanya itu.
"Assalamu'alaikum, Ma!" Sapa Reyhan menghampiri mama mertuanya. Kemudian mencium tangan yang sedikit keriput itu.
"Waalaikumsalam, Nak Rey. Kapan datang?" tanya Rika kepada menantunya itu.
"Tadi, Ma. Jam satu siang," jawab Reyhan dengan sopan.
"Ma, mas Reyhan datang untuk menjemput Hanna," ucap Hanna.
"Katanya masih lama disini, kenapa sekarang buru-buru.
" Kasihan anak-anak, mereka selalu mencari Hanna," ucap Hanna lagi.
"Ya sudah, nanti bawah mereka berlibur kesini, Mama pasti senang dengan kehadiran mereka."
"Iya, Ma. Lain waktu anak-anak akan Reyhan ajak kesini.
Sementara Reyhan dan ibu mertuanya berbincang Hanna pergi ke kamarnya untuk berkemas. Beberapa pakaian sengaja dia tinggal, agar nanti saat berkunjung tidak perlu lagi membawakan baju ganti.
" Sudah, Mas." Hanna sembari membawa koper miliknya.
"Ma, Hanna Rey bawah pulang dulu ya, nanti kita bakal sering ngunjungi Mama."
__ADS_1
"Iya, dia tanggung jawab kamu, Nak! Jaga dia baik-baik, jangan pernah buat dia menangis ataupun terluka." Rika sambil memeluk putri nya itu.
"Iya, Ma. Reyhan janji akan selalu membuat Hanna bahagia." Reyhan sambil tersenyum.
"Kita pulang dulu ya, Ma." Assalamu'alaikum," Hanna berpamitan di ikuti Reyhan di sampingnya. Mencium tangan sang Mama, kemudian melangkah pergi meninggalkan rumah itu.
"Hati-hati di jalan, Nak?" Rika sembari melambaikan tangan.
Dalam perjalanan pulang, keduanya saling diam, ntah apa yang ada di pikiran keduanya, yang jelas bukan masalah orang tua ataupun kedua anaknya.
"Be, boleh aku bertanya?" Hanna membuka obrolan diantara keduanya.
"Iya, Sayang. Apa yang mau kamu tanyakan.
" Tentang mbak Ria," ucap Hanna lagi.
"Sayang, jangan bahas dia ya, bahas yang lain saja, aku sudah lelah dengan semua yang berhubungan dengan Ria," Reyhan berusaha menolak secara halus.
Hanna hanya mengangguk tanpa bersuara, hingga Reyhan merasa bersalah atas penolakan yang dia lakukan beberapa saat lalu.
"Kan nggak ada yang dibahas, Be." Hanna juga menoleh ke arah Reyhan.
Keduanya diam hingga mereka sampai di rumah mewah miliknya itu. Tanpa sengaja manik mata keduanya melihat Ria sedang mondar-mandir di depan pintu rumah itu.
"Be, mbak Ria." Hanna menunjuk kearah Ria.
"Sedang apa dia disini, bukannya kemarin sudah aku katakan, bahwa dia tinggal nunggu surat perceraian dari pengadilan saja. Kenapa malah kesini lagi sih." Reyhan keluar dari mobil dan menutup pintu itu dengan kasar.
"Astaghfirullah," Hanna kaget dengan kelakuan Reyhan. Namun dia tetap memperhatikan keduanya dari dalam mobil. Buka tidak berani keluar, hanya saja dia tidak mau memperkeruh suasana yang masih memanas antara Reyhan dan Ria.
"Mas Rey, akhirnya kamu datang juga," Ria menggelayut manja di lengan Reyhan.
__ADS_1
"Ria, lepas nggak!" Reyhan berteriak, risih mendapatkan perlakuan seperti itu. Karena selama menikah hampir lima belas tahun mereka sama sekali tidak pernah bersentuhan.
"Nggak, Mas. Sebelum kamu ikut pulang bersamaku.
" Ria, lepas nggak!" Reyhan kembali berteriak dengan melepaskan paksa tangan Ria yang bergelayut manja di tangannya.
Dengan terpaksa akhirnya Ria melepaskan tanganya." Mas, Ku mohon jangan pernah tinggalkan aku, aku janji akan berubah lebih baik, demi kamu dan anak-anak," ucapnya dengan sedikit menghibah.
"Sudah! Mending kamu pulang, tunggu surat gugatan dari pengadilan," ucap Reyhan.
Reyhan berjalan menuju mobil, dia baru sadar kalau Hanna belum juga keluar dari sana. Dengan penuh perhatian Reyhan membantu Hanna turun, di ambilnya koper Hanna dengan segera dia menggandeng Hanna untuk masuk kedalam rumahnya.
Reyhan tidak perduli dengan tatapan Ria yang begitu tajam memandang madunya." Oh, jadi ini wanita pilihan Reyhan, apa lebihnya dari gue, sih. Tubuh aja di bungkus kayak lontong gitu, nggak ada bagus-bagusnya," tukasnya dalam hati.
"Tunggu waktu yang tepat, aku pastikan kamu akan pergi tanpa aku usir, wanita ******," ucapnya lagi dalam hati.
Ria melihat keduanyan tanpa berkedip, terselip beberapa rencana untuk menyingkirkan Hanna dari kehidupan Reyhan. Apakah rencana itu? Mampukah Ria bertahan di sisi Reyhan?
🕊
Terima kasih, ikuti terus kisah mereka ya gaess, di akhir episode Syfa akan bagi doorprize untuk 3 orang terpilih, dengan kriteria, pemberi komen terbanyak pemberi gift terbanyak, dan yang satu lagi rahasia, yuk jangan lupa kepoin y,
Jangan lupa
Like
Komen
Gift
Rate
__ADS_1
Vote
Favorit