
Rizal menghentikan sesaat motornya di depan teras rumah Lisa. Dia melihat motor Rey terparkir di sana. Dia mengurungkan niatnya untuk ke rumah Lisa. Segera dia berputar arah dan pulang ke rumahnya.
Kalau dibilang cemburu? Ya, aku cemburu tapi aku gak bisa terlalu melarang Lisa. Lebih baik aku singkirkan egoku untuk saat ini.
Rizal sampai di rumahnya. Dia segera turun dan masuk ke dalam rumahnya dengan wajah kusutnya.
"Rizal, kamu keliatan capek banget."
"Iya, Ma. Lagi banyak tugas." jawab Rizal sambil berjalan menuju tangga kamarnya.
"Cepat ganti baju terus makan yah."
"Iya." Rizal menaiki anak tangga cukup cepat. Dia sampai di kamarnya. Bukan mengindahkan ucapan mamanya tapi Rizal justru langsung berbaring di atas tempat tidurnya melepaskan penat yang ada.
Dia kini mengeluarkan ponselnya. Membaca pesan Lisa yang cukup singkat.
Sudah, kak.
Rizal menutup layar chat-nya dan menaruh ponselnya. Dia tidak membalas lagi chat Lisa. Rizal sengaja menunggu Lisa untuk menghubunginya terlebih dulu.
Kini Rizal bangun dan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan berganti baju. Tak lama kemudian, Rizal sudah keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian santai. Dia meraih ponselnya lagi. Masih tetap tidak ada pesan masuk dari Lisa.
__ADS_1
...***...
Lisa seperti melupakan masalah Rizal saat itu. Bahkan sampai malam tiba, Lisa belum juga menghubungi Rizal karena Rey pulang setelah Maghrib.
Kini Lisa merebahkan badannya di tempat tidur. Dia meraih ponselnya dan membuka layar chat-nya dengan Rizal. "Apa Kak Rizal beneran marah?" Ingin dia menghubungi Rizal tapi ada panggilan masuk dari Rey. Lisa justru mengangkat panggilan masuk Rey.
"Iya, hallo Rey..."
Mereka mulai asyik mengobrol dan melupakan Rizal lagi.
"Lisa, belum juga chat?" Rizal beberapa kali melihat ponselnya. Kini dia duduk di kursi meja belajarnya. Ingin dia mengerjakan tugasnya hari itu tapi pikirannya sangat tidak fokus. Akhirnya dia membuka layar chat Lisa. Terlihat status online Lisa.
"Online??" Lagi, Rizal membuang egonya. Dia kini menghubungi Lisa. Nada sambung berdering cepat dengan keterangan sedang berada di panggilan lain. Rizal mematikan panggilannya. "Lisa sedang telepon sama siapa? Rey kah?"
"Hallo, ada apa malam-malam telpon?" terdengar suara Dewa sedikit marah karena mungkin dia sedang bermain game online.
"Lisa sedang telpon sama lo?"
"Sejak Lisa jadi pacar lo, Lisa itu udah gak pernah telpon gue. Kalau ada perlu biasanya cuma chat gue. Udah, gue lagi main game." Dewa mematikan panggilannya.
"Lagian, kenapa gue malah telpon Dewa. Jelas bukan Dewa. Yah, mungkin memang Rey." Rizal kini berdiri dan masih terus berusaha menghubungi Lisa. Masih tetap sama, Lisa berada di panggilan lain.
__ADS_1
Rizal menghela napas panjang. Lalu kembali duduk di kursi belajarnya. Mengemasi tugas yang baru selesai separuhnya. Dia kini justru membuka laptopnya. Setelah menyala halaman pertama yang dia tuju adalah facebook. Sudah lama dia tidak pernah membuka facebook-nya. Tapi kini dia membukanya untuk menjadi stalker.
Kini terpampang beranda Rizal. Banyak permintaan pertemanan bahkan sudah hampir seratus. Dia membukanya, mungkin saja Lisa salah satu yang ada di sana, karena seingatnya Lisa pernah bertanya tentang nama facebook Rizal. Rizal terus mencari nama Lisa dan akhirnya ketemu.
Dia segera membuka profil Lisa. Terlihat Lisa sudah tidak pernah membuat status tapi masih aktif di beberapa minggu yang lalu terlihat dari postingan share yang dibagikannya.
Rizal membuka pertemanan Lisa yang sudah ribuan. Dia mencari nama Rey di pertemanan Lisa. Munculah beberapa nama Rey, tapi ada satu akun tanpa foto profil dengan nama Rey Han. Rizal membukanya, rupanya facebook itu telah non aktifkan dari publik. Dia mencari lagi satu facebook dengan nama Elis. Dan muncullah nama Elisa Agr. Dia membukanya, tapi sama seperti milik Rey, facebook sudah di nonaktifkan.
Rizal ingin menguak masa lalu Lisa dan Rey. Sedalam apa perasaan Lisa sama Rey, hingga dia tersisihkan.
Kini Rizal menghubungi seseorang tapi bukan Mark pemilik facebook tentunya. "Dri, lo bisa hack akun ini?" Rizal beralih ke panggilan video. "Sama ini? Iya dinonaktifkan"
Rizal menunggu beberapa menit. Teman Rizal ini, Andri memang seorang hacker. Rizal kini melihat Andri sudah berhasil membobolnya. Dia kini mengikuti arahan Andri untuk membukanya sendiri di laptopnya. Sesuai dugaan semua postingan sudah berprivasi. Begitu juga dengan akun Elisa.
"Oke, makasih."
Rizal melihat facebook Rey. Tidak ada yang istimewa. Hanya ada beberapa puisi dan beberapa share video klip lagu pop lama. Rizal kini beralih ke facebook Elis. Ternyata di dalam facebook Elis masih banyak fotonya bersama Lisa dan Rey. Sedekat ini persahabatan mereka.
Ada status terakhir yang menarik perhatian Rizal.
Maaf, aku terlalu buta karena cinta. Aku salah. Aku salah besar. Bagaimana aku harus menebus kesalahan ini? Apa harus dengan maut aku menebusnya.
__ADS_1
Harusnya aku tidak melakukannya. Tangan ini, mengapa tega menyakitinya. Padahal dia hanya diperdaya oleh cinta yang dibuat dengan sengaja.
"Maksudnya ini apa? Ini status penuh misteri. Apa yang dimaksud dengan cinta yang dibuat dengan sengaja?" Rizal menghela napas panjang. Dia mengambil gambar status itu dengan kamera ponselnya. "Cinta yang dibuat dengan sengaja?" Rizal berusaha mengartikannya. "Jangan-jangan...."