Aku Melihatmu

Aku Melihatmu
Video???


__ADS_3

"Kak, video apa ya?" tanya Lisa. Setahu Lisa hanya video kecelakaan itu yang tersebar, itu pun sudah satu bulan yang lalu.


"Gak tahu. Cuma netizen yang tahu..."


Beberapa saat kemudian pramuniaga itu datang bersama dengan bosnya. Mereka menghampiri Rizal dan Lisa yang masih berdiri di depan etalase.


"Rizal sama Lisa?" Bos pemilik toko jewelry itu menjabat tangan mereka.


Mereka masih terheran dengan situasi ini. Bagaimana pemilik toko itu bisa tahu namanya.


"Kalian tepat memilih cincin ini. Cocok buat cinta sejati kalian. Saya akan berikan diskon 50% khusus buat kalian berdua."


50%?? Mereka berdua terkejut.


"Kami minta foto kalian berdua ya. Sambil pegang cincin ini. Iya gini."


Mereka berdua menuruti permintaan pemilik toko itu.


"Bagus, terima kasih ya. Ca, tolong post di medsos ya, jangan lupa hastagnya."


"Baik bos."


"Apa masih ada yang mau dibeli lagi?"


Rizal menggelengkan kepalanya.


"Baik, silahkan lakukan pembayaran di kasir. Semoga kalian selalu berbahagia dalam naungan cinta."


"Iya sama-sama." Rizal segera melakukan pembayaran. Sebenarnya masih banyak tanda tanya di benaknya. Video apa sebenarnya yang membuatnya hoki kali ini.


Setelah selesai melakukan pembayaran, Rizal menggandeng tangan Lisa dan berjalan keluar dari toko. Mereka masih bingung dengan kejadian barusan.


"Kak, kok bisa ya?" Lisa masih saja tak habis pikir. Bagaimana bisa dirinya jadi terkenal seperti ini.


"Gak tahu. Ya sudahlah gak usah terlalu dipikirin. Anggap saja kita lagi hoki. Sekarang kita mau makan dimana?"


"Terserah Kak Rizal aja."


"Makan di sana aja ya, setelah makan baru antar aku beli hp."


Lisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


...***...

__ADS_1


Sayang, aku jemput ya...


Chat WA dari Rizal mengawali pagi hari Lisa. Setelah satu bulan dia tidak berangkat kuliah bersama Rizal, akhirnya hari ini dia kembali memulai harinya seperti rutinitas sebelumnya. Hidup Lisa kembali bersemangat.


Setelah siap, dia kini menunggu Rizal di teras rumahnya seperti biasa. Beberapa saat kemudian, mobil Rizal berhenti di depan rumahnya. Lisa tidak menyangka, Rizal akan memakai mobil ke kampus kali ini.


Rizal keluar dari mobil dan memberi senyum manisnya. Menghampirinya yang masih sedikit bengong.


"Gak perlu tanya, aku bisa jawab. Sepeda motor aku baru nanti sore bisa diambil. Gak papa kan kita sekali-kali ke kampus bawa mobil."


"Ya, gak papa."


"Berangkat yuk. Mama mana?"


"Mama sama Ayah lagi keluar. Gak papa, aku tadi udah pamit kok."


Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Beberapa saat kemudian mobil Rizal melaju dengan kecepatan sedang menuju kampus.


"Besok siapin berkas-berkas ya. Biar aku urus ke KUA."


KUA? Semua ini masih terasa mimpi bagi Lisa. Dia tidak menyangka bisa menikah dengan Rizal secepat ini. "Kita beneran mau nikah ya. Masih kayak mimpi."


"Ya beneran dong. Kan aku akan wujudin semua mimpi kamu."


Rizal tertawa. Dia juga sangat bahagia akhirnya keinginannya untuk segera menikahi Lisa terwujud.


Beberapa saat kemudian mobil Rizal berhenti dengan mulus di parkiran kampus. Beberapa pasang mata melihat mereka turun dari mobil dengan terkesima.


"Gaya banget ke kampus pakai mobil. Mentang-mentang udah mau nikah!" celetuk Andri yang membuat Rizal dan Lisa menghentikan langkahnya.


"Lo tahu dari mana? Dari Dewa?" tanya Rizal. Berita itu mengapa begitu cepat menyebar.


"Yaelah. Netizen Indonesia gercep banget kali. Apalagi buat Rililover."


"Hah?" Rizal dan Lisa tidak mengerti maksud omongan Andri.


Mereka bertiga berjalan di lorong kampus dengan berbagai pertanyaan untuk Andri.


"Andri, lo tahu dari mana? Jawab gue!!" Rizal memaksa Andri untuk bercerita.


"Emang kalian itu pada gak punya facebook? Gak punya tik tok. Gak punya akun sosmed?"


"Punya tapi gak sempat liat."

__ADS_1


"Kalian emang pacaran muluk kerjaannya." Andri mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah video slide dengan backsound Cinta Sejati dibumbui dengan puisi romantis yang pasti akan membuat baper parah.


Rizal dan Lisa melihat video itu. Terlihat banyak foto mereka berdua, mulai dari awal mereka bertemu, bahkan ada juga foto saat Rizal menghukum Lisa. Saat mereka mulai dekat, saat mereka mulai berpacaran. Dan masih banyak lagi foto candid kemesraan mereka. Tak terkecuali foto saat kecelakaan itu, saat Lisa memeluk Rizal sambil menangis. Ya, dan terakhir ada satu foto yang membuat Lisa meneteskan air matanya. Saat dia menangkup kedua pipi Rizal setelah sadar dari koma, mereka saling menatap dengan senyuman dan air mata.


"Siapa yang buat video ini?" Lisa mengusap asal air matanya yang menetes karena dia sendiri terharu dengan video itu. Dia tidak menyangka jejak digital begitu banyak tersimpan.


"Dewa Cinta??" Baca Rizal dalam watermark di video itu. "Dewa!!!"


Dewa yang saat itu berjalan di dekat mereka seketika menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. "Ya?"


"Lo yang buat video ini?"


"Iya, video itu udah dilihat jutaan orang loh. Itu kisah lanjutan dari video kecelakaan lo yang sempat viral kemaren. Sorry, gue gak izin dulu sama kalian. Tapi beneran, gue gak ada maksud apa-apa. Gue cuma mau nunjukin bahwa cinta sejati itu ada. Biar mereka terinspirasi sama kisah kalian. Kalian juga udah dapat endorse kan dari Toko Pusat Jewelry."


"Tahu dari mana lo?"


Dewa menunjukkan foto Rizal dan Lisa di toko itu. "Ini. Jadi berita kalian mau menikah itu udah tersebar."


"Tapi bukan foto ini juga yang lo pasang." Rizal menunjukkan beberapa foto yang sempat dia screenshot. Foto saat Lisa tanpa sengaja menyiramnya dengan air kotor yang ada di ember.


Dewa tertawa. "Sorry, itu kiriman dari salah satu guru yang gabung di grup Rililover. Nanti gue masukin lo berdua ke grup biar kalian tahu perkembangannya. Banyak temen kita yang udah gabung. Biasa, kita gosipin kalian berdua. Gue cabut dulu ya." Dewa mempercepat langkahnya karena dia mulai melihat aura marah dari Rizal.


"Hmm, hp gue mana? Gue cabut dulu ya." Andri mengambil ponsel yang ada di tangan Rizal lalu melangkah cepat.


"Kak, aku ke kelas dulu ya." Lisa juga bisa merasakan aura marah Rizal. Dia ingin kabur juga tapi tangannya di tahan oleh Rizal.


"Eh, mau kemana?"


Lisa menunjukkan senyum gigi putihnya. "Mau ke kelas."


"Aku jadi ingat lagi kejadian itu."


"Aku waktu itu gak sengaja. Kan Kak Rizal udah hukum aku, masak sekarang mau dihukum lagi."


"Iya dong. Sini." Rizal mulai menggelitiki Lisa di pinggangnya.


"Kak, jangan dong. Ampun." Lisa berusaha menghindar tapi Rizal masih mengejarnya hingga tanpa sengaja Lisa menabrak seseorang dan membuatnya hampir terjatuh.


"Eh, maaf..." ucap Lisa.


"Iya, gak papa."


Pandangan mereka kini tertuju pada dia. Ada sesuatu yang berubah.....

__ADS_1


💞💞💞


__ADS_2