Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 90


__ADS_3

"Maaf, Pak! Saya terpaksa datang kesini. Karena sejak kemarin saya kesusahan menghubungi Anda," ujar seorang pria itu.


"Iya, tidak apa, Pak. Saya memang sedang fokus merawat istri pertama saya." Reyhan sembari menoleh ke arah Ria yang sedang terkapar.


"Lalu, bagaimana dengan kelanjutan semua ini, Pak?" tanya pria itu.


"Lanjutkan saja, Pak," sahut Reyhan.


"Apa Anda yakin dengan keputusan Anda, Pak!" seru Sang Pengacara.


"Sangat yakin, Pak. Apapun yang terjadi saya akan tetap menceraikan Ria," jawab Reyhan.


"Jadi, Anda akan tetap menceraikan bu Ria dengan kondisi beliau yang seperti itu?" tanya pengacara.


"Ini sudah menjadi keputusan bersama, Pak. Saya mengajukan gugatan juga sebelum mengetahui kondisi Ria. Jadi, apapun yang terjadi saya akan tetap menceraikan Ria," tegas Reyhan.


"Ya sudah, kalau itu sudah menjadi keputusan mutlak buat Bapak. Ini silahkan ditanda tangani di sini." Pengacara menyodorkan berkas yang harus ditanda tangani oleh Reyhan.


Sementara Ria yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya meneteskan air mata di saat dia mendengar sayup-sayup pembicaraan antara Reyhan dan seseorang di sana. Menyesal itulah yang saat ini dia rasakan.


"Maafkan aku, Mas. Maafkan aku, tidak bisa menjadi istri yang baik buat kamu. Tidak bisa menjadi tauladan buat anak-anak. Tidak bisa menjadi menantu idaman buat mertua. Aku hanyalah seorang istri yang terlalu banyak kesalahan. Maafkan aku, Mas!" seru Ria dalam hati.


"Kalau begitu, saya mohon pamit. Maaf sudah mengganggu waktu Bapak. Jangan lupa, lusa jadwal persidangan terakhir. Bapak harus hadir," pesan Pengacara.

__ADS_1


"Baik, Pak! kalau tidak ada halangan saya akan hadir." Reyhan sembari mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Pengacara itupun pergi meninggalkan rumah sakit, hanya Reyhan dan Ria saja di ruangan itu. Reyhan menyederkan punggungnya di sofa. Begitu banyak beban yang harus dia hadapi kali ini.


"Sudah benarkah keputusan ku kali ini?" tanya Reyhan bermonolog.


*


Di tempat Hanna. Dia sedang berdebat dengan Aisyah. Hanna benar-benar tidak mau di bawah ke rumah sakit. Aisyah yang begitu iba melihat kondisi sahabatnya itu tetap memaksa Hanna.


"Na, ayo lah. Lihat kondisi kamu, lemas kayak gitu. Kasihan baby yang ada di kandungan kamu." Aisyah mengelus perut Hanna yang masih rata.


"Uda Sya, aku cuma butuh istirahat saja. Nanti juga baik lagi," tolak Hanna.


"Bandel amat sih, kamu. Kayak anak kecil aja. Ya sudah, mending aku aduin aja ke Reyhan. Biar dia saja yang datang kesini dan membawanya kamu balik ke Jakarta."


"Jangan dong, Sya. Kamu nggak kasihan sama aku."


"Ya uda, iya. Ayo ke dokter," ucap Hanna pasrah.


Sesampainya di klinik seorang dokter Aisyah segera mengambil kartu antrian. Aisyah mendengus kesal saat mengetahui mendapat nomor antrian yang lumayan jauh.


"Nomor sembilan, masih belum buka lagi dokternya." Aisyah sembari berjalan ke arah Hanna.


"Eh, kenapa tuh muka, kok main di tekuk aja?" tanya Dicky.

__ADS_1


"Hih," Aisyah menunjukkan nomor antrian kepada Dicky.


"Kita cari makan aja gimana? cari yang dekat-dekat saja," ajak Dicky.


"Sop kambing di ujung jalan sana mau, nggak? enak banget lho!" seru Hanna.


"Bumil lagi ngidam sop kambing ya," Dicky menggoda Hanna.


"Iya," Hanna tersenyum lebar.


"Ya sudah, ayo!" seru Aisyah.


Ketiganya menaiki mobil kembali menuju warung makan yang menyediakan sop kambing permintaan Hanna. Sesampainya di tempat makan itu Hanna dengan antusias memesan sop kambing yang dia inginkan.


"Mas, memang ibu hamil boleh ya makan daging kambing?" tanya Aisyah.


"Nggak tau, Sya. Kan kamu belum hamil," jawab Dicky.


"Itu Hanna sudah antusias banget makan sop kambing, kasihan kalau nggak di bolehin," ucap Aisyah.


🍂


Kira-kira boleh nggak ya makan daging kambing. Setau aku sih boleh, yah. Asalkan tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan itu emang nggak boleh.

__ADS_1


Terima kasih, masih setia dengan Hanna dan Reyhan. Jangan lupa jejaknya ya gaesss.


Like, Komen, Gift, Rate, Vote, Favorit juga. Jaga kesehatan jangan lupa bahagia 😘


__ADS_2