Aku Di Antara Mereka

Aku Di Antara Mereka
ADM 6


__ADS_3

Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari kita, Rey?" Mama Rey memulai pertanyaannya.


"Apa, Ma! Rey tidak menyembunyikan apapun dari kalian," jawab Rey dengan tenang.


"Jangan bohong Rey, anak-anak cerita semua tentang pertengkaran kalian.


" Apa saja yang mereka katakan kepada mama?" Tanya Rey balik.


"Banyak!


Deg...


Jantung Rey hampir saja berhenti, saat dia mendengar mama mengetahui tentang pertengkaran yang sering terjadi di dalam rumah tangganya.


" Jangan sekarang ya, Ma! Lain kali Rey akan ceritakan semua sama mama. Lagian ini sudah malam, sebaiknya mama istirahat," Rey berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Rey katakan saja, Nak! Semua ini salah kami." Mama menghambur memeluk Rey sambil tersedu.


"Mama tidak usah merasa bersalah, ini semua sudah tanggung jawab Rey, sebagai seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya." Rey mengelus punggung sang mama.


"Tapi Rey..." Sang mama menjeda ucapannya.


Keduanya diam tak ada satupun yang bersuara, hingga sang papa datang ingin tau apa yang sebenarnya mereka bicarakan, terlebih lagi melihat mata sang istri yang basah akibat menangis, membuat lelaki itu semakin penasaran.


"Sudah, Rey! Ceritakan saja sekarang, mumpung anak-anak lagi tidur," tambah papa antusias.


Hufff...


Rey membuang nafas kasar, sebelum akhirnya dia bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang sedang berada di ujung tanduk. Pernikahan ini memang tidak didasari dengan pondasi yang kuat antar kedua belah pihak, hingga akhirnya menimbulkan masalah di kemudian hari.


"Ma... Pa... Sebelumnya Rey minta maaf, karena sudah membuat mama dan papa jadi kepikiran tentang rumah tangga Rey.

__ADS_1


" Rey akan jujur sama mama dan papa. Tapi, Rey minta jangan pernah merasa bersalah atau apapun yang bisa membuat mama dan papa bersedih, ini semua sudah keputusan Rey." Pinta Rey seraya memegang erat jemari sang mama.


"Iya, Nak. Katakan saja, apapun yang akan kamu katakan insyaallah, mama dan papa akan baik-baik saja." Papa sembari duduk di sebelah Rey.


***


Lima belas tahun yang lalu, sesaat Rey baru saja masuk kedalam mobilnya, tiba-tiba saja ada seorang gadis masuk dan duduk di jok mobil sebelahnya.


"Hei, apa yang kamu lakukan di mobil aku?" Tanya Reyhan.


"Sudah, jangan banyak ngomong! Jalan aja." Bentak Ria sambil celingukan, takut ada yang mengikuti.


Rey hanya diam, dia mengemudikan mobilnya dengan santai tanpa berbicara apapun. Tapi, tidak dengan Ria dia nyerocos tak karuan.


"Eh, loe. Nama loe Reyhan bukan?


Tanya Ria.


"Kenapa sih loe mau di jodohin sama anak pak Bram? Tanya Ria lagi.


" Karena gue nggak mau jadi anak durhaka." Jawab Rey dengan terus konsentrasi mengemudikan mobilnya.


"Terus gimana gue, harus mau nikah sama loe, gitu!" Ria emosi.


"Yang jelas, gue nggak akan nolak, itu sebagai bakti gue sama orang tua.


'Duh, ni orang bego atau gimana sih! Dijodohin main mau aja. Kenal juga nggak, mana bisa nikah macam itu, terus nasib gue kedepannya gimana? pacar gue, kasihan dong Alvin kalau gue tinggal kawin sama nih orang," seloroh Ria dalam hati.'


Keduanya terdiam dalam pikiran masing-masing, Ria mengingat ucapan sang papa nya.


"Kalau kamu nggak mau menikah sama Reyhan, semua fasilitas yang kamu dapatkan saat ini tidak akan pernah bisa kamu nikmati lagi," terang Bram.

__ADS_1


Ria bingung, keputusan apa yang harus dia ambil, antara Alvin atau harta sang papa yang selama ini dia nikmati.


"Gimana kalau ada hitam diatas putih," tawar Ria pada Rey.


"Boleh! Jawab Rey santai.


Keduanya memutuskan untuk makan siang bersama membahas perjanjian yang akan mereka sepakati. Perjanjian yang membuat keduanya kini saling dirugikan.


" Ok, deal!" Ria mengulurkan tangan mengajak berjabatan kepada Rey. Kemudian Rey membalas uluran tangan itu dengan santai.


***


"Pa... Ma... Maafkan Rey, ini semua Rey lakukan agar hutang papa ke Om Bram tidak semakin membengkak. Karena Rey yidak tau lagi apa yang harus Rey lakukan untuk membantu meringankan beban Papa." Rey memeluk sang papa.


Demi melunasi hutang orang tuanya, Rey rela mengorbankan kebahagiaannya. Sudah lima belas tahun yang lalu, perjanjian itu disepakati. Hingga akhirnya mereka resmi menikah, sampai saat ini pun Rey tidak pernah sekalipun menyentuh Ria.


Entah apa yang ada di benak Ria saat dia selalu memerintah Rey dengan semena-mena. Mungkin ada hal lain yang belum Rey ketahui. Karena semua itu tidak ada dalam perjanjian yang mereka buat.


Tapi, itulah Rey. Dia tidak mempermasalahkan itu semua, itu semua demi kebahagiaan orang tua dan kedua anaknya.


🤭


Pasti pada bingung, nggak pernah disentuh, tapi punya dua anak, hayo ada yang tau anak siapa Aqila dan Hafiz?


Sabar gaess kita lanjut besok ya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Terimakasih, jangan lupa VOTE gaess uda hari senin, Fav, Like, juga Komennya di tunggu ya. Jaga kesehatan jangan lupa bahagia ya 😘


Maaf telat up, ✌

__ADS_1


__ADS_2