
"Lisa, maafin gue..." ucap Elis dengan isak tangisnya. Dia seperti telah melakukan kesalahan besar yang mungkin tidak akan bisa Lisa maafkan. Saat itu dia berdiri di tepi tebing bebatuan dekat air terjun.
"Minta maaf buat apa? Lo gak salah apa-apa sama gue. Jangan ke sana nanti lo jatuh." Lisa mendekati Elis. Dia ingin menarik Elis agar tidak berdiri di tepian.
"Lo gak tau, gue udah buat kesalahan besar sama lo. Gue minta maaf. Gue akan tebus kesalahan gue." Elis membalikkan badannya dan dia melompat dari tebing. Dimana banyak bebatuan tajam yang akan menghantam tubuhnya.
"Tidak!!! Jangan!!!" Lisa terbangun dengan napas tidak teratur dan keringat dingin yang menetes di pelipisnya. "Mimpi buruk itu lagi..." Entah kenapa, semenjak pulang dari air terjun dia sering memimpikan Elis. Bahkan dimimpinya Elis nampak sangat sedih dan berakhir dengan bunuh diri. "Apa yang sebenarnya terjadi?"
Beberapa saat kemudian Bu Reni masuk ke dalam kamar Lisa. "Kenapa sayang? Mimpi buruk lagi?" Kini dia duduk di samping Lisa sambil mengusap pelan kepala Lisa.
Lisa menganggukkan kepalanya. "Sejak pulang dari air terjun, Lisa jadi mimpi buruk, Ma. Lisa beberapa kali mimpi kalau Elis lompat ke dalam air terjun."
Bu Reni menautkan alisnya. "Mungkin Elis kangen sama kamu. Coba hubungi dia, barangkali ada perlu sama kamu."
"Sudah, Ma. Tapi nomornya gak aktif dan semua akun sosial medianya juga sudah dihapus."
"Ya udah, gak usah dipikirkan. Itu hanya mimpi. Udah Subuh, sholat gih."
"Iya, ma.."
Bu Reni keluar dari kamar Lisa. Lisa terduduk sesaat sambil memikirkan mimpi itu yang sangat terlihat nyata. Sebenarnya gue kangen sama lo. Dulu selama tiga tahun kita bersama. Kita selalu menoleh bareng saat ada yang manggil kita Lis. Banyak banget kenangan sama lo. Gue harusnya yang minta maaf, gue yang gak bisa jaga persahabatan kita hanya karena Rey. Gue rela Rey sama lo. Gue harap lo sekarang udah bahagia, kayak gue di sini.
Lisa beranjak dari tempat tidur. Dia menuju kamar mandi. Sesaat ketika melintasi jendela kamarnya terdengar lagi suara panggilan lirih, "Lisa..." Lisa menghentikan langkahnya. Dia kini membuka tirai jendelanya. Tidak ada siapa pun. Bahkan langit masih gelap waktu itu. Lisa mengerutkan dahinya. Mungkin cuma suara angin saja.
...***...
"Lisa, kamu berangkat sama Rizal?" tanya Pak Edi pada Lisa saat Lisa sudah menyelesaikan sarapannya.
"Iya, Yah."
"Ya udah, nanti kalau pulang sekolah minta Ayah jemput wa saja ya."
__ADS_1
"Iya." Lisa kini berpamitan pada Ayah dan Mamanya. Lalu dia keluar dari rumah dan terlihat Rizal menghentikan motornya di depan rumah Lisa.
Rizal tersenyum melihat Lisa keluar dari rumahnya. Saat sudah dekat, rupanya Rizal bisa melihat mata panda Lisa. "Lisa, kamu kurang tidur?" tanya Rizal.
Lisa menggelengkan kepalanya. Dia tahu, walau dia tidur cukup tapi karena mimpi itu membuat tidurnya tidak nyenyak. Bahkan badannya terasa pegal. "Cuma efek mimpi mungkin. Jadi rasanya aku kayak gak tidur."
"Mimpi? Mimpi apa?"
"Cuma bunga tidur aja." Lisa kini naik ke boncengan Rizal.
"Mungkin karena semalam gak aku telpon, jadi gak mimpiin aku." gombal Rizal sambil mulai melajukan motornya.
"Emang kalau mimpiin Kak Rizal aku bisa tidur nyenyak?"
"Ya, paling gak bisa tidur sambil senyum."
Lisa tertawa mendengar ocehan Rizal pagi itu. "Apaan sih? Bisa aja."
"Kenapa Lis?" tanya Rizal yang melihat Lisa menoleh ke belakang.
"Ada yang ngikutin. Temen Kak Rizal?"
"Siapa?" tanya Rizal sambil membelokkan motornya ke gerbang sekolah karena mereka kini sudah sampai di sekolah. Rizal menghentikan motornya di tempat parkir.
Lisa melihat lagi pria yang mengendarai motor itu berhenti di dekat gerbang. Lisa seperti merasa kenal dengan pria itu.
"Siapa?" tanya Rizal lagi.
Lisa turun dari motor Rizal. "Aku gak tau."
Rizal kini juga turun dari motornya dan melepas helmnya. Dia melihat ke arah pandangan Lisa. "Kayak bukan siswa sini. Udahlah, mungkin dia janjian sama seseorang. Kita ke kelas yuk."
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan dengan jarak yang lumayan dekat dan yang pasti dengan langkah pelan agar waktu yang ditempuh untuk sampai ke kelas bisa semakin lama. "Hmm, nanti kamu pulang duluan yah. Soalnya aku nanti ada rapat OSIS."
"Oke. Bentar lagi, udah gak jadi ketua OSIS dong. Kapan pendaftaran OSISnya?"
"Minggu depan. Kamu mau daftar?"
Lisa menggelengkan kepalanya. "Gak ah."
"Kenapa?"
Lisa terdiam. Sebenarnya dia memang tidak suka terlibat dengan organisasi-organisai di sekolah. "Gak papa. Aku insecure banget kalau ngomongin kegiatan sekolah sama Kak Rizal. Kak Rizal aktif banget di sekolah. Sedangkan aku?" Lisa menghela napas merasakan dirinya yang payah.
Ada satu sentilan yang didapat Lisa di hidungnya. "Ngomong apa sih? Ikut kegiatan itu sunah nomer sekian. Yang penting, kamu pinter di pelajaran."
Lisa tersenyum. Memang dia sangat beruntung, dia tidak pernah menyangka menjadi seorang pacar ketua OSIS yang tampan dan pintar. Yang pernah menjadi rebutan, bahkan sampai terobsesi. Ya, itulah cinta yang tiba-tiba datang dan memilih dimana dia singgah.
Saat Lisa hanyut dalam buaiannya tentang cinta, tiba-tiba ada seseorang yang menyenggol bahunya cukup keras yang membuat dia sedikit kehilangan keseimbangannya jika saja tidak ditahan oleh Rizal.
"Sorry, gue buru-buru." kata pria itu.
Suara itu? Mungkin kah? Tapi bagaimana bisa dia ada di sekolah ini? Lisa seperti mengenal suara itu. Suaranya sangat tidak asing. Dilihat dari punggungnya saja, Lisa sudah mengenalinya. Dan, dia kini semakin yakin saat pria itu menolehnya.
Senyum lebar mengembang di bibir Lisa. Matanya berbinar. Dia seperti melihat seorang pujaan hati yang sudah lama pergi dan kini kembali. Bahkan kini Rizal sedikit terabaikan. "Rey.." Dengan langkah cepat Lisa menghampirinya. "Lo kenapa bisa ada di sekolah ini?"
"Hai, Lisa apa kabar?" Rey mengulurkan tangannya pada Lisa.
Rey? Siapa? Rizal menautkan alisnya saat melihat Lisa begitu bahagia bertemu dengan Rey. Selama ini Lisa tidak pernah sama sekali bercerita tentang Rey pada Rizal. Rizal mempunyai firasat buruk tentang kedatangan Rey saat ini. Apa mereka pernah ada hubungan yang spesial?
💞💞💞
***Rey??? Seperti apakah Rey? Apa lebih tampan dari Rizal? Se-istimewa apa Rey di masa lalu Lisa? 🤷
__ADS_1
Jangan lupa vote dan komen yah***....