Aku Melihatmu

Aku Melihatmu
Grup Lambe Turah


__ADS_3

Setelah melewati hari yang melelahkan akhirnya Rizal merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya. Hari itu sudah siang menjelang sore. Matanya sudah tinggal 5 watt, siap untuk terpejam. Akhirnya dia tertidur. Cukup nyenyak dan cukup lama sampai hampir tiga jam. Seandainya ponselnya tidak berdering beberapa kali, mungkin dia masih mau melanjutkan tidurnya.


Rizal menggeliat sambil menguap. Dia kumpulkan kesadarannya lalu meraih ponsel yang berada di atas nakas. Ada banyak pesan WA masuk dari grup sekolah dan dari Evan yang sudah menghubunginya beberapa kali. Kini ponsel Rizal kembali berdering mendapat panggilan masuk dari Evan.


Rizal dengan malas mengangkat telepon dari Evan. "Iya, hallo..."


"Rizal, lo gak liat grup kelas!!"


"Emang ada apa? Ada PR penting?"


"Lebih penting daripada PR. Ini soal Lisa."


Rasa kantuk Rizal seketika hilang kini dia menegakkan duduknya dan mematikan telepon Evan. Dia kini membuka chat grup kelasnya. Dia scroll ke atas mencari sumber berita. Mata Rizal melebar saat ada salah satu temannya membagikan video ciuman Lisa dengan Rey yang berdurasi 15 detik itu.


"Via!!! Ngapain dia bagiin video Lisa. Gila! Secepat itu netizen nyebarin gosip." Rizal kembali membaca beragam komentar.


Alfi : "Hah, itu Lisa pacarnya Rizal? Gimana bisa sama anak baru itu?"


Nia : "Itu video lama atau baru? Please, jangan nyebarin video hoax. Lo gak kasian sama Rizal?"


Ade : "Tapi ngomong-ngomong akhir-akhir ini Lisa deket banget sama tuh anak. Apa mungkin udah putus sama Rizal?"


Budi : "Paling juga selingkuh. Tampang aja polos tapi kelakuan minus."


Evan : "Heh! Lo kalau ngomong jangan asal. Kalian gak tau ceritanya mending diem!"


Budi : "Udah ada bukti video juga masih ngeles. Lo temennya Rizal makanya belain dia."


Evan : "Eh, jangan banyak bacot lo! Sini kalau lo berani! Jangan beraninya cuma di grup!!" 😠👊


Budi : "Woles bro!!" 😏


Bayu : "Ngapain jadi pada ribut. Bener kata Evan. Jangan terprovokasi sama video yang kita gak tahu cerita sebenarnya."


Rani : "Eh, tapi kenapa videonya kayak gitu. Membuatku berpikir nganu."

__ADS_1


Bayu : "Nganu apa Ran? Sinih sama abang Bayu aja."


Rani : 👊 👊👊


Sofi : "Via!!! Ngapain lo sebarin video itu! Gila lo! Lo mau berurusan sama Rizal. Atau lo iri karena Lisa jadian sama Rizal."


Ade : "Lagi-lagi karena masalah hati."


Via : "Sorry ya. Ngapain gue iri. Gue cuma bagiin aja berita viral di sekolah kita."


Rizal : "Hanya karena viral terus lo bagiin!? Kalau lo gak ngerti masalahnya udah jangan asal lo share. Lisa itu korban. Lo hapus video itu dari grup atau lo gue keluarin dari grup!!!"


Sofi : "Percuma juga dihapus. Yang liat udah 25 orang. Harusnya gue seneng ya, saingan gue dapat scandal kayak gini. Tapi kali ini gak!! Gue sangat gak suka ada orang yang ngerendahin sesama perempuan. Karena gue tahu betul apa permasalahannya kali ini. Lisa di sini korban. Harusnya kalian kasih suport bukan malah ngancurin!!!"


Evan : "Adem banget gue baca argumen lo kali ini, Sof. 🥰"


Ade : "Nah, betul!"


Via : "Iya, maaf."


Rizal : "Kalau ada yang komentar lagi tentang video itu, gue keluarin dari grup?! Silahkan buat grup sendiri!!!"


Evan : "Setuju!! Yang banyak bacot mending buat grup lambe turah sendiri aja sana!!"


Rizal menutup chat grup kelasnya. Dia melempar ponselnya ke atas kasur. Kepalanya terasa pusing memikirkan masalah yang akan Lisa hadapi besok. Video itu begitu cepat menyebar. Untuk sementara, Lisa memang tidak mengetahui hal itu karena ponselnya mati dan masih di tampat service.


"Gimana kalau Lisa tahu video itu udah nyebar dan jadi viral? Aku takut, Lisa dapat masalah besar. Mereka hanya bisa menilai mentah dari video itu tanpa mengetahui cerita sebenarnya."


...***...


Pagi itu, Rizal sudah menunggu Lisa di depan rumahnya. Tak berapa lama Lisa keluar sambil tersenyum. Yah, seperti yang biasa dia lakukan sebelum dihipnotis oleh Rey. Dan sekarang, Lisa sudah kembali ke sedia kala. Semoga saja akan terus seperti itu.


"Udah lama, Kak?" tanya Lisa yang membuyarkan lamunan Rizal.


"Lama banget, karena aku udah gak sabar liat kamu kembali menjadi milik Rizal."

__ADS_1


Lagi, wajah Lisa dibuat memerah. Dia kini naik ke boncengan Rizal dan Rizal mulai melajukan motornya. Tak begitu cepat di jalanan yang cukup ramai. Sesekali Rizal melihat Lisa dari kaca spion. Rasanya dia benar-benar tidak tega memberi tahu yang sebenarnya terjadi. Dia tidak mau mata indah itu menangis lagi.


Rizal kini membelokan motornya masuk ke gerbang sekolah. Banyak pasang mata yang menatap kedatangan mereka dengan tatapan aneh. Bahkan ada yang langsung berbisik setelah mereka melintas.


"Lis, aku antar ke kelas ya." kata Rizal setelah memarkir motornya. Dia kini berjalan sejajar di samping Lisa.


Lisa sedikit menautkan alisnya. Tidak biasanya Rizal mengantarnya ke kelas karena memang kelas mereka tidak searah. "Gak usah, Kak."


"Gak papa. Aku ada perlu sama Dewa juga, kayaknya dia udah datang tadi ada sepeda motornya." Alasan Rizal yang sebenarnya dia hanya ingin memastikan Lisa sampai di kelas tanpa ada yang berkata buruk padanya karena Rizal tahu persis walaupun mereka semua menatap aneh dirinya dan Lisa, mereka semua masih merasa sungkan pada Rizal.


Lisa menyadari ada yang tidak beres. Dari sekian teman yang dia lihat selalu saja menatapnya aneh sambil berbisik. "Hmmm, Kak ada yang salah? Apa karena Kak Rizal ngikutin aku?" tanya Lisa pada Rizal.


"Gak ada. Udahlah biarin aja." Rizal kini justru menggandeng tangan Lisa. Rizal ingin menunjukkan bahwa hubungannya dengan Lisa baik-baik saja. Tidak seperti apa yang mereka pikirkan.


Lisa menatap tangan Rizal yang menggenggamnya. Dia sebenarnya merasa sedikit malu mendapat perlakuan mesra Rizal di depan umum.


"Udah, gak usah malu." Rizal kini menatap Lisa sambil tersenyum yang membuat jantung Lisa berdebar. Rizal seperti bisa membaca pikirannya.


Sampai di depan kelas Lisa, Karin datang dan langsung meraih tangan Lisa yang membuat Rizal melepaskan tangannya. "Lisa, masih pagi udah pacaran aja. Sini ikut gue, biasa gue mau nyontek PR lo. Lo udah selesai kan.." Mereka berdua masuk ke dalam kelas.


Dewa keluar dari kelas yang membuat Rizal menghentikan langkahnya untuk pergi.


"Gimana temen sekelas lo? Video itu udah nyebar, bahkan sampai di grup kelas gue." Rizal memelankan suaranya berbicara dengan Dewa.


"Mereka pada ngomongin, padahal gue udah tegesin kalau Lisa itu korban. Mereka masih diem soalnya lo ada di dekat Lisa. Gue gak tau nanti gimana Lisa kalau gak ada lo."


Rizal menghela napas panjang. "Gue gak tega cerita sama Lisa yang sebenarnya. Tolong lo jaga Lisa di kelas ya."


Di dalam kelas Lisa bisa melihat Rizal dan Dewa sedang berbicara serius.


"Ih, enak yah yang punya dua cowok. Sama-sama ganteng lagi. Gue juga pengen dong."


"Eh, jangan gitu. Gak baik kayak cewek murahan aja lo."


Lisa bisa mendengar pembicaraan Lili dan Santi yang duduk sederet di sampingnya. "Mereka ngomongin siapa sih. Kayak nyindir seseorang. Gue merasa hari ini semua pandangan aneh sama gue. Apa mereka tahu masalah gue kemaren. Atau hanya perasaan gue aja."

__ADS_1


💞💞💞*


Jangan lupa vote dan komen ya kawan. Tolonglah ramaikan kolom komentar biar diri ini semangat. 😂 Biar gak berasa kayak orang dongeng sebelum tidur. 🤭


__ADS_2