Aku Melihatmu

Aku Melihatmu
Menikah


__ADS_3

"Bagaimana para saksi? Sah?"


"Sah!!"


"Alhamdulillah..." Do'a setelah ijab kabul dikumandangkan. Ijab Kabul berjalan dengan lancar hanya dengan satu kali ucapan. Setelah do'a selesai, Rizal dan Lisa menandatangani buku nikahnya. Kini mereka sudah sah secara agama dan hukum. Mereka berdiri dan memamerkan buku nikah mereka di depan kamera sambil tersenyum. Setelah itu mereka bertukar cincin. Dan lagi, mereka memamerkan cincin mereka di depan kamera.


Lisa kini mencium punggung tangan Rizal sebagai tanda awal ketaatan pada suami. Lalu Rizal mencium kening Lisa untuk pertama kalinya sebagai suami istri. Mereka memejamkan matanya sesaat merasakan kasih sayang yang terasa semakin dalam. Terdengar suara riuh dari kerabat dan beberapa sahabat dekatnya. Mereka ikut terbawa perasaan melihat Rizal dan Lisa.


Rasanya ingin sekali Rizal memeluk Lisa saat ini sebagai pengungkapan rasa bahagianya, tapi dia tahan. Dia ingin menunggu nanti malan, hah, pikiran kotor sudah sedikit memenuhi otak Rizal.


Setelah beberapa sesi foto dan rekaman selesai, kini Bu Reni dan Pak Edi memeluk putrinya. "Selamat ya sayang, kamu sekarang sudah sah menjadi istri Rizal."


"Iya Ma, Ayah." Lisa mengeratkan pelukan kedua orang tuanya.


Bu Ela juga memeluk Rizal. "Zal, tanggung jawab kamu sudah bertambah loh, ya..."


"Iya, Ma."


Pak Alan menepuk bahu Rizal sambil tersenyum. "Sudah lega?"


"Sedikit, Pa."


"Lisa, Rizal, ayo siap-siap dulu. Dua jam lagi resepsi akan dimulai." Mereka masuk untuk berganti pakaian.


Pukul 13.00 resepsi akan dimulai. Tamu undangan sudah banyak yang datang. Kini pembawa acara mulai membuka acara resepsi pernikahan siang itu. Pandangan para tamu kini tertuju pada sepasang pengantin yang berjalan menuju pelaminan bersama kedua orang tua masing-masing. Mereka sangat serasi dengan gaun berwarna silver yang dipakai Lisa dan setelan jas dengan warna senada yang dipakai Rizal. Mereka sangat cocok dan penampilan mereka berhasil menghipnotis para tamu undangan.


Acara sudah disusun sedemikian rupa oleh pembawa acara. Mulai dari penyambutan kedua mempelai, acara sungkem, do'a, lalu acara ramah tamah ditambah performa dari sahabat Rizal dan Lisa.


"Lis," bisik Rizal. "Kok acaranya lama ya, padahal kemaren aku pengennya disingkat aja."


Lisa menatap tajam Rizal. Dia sudah mengerti apa yang ada dipikiran Rizal. "Kak Rizal.."


Rizal tersenyum lalu merangkul Lisa.


"Kayak udah gak sabaran aja lo, Zal." Dewa naik ke pelaminan untuk memberi selamat pada Rizal. Ya, walaupun Dewa sudah datang sejak pagi dia hanya sibuk dengan kameranya.


Rizal melepas tangannya dari Lisa saat Dewa menjabat tangannya lalu memeluknya. "Selamat ya, lo akhirnya udah sah jadi suami Lisa. Gue yang jadi saksi cinta kalian jadi ikut baper sendiri. Semoga kalian selalu bahagia Do'ain ya biar gue cepat nyusul kalian."


"Oo, baper karena kita atau karena Karin gak datang?"


Dewa menepuk bahu Rizal sambil tertawa. "Dua-duanya.


"Kemarin Karin sudah gue kasih kabar, katanya dia mau usahain datang." Kata Lisa.


Dewa menggelengkan kepalanya. "Dia gak bisa datang. Karin titip maaf buat kalian."


"Ya udah, gak papa."

__ADS_1


"Wa, udah?" Bu Maya secara halus mengusir Dewa karena sudah cukup lama dia berdiri di depan sepasang pengantin ini.


"Eh, iya ma." Dewa mundur teratur.


Bu Maya kini memeluk Lisa. "Selamat ya," Lalu mencium kedua pipi Lisa. "Semoga kamu selalu bahagia."


"Iya, amin. Makasih Bu Maya."


"Rizal, selalu jagain Lisa ya."


"Pasti bu."


Setelah Bu Maya dan suaminya bersalaman dengan Rizal, di belakang mereka ada Pak Bambang. "Rizal..." Pak Bambang memeluk Rizal dan menepuk punggungnya. "Selamat ya, sudah sah. Jangan lupa ilmu yang Bapak ajarkan."


Rizal tersenyum malu. Ya, selain belajar ilmu saham, beberapa hari yang lalu Pak Bambang sedikit mengajarkan teori ilmu percintaan. "Iya Pak."


Pak Bambang menepuk bahu Rizal lalu beralih ke kedua orang tua Rizal.


"Kak, maksudnya ilmu apa?" Bisik Lisa pada Rizal.


"Ilmu saham." jawab Rizal asal. Karena kalau dia bahas itu sekarang masalahnya bakal panjang.


Lisa mengernyitkan dahinya. Masak iya, bahas saham di pernikahan.


Beberapa saat kemudian ada seseorang yang datang dengan senyum merekahnya. Dia langsung memeluk Lisa. "Lisa, selamat ya..."


"Kak Sofi, apa kabar?" Sofi saat itu datang bersama Revi.


"Iya, Evan gak datang?"


"Evan lagi ada tugas di Batam. Dia sulit banget aku hubungi."


"Pantes dari kemaren gue WA centang satu aja. Kamu kapan nikah?"


"Do'ain ya. Nunggu Evan selesai pendidikannya dua tahun lagi."


"Sukses pokoknya.."


"Kalian udah pada sukses sama pasangan masing-masing. Lah, gue jomblo terus dari dulu." Andri yang tiba-tiba masuk dalam barisan memasang wajah melasnya.


Semua menertawakan kesialan Andri. Tapi Rizal memberi kode pada Andri bahwa masih ada satu teman yang jomblo yang sekarang berada di depannya yaitu Revi.


"Revi? Wah, lo tambah cantik aja." Andri mulai menggoda Revi.


Tapi Revi justru menghindar. Dia berjalan cepat turun dari pelaminan saat Andri mengikutinya. Mereka semua tertawa melihat tingkah konyol Andri.


"Lisa, selamat ya..." suara itu membuat Rizal menatap seseorang yang sekarang bersalaman dengan Lisa. "Semoga kamu selalu bahagia." Senyuman khas dengan lesung pipi itu masih saja sangat manis.

__ADS_1


"Ehem." Satu deheman dari Rizal yang membuat Rey melepaskan tangannya dari Lisa.


"Bang Rizal." Rey kini memeluk sesaat Rizal. "Masih aja cemburu sama gue?"


"Jangan tatap istri gue kayak gitu."


Rey tertawa. "Tenang Bang, gue udah punya tunangan." Rey menarik tangan Novi dan menggandengnya dengan mesra.


"Novi? Kapan kalian tunangan?" Tanya Lisa yang ikut bahagia dengan kabar baik ini.


"Beberapa bulan yang lalu. Berita kita tunangan kalah dengan video kalian yang jadi trending topik."


Rey bersalaman dengan Rizal. "Gue gak akan lupain kesempatan yang lo kasih ke gue dulu. Thanks."


"Iya, sama-sama."


"Sebagai gantinya gue kasih kalian satu buah lagu khusus. Sekalian mau buat konten." Rey tersenyum lalu dia turun dengan Novi dan menghampiri Dewa. Rupanya Rey mengajak duet Dewa.


Lisa tersenyum melihat para sahabatnya. Kebahagiaannya kini terasa lengkap.


Musik mulai terdengar. Dewa dan Rey mulai bernyanyi. Para tamu undangan terutama teman-teman SMA mereka ikut bergerombol dengan beberapa kamera yang merekam aksi panggung dadakan mereka. Rey sekarang memang sudah menjadi seorang penyanyi pendatang baru.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban sgala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Lagu Naff yang berjudul Akhirnya Ku Menemukanmu itu sangat cocok menjadi backsound Rizal dan Lisa saat ini.

__ADS_1


"Lisa.." panggil seseorang yang langsung memeluk Lisa. Lisa cukup terkejut dengan kedatangannya....


💞💞💞


__ADS_2