
"Eh, gimana ceritanya?" tanya Mei semangat ketika Maimunah sedang berjalan masuk ke dalam standnya Aisyah.
"Ceritanya gini, si Utsman lihat seorang pemuda sedang mengambil dompet bapak - bapak. Terus Utsman langsung memukul tangan pemuda hingga pemuda itu terjatuh. Semua orang langsung menoleh ke Utsman. Utsman bilang kalau pemuda itu pencopet. Karena ketakutan dikeroyok massa, pemuda itu ambil pisau lipat dari saku celananya lalu menerjang Utsman. Utsman menangkisnya tapi tapi karena salah perhitungan, tangan kirinya Utsman kena sabetan pisau itu, Utsman terjatuh. Pencopetnya pas mau kabur, langsung dilempari batu sama massa hingga dia kewalahan hadapi massa. Utsman langsung dibawa ke rumah sakit polri Kramat Jati. Pencopetnya dibawa ke kantor polisi. Bapak - bapak yang kena copet langsung membawa Utsman ke rumah sakit," cerocos Maimunah.
"Kalau Rafael ke mana?" tanya Meira.
"Nemenin Aisyah ke rumah sakit."
"Kalau Bang Juned ke mana?"
"Ngurusin si pencopetnya."
"Hey! Malah ngerumpi di mari yak," celetuk Romlah yang ngagetin Maimunah dan Meira.
"Eh elu Rom, ada ape ke mari?" ucap Maimunah.
"Mu beli lontong sayur dua, sambelnya dipisah yak."
"Ok," ucap Maimunah.
"Muna, gw duduk dulu yak," ucap Mei.
"Yak," ucap Maimunah sambil memotong lontong.
Tak lama kemudian, Maimunah melangkahkan kakinya menghampiri Liza yang sedang fokus memainkan smartphone miliknya. Mei menduduki tubuhnya di samping kirinya Liza. Tak sengaja, Mei melihat plastik bening yang berisi makanan di tengah - tengah antara dia dan Liza.
"Liz, maaf ya ditinggalin soalnya tadi banyak banget pembelinya," ucap Mei sopan sambil menoleh ke Liza
"Iya nggak apa - apa Mpok," ucap Liza sopan sambil menoleh ke Mei.
"Eh, tadi kan udah gw bilang, jangan panggil gw Mpok, panggil aja Mei," ucap Mei.
"Eh iya Mpok, eh Mei."
"Elu manggil Aisyah pake nama doang kan?"
"Iya."
"Ya udah samain aja sama dia."
"Iya."
"By the way, elu orang Jakarta?"
"Bukan, saya orang Batak tapi tinggal di Bandung."
"Alah macam pula kau ini, kita sama, sama - sama orang Batak. Tapi kalau aku tinggal di Jakarta," ucap Mei dengan logat Banyaknya.
"Mei marganya apa?"
"Pardede. Kalau kamu marganya apa?"
__ADS_1
"Tobing. Kira - kira Bang El masih lama nggak ya di rumah sakit?"
"Mungkin sebentar, coba kau telepon dia," ucap Mei.
"Udah aku kirim pesan tapi sampai sekarang belum dijawab. Kalau telepon, aku takut mengganggunya."
"Takut dimarahin ya? Dia mah cuma galak diluar, dalamnya selembut sutera. Udah lama nikah sama Rafael?" ucap Mei.
"Baru sebulan lebih."
"Kok gw nggak diundang - undang?"
"Diundang kok, pestanya dua minggu lagi."
"Udah lama pacaran sama Rafael?"
"Kamu nggak pernah pacaran."
"Whattt!??? uca Mei heboh.
"Kenapa sih elu Mei, heboh banget?" tanya Maimunah sambil berjalan menghampiri Liza dan Mei.
"Itu, si Rafael sama Liza nggak pernah pacaran."
"Gw udah tahu," ucap Maimunah sambil menduduki tubuhnya di depan Liza dan Mei.
"Terus kenapa kalian nikah? Dijodohin?" ucap Mei kepo.
"Mai nyamber aja elu, gw kan ngomong sama Liza bukan sama elu tahu," ucap Mei sewot.
"Hey kalian! Bukannya jagain warung malah ngerumpi di mari!" ucap seorang wanita sambil berkacak pinggang.
Mei, Maimunah dan Liza menoleh ke wanita itu, lalu Maimunah berkata, "Ngapain elu Mar ke mari? Mau numpang makan gratis?"
"Gw mau ambil keuntungan dagang! Gw kan bos di sini!"
"Bos embahmu!" ucap Maimunah sambil beranjak berdiri.
"Eh elu yak! Jadi jongos jangan belagu dah!"
"Eh, manusia bermuka dua, berbisa ular elu tuch harus tahu diri dan harus punya otak! Ini warung modalnya dari Aisyah, bukan dari elu! Jadi yang berhak mengambil keuntungan dagang itu Aisyah, bukan elu!" ucap Maimunah sambil berjalan menghampiri wanita itu.
"Eh, Aisyah itu saudara gw! Jadi gw juga berhak ngambil!"
"Elu yak! Dikasih hati minta ampela," ucap Maimunah sinis sambil mengacak pinggang di depan wanita itu.
"Mariana, elu minta uang keuntungan untuk apa?" tanya Mei ke wanita itu yang bernama Mariana.
"Itu hak gw mau untuk apa," ucap Mariana.
"Emangnya Koko elu ngasih uangnya kurang sampai elu minta di mari?" ucap Maimunah sinis.
__ADS_1
"Eh Babu! Elu nggak berhak tahu soal keuangan keluarga gw! Cepatan kasih uangnya!"
"Udah kasih aja Maimunah, percuma kita ladeni orang gila, nanti kita ikutan gila," celetuk Mei.
"Hey! Elu yang gila! Teriak - teriakan ama laki di malam hari!" teriak Mariana sambil melototi dua matanya ke Mei.
"Udah Maimunah kasih aja, gw udah pusing ama gonggongannya," ucap Mei.
"Hey! Elu yang An jing!" bentak Mariana.
"Nich uangnya," ucap Maimunah sambil memberikan uang dua ratus ribu ke Mariana. "Sana elu pergi!"
Mariana langsung mengambil uang itu dengan kasar, lalu menyeringai licik sambil menghitung jumlah uang yang diberikan oleh Maimunah. Mariana berbalik, lalu pergi keluar dari tenda yang disewa Aisyah selama acara festival berlangsung. Maimunah melangkahkan kakinya menghampiri Mei dan Liza, lalu duduk di tempat semula.
"Kasihan ya si Aisyah," komentar Mei.
"Iyak, dari kecil ditindas melulu sama mereka."
"Memangnya mereka siapanya Aisyah?" tanya Liza yang kepo.
"Mereka itu keluarga yang membesarkan Aisyah. Dulu waktu Aisyah masih bayi kan diculik terus ketika penculiknya mau buang air, naruh Aisyah di mobil baknya Babe Rojali. Mobilnya Babe Rojali pergi waktu penculik Aisyah di dalam kamar mandi. Pas sampai di Jakarta, Babe Rojali kaget karena ada bayi di mobilnya. Nyak Rogaya waktu itu terkesima melihat Aisyah, akhirnya mereka memungut Aisyah sebagai anaknya karena setelah sepuluh tahun mereka menikah, mereka belum punya anak. Mereka senang memiliki Aisyah, tapi pas Aisyah berusia tiga tahun, Nyak Rogaya hamil. Dari situ Aisyah sering dicampakkan oleh mereka dan mereka pilih kasih. Anak kandung Nyak Rogaya dan Babe Rojali itu si Mariana yang tadi. Dari Aisyah bayi sampai berusia dua puluh tiga, Aisyah tidak tahu bahwa dirinya anak pungut. Pas remaja, Aisyah dan Bang Juned jatuh cinta tapi mereka nggak pacaran. Pas Bang Juned mau melamar Aisyah, orang tuanya Bang Juned tidak setuju karena nasabnya Aisyah tidak jelas sehingga Bang Juned dijodohin sana orang Arab, kenalan Jidnya. Aisyah sakit hati atas perjodohan itu. Beberapa hari kemudian, Aisyah kenalan sama si Rafael sampai mereka pacaran. Awalnya Aisyah tidak mau menerima Rafael karena dia masih mencintai Bang Juned, tapi akhirnya Aisyah menerima cintanya Rafael dan Aisyah membalas cintanya Rafael. Babe Rojali mau nikahi Aisyah sama Babe Marzuki, mertua gw karena Babe Rojali tidak sanggup bayar hutang tapi Aisyah nggak mau. Nah karena dia membantah Babe Rojali, akhirnya Babe Rojali keceplosan bahwa dia anak pungut. Dari situ dia kabur dari rumahnya Babe Rojali dan mencari orang tua kandungnya. Aisyah bekerja di perusahaan Rafael sebagai cleaning servis, malamnya nyanyi di cafe milik temannya Rafael. Dia mengumpulkan uang untuk membayar hutangnya Babe Rojali. Selama dia kabur, dia tinggal di apartemennya Rafael. Tapi suatu hari, bibirnya dia dicium Rafael, dia marah karena dia tidak mau bibirnya dicium sama orang lain selain suaminya nanti. Akhirnya dia minggat dari apartemennya Rafael. Dia ngekost dekat tempat kerjanya. Dia tambah kesal sama Rafael karena Rafael tidak pernah memberi tahu jati dirinya Rafael yang sebenarnya sehingga hubungan mereka renggang. Beberapa bulan kerja di perusahaan Rafael, Aisyah bertemu sama orang tua kandungnya. Sehari setelah Aisyah mengetahui orang tua kandungnya, dia tinggal bersama orang tua kandungnya. Orang tua kandungnya memberi tahu bahwa waktu dua masih bayi diculik sama suruhan saingan bisnisnya orang tuanya Aisyah dan Aisyah menceritakan tentang kehidupannya selama tinggal di rumahnya Babe Rojali. Setelah itu Aisyah ke rumahnya Babe Rojali untuk memberikan uang agar Babe Rojali bisa membayar hutang - hutangnya. Beberapa bulan kemudian Aisyah dijodohin sama Zayn. Dan ternyata oh ternyata, Zayn itu sepupunya Bang Juned. Beberapa hari setelah perjodohan itu, Rafael datang ke rumahnya Aisyah untuk meminta maaf, dan disaat bersamaan Aisyah memutuskan hubungan asmara mereka karena mereka beda agama. Awalnya Rafael menolak bahkan Rafael rela masuk ke agama Islam demi Aisyah, tapi Aisyah dan keluarganya tidak mau Rafael masuk ke agama Islam karena Aisyah. Akhirnya mereka putus. Aisyah nikah sama Zayn," celoteh Maimunah.
"Dulu Aisyah namanya Maysaroh ya?" ucap Liza.
"Yup, yang namain dia Maysaroh adalah Babe Rojali karena dia ditemukan pada bulan Mei," jawab Mei.
"Dulu kita bikin geng, nama gengnya three M, yang terdiri dari Maysaroh yang jago nyanyi dan masak, Maimunah yang jago ngaji sama jago ngomong, dan Meira yang jago dandan dan ngerayu," samber Maimunah dengan nada suara yang bercanda
"Sue elu, giliran gw yang jelek - jelek," ucap Mei sedikit kesal dengan ucapan Maimunah.
"Hehehe. Piss man," ucap Maimunah sambil cengengesan.
"Eh Liz, itu apaan?" tanya Mei penasaran sambil menunjuk kantung plastik hitam dengan dagunya.
"Oh ini kerak telor, tadi sebelum ke sini beli kerak telor."
"Kok nggak dimakan kerak telornya?" celetuk Maimunah.
"Ehmmm ... nggak boleh makan di sini sama Bang El."
"Macam pula si El itu bah, udah buka aja kantongnya, kita makan sama - sama di sini. Kalau si El marah, bilang aku yang suruh kau buka plastik dan suruh makan kerak telor di sini," ucap Mei dengan logat bataknya.
"Kenapa si El melarangnya yak?" ucap Maimunah bingung.
"Mana aku tahu," celetuk Mei.
"Eh roman - romannya si El kapan pulang dari rumah sakit tak?"
"Mana aku tahu," samber Mei
"Ngapain juga tuch si El di rumah sakit lama - lama?"
__ADS_1
"Nemani first love never dies," celetuk Liza yang membuat Maimunah dan Mei melongo.