
Padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki
Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku
Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati
Slalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau minta
Rey mulai menyanyikan lagu Kekasih Bayangan dari Cakra Khan. Dia sengaja menyanyikan lagu itu untuk Lisa.
"Rey, suaranya udah mirip Cakra Khan. Mana ganteng banget lagi.."
"Kalau gue yang dinyanyiin lagu itu pasti gue langsung melted."
"Jadi pengen satu yang kayak gitu.."
Suara-suara komentar dari para cewek mulai riuh terdengar. Mereka begitu terpesona melihat penampilan Rey yang baru menyanyikan sebait lirik.
Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
Lisa terus melihat Rey, bahkan kini dia terhanyut dengan nyanyian Rey. Matanya mulai terasa panas saat air mata tiba-tiba ingin mengalir.
Rizal yang berada di samping Lisa bertanya-tanya. Apa Lisa memang masih ada perasaan sama Rey atau hanya terbawa perasaan saja. Rizal melepaskan genggaman tangannya. Dia merasakan tangan Lisa berkeringat. Rizal beralih merangkul Lisa dan mengusap pundaknya tapi tak juga berhasil mengalihkan perhatiannya dari Rey.
Mungkin memang benar
Cinta itu tak lagi berharga
Semua percuma bila engkau tak punya ikatan
__ADS_1
Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
Cinta sendiri
Tatapan Rey terus terfokus pada Lisa sambil sesekali melihat senar gitar yang dia petik. Dia tahu ada Rizal yang berada di sampingnya. Sakit, jika tahu pada nyatanya Lisa telah ada yang memiliki.
Kenangan masa lalunya bersama Rey terus berputar di pikiran Lisa. Mengingat saat-saat bersama Rey, Rey yang selalu ada saat Lisa butuh. Saat Rey jujur tentang perasaannya. Saat Rey jujur pada Elis tentang perasaan Rey dengannya. Dan saat kali pertama dia menyanyikan lagu ini di rumah sakit, saat hatinya hancur ketika divonis dokter tidak akan bisa melihat lagi. Saat itu, Rey sempat berjanji tidak akan meninggalkan Lisa walau bagaimana pun keadaan Lisa. Hingga perpisahan itu terjadi.
Oh, aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
Cinta sendiri
Lisa tak sanggup lagi menahan air matanya. Dia kini melepas tangan Rizal dan berusaha menerobos kerumunan teman-temannya.
"Lis, mau kemana?" pertanyaan Rizal tak lagi didengar Lisa. Ingin dia menyusulnya tapi dia dipanggil Andri karena ada suatu masalah kecil.
"Zal, lo dicariin Evan. Ada masalah katanya..."
Rizal mengurungkan niatnya. Dia kini mengikuti Andri ke belakang panggung. Dia berpapasan dengan Rey dan saling bertatap tajam.
__ADS_1
"Kalau Lisa lebih pilih gue, jangan pernah paksa Lisa untuk tetap jadi milik lo..." perkataan Rey yang cukup bisa didengar Rizal begitu menyulut emosinya lagi. Ingin dia menghajar Rey saat itu, bahkan dia sudah mengepalkan tangannya andai saja tidak ditarik Andri pasti satu pukulan sudah berhasil didaratkan di pipi Rey.
"Udah, ini bukan saatnya berantem..." Andri menarik paksa Rizal. "Kalau lo ngeladeni itu bocah, acara bisa berantakan."
Rizal menghela napas panjang untuk mengendorkan otot-ototnya yang tegang. Lalu melangkah cepat mengikuti Andri.
Rey tersenyum penuh arti sambil membalikkan badannya.
...***...
"Gue kenapa?" Lisa membasuh berkali-kali wajahnya untuk menghilangkan ingatannya tentang Rey. "Gue gak boleh baper sama Rey. Gak boleh!!" Lisa mengeringkan wajahnya dengan tisu lalu berkaca sesaat merapikan dirinya. Setelah itu dia keluar dari toilet dan berjalan di lorong kelas.
"Lis." panggilan dan tarikan tangan itu menghentikan langkah Lisa. "Ikut gue.."
"Rey, gue mau ke kelas." Lisa berusaha menolak dan melepaskan Rey.
"Ikut gue, sebentar aja."
Lisa gagal menolaknya. Dia kini mengikuti Rey. Langkah mereka berhenti di bawah tangga. Sepi, tidak ada murid lain yang melintas. Lisa kini duduk di anak tangga karena dia merasa lelah.
"Selamat ulang tahun, Lisa." tiba-tiba Rey duduk di samping Lisa dan memakaikan sebuah kalung ke leher Lisa.
Lisa terkejut, dia sedikit menahan tangan Rey. "Rey, ultah gue masih besok. Dan ini apa?"
"Karena gue ingin jadi orang yang pertama ngucapin ulang tahun buat lo. Dan, ini kado buat lo." Rey, berhasil memasangkan kalung itu di leher Lisa.
Lisa melihat kalung itu. Kalung silver yang cantik dengan liontin hati warna merah maroon. "Tapi Rey, ini..."
Rey kini meraih tangan Lisa. "Ssstt, gue baru bisa beliin lo ini. Lo pakai ya."
Lisa terdiam dan terpaku memandang Rey. Dia membiarkan Rey menggenggam tangannya.
"Lo tau, gue pernah janji akan terus mencintai lo. Dan, walau gue tau lo udah jadi pacar Rizal, gue gak akan nyerah. Karena gue yakin dalam hati lo masih ada gue dan lo pasti masih cinta sama gue."
Lisa bagai terhipnotis oleh kata-kata Rey. Bahkan saat Rey tiba-tiba memeluknya, dia hanya bisa terdiam dan pasrah. "Gue sayang sama lo..."
Lisa..... Rizal yang berusaha menyelesaikan masalahnya dengan cepat, dia segera berlari mencari Lisa. Akhirnya dia menemukan Lisa saat Lisa sudah berjalan bersama Rey. Dia sengaja mengikutinya diam-diam. Harusnya dia melarang Rey. Tapi jika hal itu terjadi pasti akan ada keributan lagi dan dia tidak mau jika Lisa terus bingung dengan perasaannya sendiri. Kali ini biar Lisa yang menentukan.
Rizal melihat semuanya. Sakit. Teramat sakit. Lisa sama sekali tidak berkutik. Dia sangat takut jika Lisa benar-benar telah diperdaya oleh Rey. Tapi dia jauh lebih takut jika Lisa memang masih mempunyai perasaan sama Rey pada kenyataannya.
__ADS_1
Rizal membalikkan badannya perlahan. Dia pergi dan membiarkan Lisa bersama Rey. Aku harus apa? Membiarkanmu bersama Rey atau memaksamu untuk tetap bersamaku. Rizal menghela napas panjang. Dia harus bisa lebih berpikir jernih. Aku harus cari cara....