Aku Melihatmu

Aku Melihatmu
Liburan


__ADS_3

Lisa menghela napas panjang, menikmati kesejukan udara pegunungan pagi itu. Dia duduk di tepi menikmati pemandangan dari bukit paralayang.


"Akhirnya kita bisa liburan ya," kata Rizal yang ada di sebelah Lisa.


Lisa mengangguk. Ini adalah pertama kalinya Lisa melakukan perjalanan lumayan jauh dengan Rizal ke puncak. Sebenarnya tidak hanya Lisa dan Rizal, ada Dewa dan Karin. Lalu ada Evan dan Sofi yang mendadak ikut.


Sofi nampak kalem dari biasanya. Yah, mungkin dia sudah lelah menjadi gadis jutek, untuk sesaat. "Udah beberapa kali gue punya sahabat tapi mereka gak ada yang tulus. Mereka cuma mandang gue sebagai seorang anak orang kaya dan pintar di sekolah. Hanya dimanfaatkan untuk menambah kepopuleran mereka saja."


"Revi?" tanya Evan yang duduk bersebelahan dengan Sofi.


"Ya, untuk saat ini mungkin cuma Revi sahabat gue."


"Gue?" tanya Evan yang membuat Sofi menolehnya.


"Elo musuh gue!" jawab Sofi sekenanya.


Evan tersenyum. "Iya, terserah lo anggap gue apa. Gue akui sih, lo itu cantik, pinter, tegas dan juga jutek."


Perkataan Evan yang terakhir membuat Sofi mencubit lengan Evan.


"Tuh kan, ditambah suka aniaya gue. Sejak lo gak ngejar Rizal, gue jadi pelampiasan."


Sofi terdiam. Dia kini justru melihat Rizal dan Lisa yang sedang duduk berpacaran sambil tertawa bahagia.


"Masih mau ngancurin kebahagiaan mereka?" pertanyaan Evan membuat Sofi kembali meluruskan pandangannya.


"Terus gue kapan bahagia?"


Satu sentilan didapat Sofi di hidungnya. "Lo gak pernah bersyukur. Hidup lo itu udah kelewat bahagia. Masih banyak orang yang lebih susah dari lo. Jangan hanya karena tuna asmara lo berasa gak bahagia di dunia."


Sofi terkekeh mendengar kalimat Evan. "Tuna Asmara? Baru denger gue."

__ADS_1


"Ya, gue sih bisa aja bantu lo biar gak jadi tuna asmara lagi."


Sofi menautkan alisnya mendengar tawaran Evan. "Ya, ya, mungkin bisa kapan-kapan aja.."


"Jadi masih ada kesempatan dong."


"Bisa jadi, asal cinta itu bukan obsesi. Soalnya gue gak mau lagi terobsesi yang berujung menyakitkan."


Evan tersenyum. Dia juga tidak menyangka bisa menyukai Sofi setelah rasa bencinya dulu.


Dewa dan Karin berjalan menghampiri Rizal. "Kalian ikut gak? Kita mau ke coban."


Coban? Lisa menautkan alisnya. Sebenarnya dia enggan untuk ke tempat itu.


"Udah lama gue gak liat air terjun. Gue ikut. Yuk, Sof. Mumpung jaraknya udah deket." Evan dan Sofi berdiri lalu bergabung dengan Dewa.


Lisa sebenarnya ragu tapi dia tidak bisa menolak jika Rizal sudah mengajaknya. "Oke."


"Kenapa?" tanya Rizal yang melihat Lisa nampak ragu mendekat ke air terjun.


"Gak papa," jawab Lisa yang kini memilih duduk agak jauh dari air terjun. "Aku capek aja."


"Kamu pertama kalinya ke sini?" tanya Rizal sambil duduk di samping Lisa.


"Hmm, sebenarnya aku udah pernah ke sini sama temen sekelas aku, dulu waktu masih SMP. Aku kan dulu tinggal di dekat desa ini."


"Iya kah? Kenapa kamu baru cerita? Pasti teman-teman kamu banyak di daerah sini. Kamu gak kangen sama mereka?"


Lisa menggelengkan kepalanya. "Aku hanya punya beberapa sahabat saja. Kak Rizal tau kan, aku gak pandai bergaul."


"Woy, kita foto bareng yuk." Evan melambaikan tangannya pada Rizal dan Lisa agar ikut berjajar di dekat air terjun untuk berfoto. Sudah ada seseorang yang mereka mintai tolong untuk mengambil foto mereka.

__ADS_1


Rizal dan Lisa berdiri dan menghampiri mereka. Beberapa kali foto sudah bagus untuk sekedar diunggah ke media sosial.


"Makasih." Evan mengambil ponselnya setelah selesai berfoto.


Lisa....


Seperti ada yang memanggil Lisa. Lisa menoleh ke arah bebatuan yang berada di dekat air terjun. Kayak ada yang manggil gue. Hah, mungkin hanya perasaan gue saja.


Lisa...


Panggilan itu kembali terdengar.


"Ada apa?" tanya Rizal yang melihat ekspresi kebingungan Lisa.


"Gak ada apa-apa kak. Aku duduk di sana saja ya. Aku gak mau main air." Lisa berjalan kembali ke tempat duduk yang agak jauh. Sedangkan yang lainnya sedang asyik bermain air.


Rizal mengikutinya. "Kalau capek, kita pulang aja yuk." ajak Rizal yang merasa Lisa tidak nyaman berada di tempat itu.


Lisa menggelengkan kepalanya. Dia kini melihat sekeliling yang hanya ada beberapa orang lalu lalang. Tiba-tiba dia berdiri saat melihat seseorang yang tidak asing lagi. Rey?


"Ada apa?" tanya Rizal yang membuat Lisa mengurungkan niatnya untuk mengejar Rey.


Lisa kembali duduk. "Gak ada apa-apa. Cuma salah liat orang."


Lisa meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang dia lihat bukanlah Rey. Apa mungkin Rey masih datang ke tempat ini setelah kejadian tahun lalu. Lisa rasa itu tidak mungkin. Rasa trauma yang Lisa rasakan saja masih terasa sampai saat ini. Kenangan buruk itu silih berganti terlintas di benak Lisa.


Mungkin saja Rey sudah bahagia bersama Elis, sekarang.


💞💞💞


Masih lanjut ya ceritanya... Kali ini tentang masa lalu Lisa. Ada apa antara Lisa, Rey, dan Elis? Cinta segitiga, pasti ya.. 🤭 Ada sebuah misteri lagi, tentang kembalinya Rey mengejar Lisa..

__ADS_1


Tetap ikuti kisah mereka ya... Jangan lupa vote dan komen.. 💋


__ADS_2