Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 86


__ADS_3

Sementara Yudha pagi-pagi sekali sudah berangkat menuju kediaman Alvin. Sejak semalam Alvin terus saja menelponnya. Tidak lama kemudian, mobil yang di tumpangi Yudha telah sampai di pelataran rumah Alvin. Dengan segera dia masuk dan mencari keberadaan sangat pemilik rumah.


"Akhirnya, datang juga loe." Alvin sembari mendudukkan bokongnya di sofa.


"Tumben amat sih, loe pakai nyuruh gue kesini. Biasanya juga cuma telpon doang," ujar Yudha.


"Bagaimana tugas loe, semalam. Ada kemajuan? " Tanya Alvin.


"Kemajuan dari mana! Dia berpelukan mesra sama lakinya. Nggak ada kesempatan gue buat habisi dia," sahut Yudha.


"Ya sudah, loe bisa coba lagi lain waktu. Dan Gue cuma penasaran aja, sama chat loe kemarin," ucap Alvin.


"Chat yang mana?" Tanya Yudha.


"Waktu loe bilang, kedua anak Ria itu anak gue," ucap Alvin lagi.


"Emang loe nggak tau, kalau mereka itu darah daging loe. Terus, selama loe berhubungan sama Ria, loe pakai pengaman nggak?" Tanya Yudha lagi.


Alvin terdiam, mencerna apa yang baru saja di ucapkan oleh Yudha. Memutar kembali memori nya di masa lalu. Walaupun dia sudah tidak mau lagi membuka lembaran kelam itu.

__ADS_1


"Woe ...! Napa loe diam aja. Loe masih mengingatnya kan?" Tanya Yudha menyelidik.


"Tapi, Ria dulu pernah cerita kalau kedua anaknya itu darah daging suaminya." Alvin sembari memainkan dagunya.


"Jadi ...," Yudha menjeda ucapannya.


"Tugas loe yang cari tau anak siapa keduanya, kalau memang mereka beneran anak kandung gue, bisa kaya dadakan gue," tutur Alvin.


"Ya sudah, ok! Gue jalan dulu. Cari tau asal-usul keduanya. Biar sekalian kecipratan hartanya." Yudha tertawa sambil beranjak dari tempat duduknya.


***


Reyhan yang sejak semalam menemani Ria di rumah sakit kini sedang terlelap sambil duduk di samping brankar Ria. Tangannya tidak terlepas dari tangan Ria yang sejak semalam dia pegang. Ria yang terbangun dan kembali merasakan sakit tersenyum melihat Reyhan di sampingnya.


"Andai dulu aku tidak main gila dengan Alvin, mungkin kita saat ini sedang bahagia, Mas. Hidup berdua dengan keluarga kecil kita. Tapi, sebentar lagi semua hanya tinggal kenangan. Bahkan bukan kenangan terindah seperti judul novel-novel yang pernah aku baca. Melainkan, hanya ada kenangan terburuk di antara kita." Ria bermonolog sembari membelai kepala Reyhan.


Merasa ada yang menyentuh kepalanya, Reyhan segera terbangun dari tidurnya. Mengerjapkan mata, hingga mendongak ke arah kepalanya yang sedang di sentuh. Reyhan tersenyum ketika melihat Ria yang menyentuh kepalanya.


Sementara Ria yang mengetahui Reyhan terbangun dengan segara dia mengangkat tangannya. Dan segera memejamkan mata kembali sembari meremas perutnya yang terasa nyeri.

__ADS_1


Reyhan berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan muka. Seusai dari kamar mandi, Reyhan melihat Yudha sudah duduk di samping Ria. Mengamati setiap inci wajah cantik nan pucat itu.


"Ri, boleh nggak aku tanya sesuatu sama kamu?" Tanya Yudha. Namun Ria tidak segera menjawab. Dia masih memejamkan mata, namun telinganya masih bisa menangkap setiap ucapan Yudha.


Ria masih penasaran siapa Yudha sebenarnya, karena sejak beberapa hari lalu dia selalu saja mengatakan bahwa dirinya adalah saudara kandung sangat mama. Melihat Yudha melakukan gelagat aneh, seketika dia menghentikan langkah kakinya.


Yudha mengambil ponsel yang di simpan di saku celananya. Dia ingin menghubungi Alvin, memberikan informasi tentang keadaan Ria.


"Bos, dia masih tertidur. Sepertinya dia sedang di suntik dengan obat tidur oleh dokter," ucapnya di balik telpon.


"Ok, siap! Aku akan cari tau siapa bapak biologis dari kedua anak Ria," lapor Yudha sebelum akhirnya dia berdiri dan pergi dari ruangan itu.


"Siapa sebenarnya, Yudha itu?" Tanya Reyhan dalam hati. Dengan segera Reyhan mengambil ponselnya yang tersimpan diatas nakas. Menghubungi orang kepercayaannya, agar segera mencari tau siapa Yudha itu sebenarnya.


"Cari tau apa yang pernah aku kasih perintah, tempo hari. Semakin hari dia semakin mencurigakan saja," tuturnya pada David orang kepercayaan.


"Siap, Bos, dengan segera," jawab David dengan tegas.


🍂

__ADS_1


Jejaknya ya gaess ditunggu di tunggu, Like, Komen, Gift, Rate, Vote, juga Favorit, Terima kasih😘


__ADS_2