Aku Melihatmu

Aku Melihatmu
Kelulusan


__ADS_3

"Ini buku latihan soal-soal aku." Rizal mengeluarkan beberapa buku latihan soal yang akan diwariskan ke Lisa. Dia kini berada di ruang tamu rumah Lisa.


Lisa hanya mengernyitkan dahinya. Jujur saja, dia paling malas membaca buku-buku tebal seperti itu. "Emang dulu Kak Rizal pelajarin ini semua?"


"Ya, gak sih. Cuma ngikutin guru nerangin aja. Kalau ada gak ngertinya baru aku cari-cari di sini."


Lisa memutar bola matanya. Dia kini duduk bersandar sambil melipat tangannya. Seperti memikirkan sesuatu.


"Kenapa? Pusing mikirin ujian yang tinggal beberapa bulan lagi? Tenang, aku gak akan ganggu waktu belajar kamu."


Lisa menggelengkan kepalanya. "Aku sih gak pernah pusing mikirin soal ujian. Ya, seperti yang Kak Rizal bilang. Guru kan udah ngasih materi, kalau aku udah ingat ya tinggal baca-baca sekilas aja di buku. Aku sih tipikal sekali tangkap dan agak males belajar."


"Males belajar tapi nilai bagus. Oke, berarti termasuk kategori hoki. Terus mikirin apa?" Lalu tiba-tiba Rizal membisikkan sesuatu pada Lisa, "Mikirin hadiah kelulusan ya? Tenang aku kasih kok..." yang membuat Lisa mendorong Rizal secara refleks.


"Kak, bukan itu. Kan, dulu Kak Rizal yang tiba-tiba minta hadiah itu."


"Tapi suka kan?"


Lisa sedikit tersenyum karena itu benar adanya. "Jangan bahas soal itu dulu. Sebenarnya aku mikir, bentar lagi aku udah lulus SMA. Aku sendiri belum tahu cita-cita aku itu apa? Masak iya aku ikut-ikut gitu aja masuk jurusan yang sama kayak Kak Rizal?"


"Loh, emang kenapa? Nanti kita bisa buka usaha bareng kan? Membina rumah tangga contohnya."


Satu cubitan kini mendarat di perut Rizal. "Kak, serius?"


"Aku juga serius. Lalu kamu pengennya apa? Masuk jurusan pendidikan, mau jadi guru? Atau jurusan sastra?"


"Gak tertarik sih semuanya. Ya udahlah masuk jurusan kayak Kak Rizal aja, jadi nanti bisa pinjam buku dan nyontek tugas-tugasnya." Lisa bercengir kuda. Untuk kali ini dia memang ingin memanfaatkan Rizal.


Rizal mengusap rambut Lisa. "Apa sih yang gak buat kamu. Lagian kamu nanti juga akan jadi tanggung jawab aku."


Seulas senyum tulus berhasil menghipnotis Lisa, lagi. Saat membicarakan masa depan, Rizal seperti seorang lelaki yang sudah sangat dewasa.


"Ehem, serius banget ngobrolnya." Bu Reni datang sambil membawa dua gelas minuman.


Suara Bu Reni berhasil membuat Rizal menggeser duduknya.


"Ini diminum. Pasti haus kan?"

__ADS_1


"Terima kasih, tante." kata Rizal sambil tersenyum.


Bu Reni kini ikut duduk bersama mereka. "Lisa biar kuliah di tempat kamu saja. Soalnya tante merasa tenang kalau Lisa ada di ruang lingkup kamu. Tante sudah sangat percaya sama kamu."


Rizal hanya menganggukkan kepalanya.


"Dan tante sangat senang kalau misal kalian bisa membina rumah tangga bareng."


Rizal tersenyum sambil melirik Lisa.


"Mama dengerin kita ngobrol ya?"


"Denger dikit. Udah ah, mama juga pernah muda kayak kalian. Lanjutin aja ngobrolnya." Bu Reni berdiri dan meninggalkan mereka berdua.


"Tuh, mama kamu aja udah kasih lampu hijau. Kamu kapan siap?"


Lisa beralih menatap Rizal. "Emang Kak Rizal sendiri udah siap?"


Rizal justru mendekatkan dirinya sambil mengerlingkan matanya. "Siap banget malah."


Lisa mendorong Rizal lagi agar menjauh. "Maksud aku, emang Kak Rizal udah siap hidupi anak orang?"


Lisa menghela napas panjang. Ya, memang Rizal itu penuh kejutan. Apapun rencananya selalu tersusun dengan rapi.


"Gimana? Siap kapan?" Rizal masih saja menggoda Lisa dengan pertanyaan itu.


"Kak, udah ah. Aku mau fokus dulu sama ujian. Ntar aja itu dipikirin."


Rizal tersenyum sambil mengacak rambut Lisa. Entah kenapa dia bisa sejatuh cinta ini pada Lisa dan akan selalu merasa jatuh cinta.


...***...


Hari-hari berlalu begitu cepat. Kini Lisa sudah selesai menghadapai ujian akhir sekolah dan sudah menerima hasil kelulusan dengan nilai yang cukup memuaskan.


"Rin, kok lo sedih? Kita udah lulus loh sekarang?" tanya Lisa yang duduk di samping Karin di dalam kelas waktu itu.


"Gue? Gue mau pamit sama lo." kata Karin dengan helaan napas panjang di akhir kalimat.

__ADS_1


Lisa terkejut. "Lo mau kemana?"


"Gue mau kerja di Batam."


"Lo gak nerusin kuliah di sini?"


Karin menggelengkan kepalanya. "Gue harus bantu keluarga gue cari uang. Gue masih punya dua adik yang masih harus sekolah."


"Kan lo bisa ngejar beasiswa. Nilai lo bagus loh."


Karin menggelengkan kepalanya. Bahkan air mata yang sedari tadi terbendung akhirnya menetes. "Gak bisa. Gue harus bisa merubah hidup gue sendiri."


Lisa mengusap pelan punggung Karin. Sebelum akhirnya Dewa datang dan menggantikan tempat duduk Lisa. Lisa berdiri dan berjalan keluar kelas karena Lisa yakin, Dewa butuh waktu berdua sama Karin.


Karin mengusap asal air matanya sambil mengalihkan pandangannya.


"Jadi lo serius mau ninggalin gue?"


Karin terdiam. Bukan maksudnya meninggalkan Dewa.


Dewa memegang kedua pundak Karin agar dia mau menatapnya. "Kenapa lo gak kerja di sini aja sih. Gue bisa bantu lo."


Lagi, Karin menggelengkan kepalanya. "Wa, kalau lo berat ke gue kayak gini, gue semakin sedih." Karin justru semakin menangis. "Gue gak tahu harus lakuin apa? Tolong lo dukung gue, Wa."


Dewa tak kuasa menahan kesedihannya, dia kini memeluk Karin dan menenangkannya. Dia tahu, bagaimana keadaan perekonomian keluarga Karin. "Iya, gue ngerti. Kita masih bisa LDR kan? Gue akan nungguin lo di sini."


Karin mengangguk.


"Lo cewek yang kuat. Udah jangan nangis lagi." Dewa melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Karin. "Dan satu hal yang harus lo tau. Gue akan selalu cinta sama lo."


Karin tersenyum dalam tangisnya melihat ketulusan Dewa. "Gue juga cinta sama lo."


Setelah itu, saat mereka sudah menerima ijazah dan resmi lepas dari SMA. Karin berangkat ke Batam untuk bekerja di sebuah pabrik yang besar.


Lisa dan Dewa masuk di kampus yang sama termasuk Reno. Sedangkan Rey, dia pergi ke Jakarta untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang penyanyi.


Sebentar lagi kehidupan mereka sebagai seorang mahasiswa akan segera dimulai...

__ADS_1


💞💞💞


Selesai juga singkat-singkat ceritanya. Bentar lagi mereka masuk kuliah, kira-kira bakal ada kejadian apa ya... 🤔


__ADS_2