Aku Melihatmu

Aku Melihatmu
Curahan Hati Rey


__ADS_3

Rey menghela napas panjang. Dia kini duduk di bangku taman belakang sekolah. Di bawah pohon yang mampu menutupi dirinya dari panasnya sinar matahari. Dia menatap kosong rerumputan. Dia masih saja menyesali semua perbuatannya. Mengapa dia tega melakukan semua itu pada seseorang yang dia cintai. Bahkan dirinya saja tidak ingin memaafkan dirinya sendiri.


Tersadar, cintanya hanyalah secuil dibandingkan dari cinta Rizal. Tersadar, dia masih sangat kekanakan dan emosional. Tidak bisa berpikir jernih dan hanya mementingkan egoisnya. “Inilah saatnya gue melepas cinta gue. Cinta dari seorang yang sangat egois. Yah, lo pasti lebih bahagia.”


“Udah, gak usah nangis.”


Rey sedikit terkejut mendengar suara itu. Dia sadar, dia tidak menangis. Hanya ada air mata yang tidak pernah berhasil lolos.


“Gak usah lo tangisi apa yang udah terjadi...”


Rey menatap gadis yang kini sudah berada di sampingnya. Dia sudah hampir sebulan berada di sekolah ini tapi bahkan nama teman satu kelas pun banyak yang dia tidak tahu. Dia hanya terfokus sama Lisa, saja.


“Kenalin, gue Novita. Lo gak tahu kan nama gue. Iyalah, lo kan dulu terlalu fokus sama Lisa.” Novi mengulurkan tangannya mengajaknya bersalaman.


Rey membalas uluran tangan Novi sesaat. Lalu dia kembali mengalihkan pandangannya.


“Gue ngerti, lo pasti merasa bersalah. Karena cara yang lo lakuin itu memang salah. Gue di sini sih emang cuma sebagai penonton. Gue juga kemakan video lo kemaren. Dan karena kejadian itu gue juga sadar, kalau cinta yang tulus itu benar-benar ada saat gue liat sendiri bagaimana Kak Rizal sangat ngebela Lisa. Kalau dipikir secara logika, mana ada sih seseorang yang mau pacarnya disentuh oleh orang lain. Gue pikir, perasaan Kak Rizal pasti jauh lebih sakit daripada lo. Tapi dia masih bisa maafin lo. Speechless gue.”


Mendengar omongan Novi yang memang benar adanya membuat Rey tanpa sadar meneteskan air matanya walau hanya setetes. Yah, memang terkadang lelaki butuh menangis, di saat dirinya benar-benar merasa di titik terbawah dan rapuh. “Bahkan gue aja gak bisa maafin diri gue sendiri. Gue bodoh!!! Perbuatan gue lebih setan dari pada setan. Gue tega mau hancurin hidup seseorang yang justru gue cintai. Gue sangat menyesal.”


Novi memberikan sapu tangannya pada Rey. “Dan kini, gue juga baru tahu kalau lelaki juga ada titik lemahnya. Gue bisa liat kalau cinta lo itu besar tapi lo gak kuat bawa cinta itu.”


Rey kini menghapus air matanya. Ada sedikit perasaan lega di dadanya. Setelah tiga hari ini dia pendam dan ketakutan sendiri saat semua orang menyalahkannya. “Thanks. Ada kalanya hidup itu butuh penonton untuk menilai. Gue emang lemah. Tapi gue janji mulai hari ini gue akan perbaiki semuanya.” Rey menghela napas panjang. “Dan mulai hari ini gue juga harus buang semua rasa cinta gue.”


Novi tersenyum. Dia memang cukup berani mendekati seorang lelaki yang sedang kalut. “Ngomong-ngomong suara lo itu khas yah. Gue gak pernah bosan dengerin lo nyanyi waktu pensi. Ngena banget. Kenapa lo gak jadi youtuber aja? Video lo sekarang udah 1 juta viewer dan subscriber channel sekolah kita meningkat.”


Rey menyunggingkan sebelah bibirnya. “Gue masih belum kepikiran.”


“Lo buat aja channel lo sendiri. Gue bisa bantu lo.”


Perkataan Novi membuat Rey kini memandangnya. Perkataannya mirip dengan perkataan Elis dulu. Elis yang selalu menawarkan bantuan padanya. Elis yang selalu ingin mendukungnya. Elis yang telah dibuatnya kecewa. Elis yang kini sudah pergi untuk selamanya. Satu lagi rasa menyesal itu muncul. “Elis?” gumam Rey yang mampu ditangkap oleh telinga Novi.


“Elis?” Novi mengerutkan dahinya.

__ADS_1


Rey kembali membuang pandangannya. “Sorry, gue gak bisa terima bantuan dari lo. Gue gak mau kalau nantinya lo juga kecewa sama gue.”


“Pasti punya kenangan buruk lagi.”


Rey terdiam. Bahkan mereka tanpa suara untuk beberapa saat. “Dulu, gue, Elis, dan Lisa itu bersahabat.” Rey mulai bersuara. Hanya satu kalimat, dia menghentikan perkataannya.


Novi kini menatap Rey. Dia bisa menebak hanya dari sebuah kalimat. “Elis suka sama lo, sedangkan lo suka sama Lisa.”


Rey mengangguk pelan. “Dulu gue tahu sebenarnya Lisa punya rasa yang sama ke gue. Tapi dia mengalah demi Elis.”


“Terus kenapa lo malah guna-guna Lisa?”


Rey tersenyum pahit. Itu langkah terakhir yang dia lakukan untuk mendapatkan Lisa tapi salah. “Karena semenjak dia pindah ke sini, dia gak pernah lagi hubungi gue. Dan gue sempat cari tahu tentang Lisa, ternyata Lisa sudah dekat sama Rizal. Gue juga tahu Lisa sempat diteror sama fans Rizal. Gue sempat nolong Lisa saat Lisa hampir saja ditabrak mobil. Sejak itu gue mutusin ingin merebut Lisa dari Rizal dan pindah ke sekolah ini.”


“Lo tahu banget yah. Lo itu dukun atau detektif?”


“Setengah dukun, setengah detektif.”


Novi mengerutkan dahinya mendengar jawaban asal Rey. “Lalu Elis gimana setelah lo nyusulin Lisa ke sini?”


“Apa? Hanya karena lo tinggalin terus dia bunuh diri?”


“Bukan karena gue. Tapi...” Rey menghentikan kalimatnya, padahal Novi sudah menunggu kelanjutan ceritanya. “Karena Elis merasa bersalah sudah mencelakai Lisa. Ceritanya panjang.”


“Pendeknya?”


“Semua sudah berlalu.”


“Okelah. Tapi gimana tawaran gue? Setuju?”


Rey tampak berpikir.


“Lumayan kan bisa dapat penghasilan dari youtube. Di rumah gue ada studio mini punya bokap. Lo pakai deh gratis, cuma bagi penghasilan aja 30%.”

__ADS_1


Rey kini tertawa. “Itu sih sama aja sama bayar.”


“Bercanda. Bercanda.”


“Oke deh. Meskipun bagi hasil juga gak papa.”


“Save nomor gue yah. Ada di grup.” Novi tersenyum menggoda sesaat lalu dia berdiri dan akan meninggalkan Rey. Tapi langkahnya berhenti saat berpapasan dengan Reno.


“Novi, lo gercep banget ada cowok nganggur di samperin.”


“Maksud lo apa!? Cemburu?” Novi memang sudah biasa bicara seenaknya. Yah, dia gadis pemberani.


“Idih. Cuma gue takut aja saudara gue ditikam serigala.”


“Eh, apa lo bilang. Lo saudara Rey tapi tampang dan kelakuan bagai bumi dan langit. Jauh!!” Novi bergegas melangkahkan kakinya pergi. Jika dia menuruti dia bisa darah tinggi secara mendadak.


Reno kini duduk di sebelah Rey. Sebenarnya dia agak kaku ingin memulai pembicaraan. “Sorry, gue ikut mukulin lo waktu itu.”


“Gak papa. Kan gue emang salah. Untung ada lo yang ngasih petunjuk mereka.”


“Udahlah, lupain soal itu. Rey, gimana kalau lo tinggal aja di rumah gue. Lumayan kan uang kos bisa buat keperluan lain.”


“Gak enak. Ntar gue ngerepotin.”


“Gak papa. Lo bisa pake kamar kakak gue. Kakak gue kan udah punya rumah sendiri. Bokap gue juga nyuruh lo tinggal di rumah.”


“Ya, nanti gue bicara dulu sama Ibu.”


“Udahlah, setuju aja. Seminggu lagi gue jemput lo di kos.” Reno kini berdiri sambil menepuk bahu Rey sesaat. Dia kembali ke kelas karena jam istirahat akan segera berakhir.


Rey seperti mendapat kehidupan baru. Dia kini mempunyai sahabat dan saudara yang sangat baik meski dia sudah melakukan kesalahan. Dia akan berusaha untuk menjadi Rey yang jauh lebih baik dari sebelumnya.


💞💞💞

__ADS_1


Di sini Novi jadi perantara curhatan Rey. Dulu Rey memang pernah menolong Lisa saat Lisa akan tertabrak mobil di bab teror. 🤭🤭 gak ada yang tau ya. Sama.. ☺️ Soalnya Rey langsung pergi gitu aja sih gak bilang-bilang.


__ADS_2