Asa Diriku

Asa Diriku
Obrolan Yang Unfaidah


__ADS_3

Divote ceritanya dan kasih sarannya ya 🙂.


Silahkan tinggalkan jejak dengan mengklik like di bawah cerita setiap babnya 😊.


Kasih bintang lima ya 😊.


Happy reading 🤗.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sang Mentari bersinar dengan lembutnya menyinsing di ufuk timur. Kawanan awan Altocumulus yang berbentuk bulat kecil seperti kapas menyebar luas di bentangan langit biru dengan teratur. Pemandangan alam yang cerah, secerah hatinya Liza. Pagi hari ini Liza mau pergi ke acara pertunangan Rachel. Dia bahagia karena sebentar lagi Rachel akan menikah.


Julia sangat cantik dengan polesan make up look Korean yang natural dan rambut panjangnya disanggul cepol yang sengaja membiarkan beberapa rambut terurai alami. Dia memakai dress panjang tanpa lengan dengan potongan belahan dada yang rendah sehingga dia terlihat elegan. Tidak lupa memakai satu set perhiasan berlian dan mutiara yang menghiasi leher, dua telinga dan pergelangan tangan kirinya.


Liza duduk di kursi makannya dan melihat meja makan penuh dengan aneka makanan sarapan untuk para penghuni rumah ini. Di atas meja makan tersedia nasi goreng, irisan tomat dan irisan ketimun. Dia mengambil nasi goreng, lima irisan tomat dan tiga irisan ketimun. Dia mengambil sendok dan garpu yang sudah tersedia di atas meja makan.


"Nalika anjeun hoyong tuang anu saé dina pésta papacangan Rachel, anjeun ogé tuang di dieu," ucap Magdalena yang tiba - tiba datang sambil membawa satu piring sosis bakar.


"Daharna bakal beurang. Mun kuring datang dahar mah lain kitu," ujar Liza sambil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulutnya.


"Saha lalaki nu ngajemput anjeun kamari?" tanya Magdalena sambil menaruh piring itu di atas meja makan.


"Nya adina Rachel," ucap Liza sambil mengunyah makanan.


"Rachel gaduh adina?" ucap Magdalena sambil menarik kursi makan yang berada di samping kiri Liza.


"Enya. Manehna boga adina satengah."


"Aranjeun bobogohan?"


"Sumuhun Ma. Rachel ceuk maranéhna bobogohan," celetuk Erika sambil berjalan menghampiri mereka.


"Kumaha ari teu kungsi bébéja ka Mamah?" tanya Magdalena.


"Kuring teu nyangka éta perlu."


"Alesanna. Manehna teu ngabejaan ka kuring ngeunaan hubungan asmara jeung adina Rachel sabab sieun kabogohna bakal dicokot ku kuring deui," samber Erika sambil mengambil nasi goreng.


"Sok jago."


"Kunaon ayeuna tos puguh," gerutu Erika sambil mengambil sendok garpu.


"Kuring resep," ucap Liza ketus setelah menelan makanannya.


"Eureun gelut!" perintah Magdalena.


"Iraha anjeun duaan nikah?" tanya Erika sambil mengangkat sendok yang berisi nasi goreng.


"Meureun tilu bulan," jawab Liza asal sambil melihat Immanuel yang sedang berjalan menghampiri mereka.


Immanuel melihat Liza dengan tatapan mata yang menebarkan pesona. Liza mendengus kesal melihat Immanuel yang sengaja sedang menggodanya. Liza mengalihkan pandangannya ke piring makannya.


Ngapain dia ke sini pagi - pagi.


batin Liza.


"Apanya yang tiga bulan lagi?" tanya Immanuel sambil menarik salah satu kursi makan.


"Eh Honey, udah selesai mandinya," ucap Erika sambil mendorong kursinya, lalu berdiri. "Aku ambilin nasi goreng ya," lanjut Erika sambil mengambil nasi goreng.


"Iya," ucap Immanuel sambil menduduki tubuhnya di atas kursi itu.


"Oh ya Mamah, mulai kemarin sampai seterusnya, Immanuel tinggal di sini ya," ucap Erika sambil menuangkan nasi goreng ke piringnya Immanuel.


"Iya," ucap Magdalena sambil mengunyah.

__ADS_1


"Ngapain dia tinggal di sini? Dia kan orang kaya, lagi pula dia kan punya rumah di sini," ujar Liza sambil mengangkat sendok.


"Rumahnya lagi direnovasi dan akan dijadikan kantor cabang anak perusahaannya. Rumah produksinya ingin membuat beberapa tayangan tentang kebudayaan Sunda," ucap Erika.


"Dia kan bisa beli rumah lagi," celetuk Liza.


"Uangnya belum cukup, uangnya untuk buka kantor cabang dulu. Aku mau beli rumah yang sangat besar, yang ada kolam renangnya. Yang harganya sekitar sepuluh miliyar, ya kah honey?" ucap Erika sambil menduduki tubuhnya di kursinya.


"Iya," ucap Immanuel sambil mengunyah.


"Oh ya, kamu tahu nomor handphonenya Om Noah?" tanya Erika sambil menoleh ke Liza.


"Tahu. Bukannya Tante Magdalena tahu nomor handphonenya?" ucap Liza.


"Handphonenya Mamah rusak," samber Erika.


"Nanti aku kirimin nomor handphonenya," ucap Liza.


"Nanti nikahan kamu siapa yang menjadi pendampingmu?" tanya Erika sambil mengunyah.


"Liza nikah?" tanya Immanuel sedikit terkejut sambil menoleh ke Erika dan sekilas melirik ke Liza.


"Iya, kata dia tiga bulan lagi menikah," samber Erika sambil mengangkat sendok.


"Eeehhhmmm ... mungkin Om Noah," jawab asal Liza.


"Rencananya kalian menikah di gedung atau di hotel bintang lima? Kalau kita nanti di ballroom hotel Padma," celoteh Erika sambil mengunyah.


"Di hotel milik Rafael," ucap Liza sekenanya.


"Emangnya dia punya hotel di sini? Setahu aku kan, orang tuanya hanya punya beberapa restoran dan pabrik produksi bahan makanan maupun makanan?"


"Itu harta milik Tante Rara dan Om Samuel. Kalau dia owner The 2R Group."


"Ooohhh My God! Tajir sekali kakaknya Rachel," ucap Erika kaget.


"Berarti Papinya dia bernama Rogen?" tanya Immanuel.


"Iya."


"Kamu tahu Papinya, Honey?" tanya Erika sambil menoleh ke Immanuel.


"Tahu."


"Kamu minta aja cincin pernikahannya dari batu Rubi. Cincin pernikahan kami aja dari batu Rubi," ucap Erika dengan nada suara yang meledek.


"Aku mintanya batu berlian hitam," celetuk Liza.


"Emangnya ada Honey, batu berlian hitam?" tanya Erika lugu sambil menoleh ke Immanuel.


"Ada."


"Dan harganya sangat mahal, pesannya aja dari negara Afrika Selatan," samber Liza.


"Honey, bisa diganti nggak batu rubinya diganti sama batu berlian hitam?" ucap Erika manja.


"Tidak bisa, lagi pula udah dipesan," ucap Immanuel ketus.


"Kalau perhiasannya diganti batu berlian hitam bisa nggak?"


"Ngaco kamu, yah nggak bisalah, perhiasan itu dari Mamiku," ucap Immanuel yang masih ketus.


"Yah, Nanti aku cincin pernikahan dan perhiasannya ada batu berlian hitam yang asli dan harganya mmuaaahallll," ucap Liza dengan nada suara meledek.


"Hhuuhhh," Erika mendengus kecil.

__ADS_1


"Oh ya, aku ada info, ada yang jual batu berlian hitam palsu. Kamu mau beli?"


"Ehmmm ... yang kw ya?" tanya Erika polos.


"Kamu mah pantes aja pakai yang kw," celetuk Liza.


"Iihhh Liza! Kurang ajar kamu!" umpat Erika.


"Aku mah jujur apa adanya."


"Ulah berisik!" ucap Magdalena tegas sambil beranjak berdiri, lalu keluar dari kursinya dan melangkahkan kakinya ke dapur sambil membawa piring kotor.


"Beliin tuch Mami kamu handphone yang canggih. Oh ya, nanti sekalian beresin meja makan, aku mau pergi ke tempat kaum jet set," ucap Liza dengan nada suara yang meledek sambil mendorong kursi.


"Enak aja," samber Erika.


"Kamu kan yang terakhir makan, jadi kamu yang membereskannya, itung - itung latihan menjadi ibu rumah tangga," ucap Liza sambil beranjak berdiri.


"Sato Manusia!" sarkas Erika sambil mendelikan dua matanya ke Liza.


"Liza! Kendalikan emosimu! Apa salahnya kamu membereskan meja makan? Benar juga apa yang diucapkan Liza!" ucap Immanuel dengan nada suara yang kesal.


Liza sudah tidak mau menuruti keinginan Erika ataupun mengalah demi Erika. Dia ingin memberi pelajaran untuk Erika si pemalas. Liza melangkahkan kakinya menuju pintu ruang tamu supaya dia bisa keluar dari rumah milik papinya. Sekilas dia mendengar keributan yang disebabkan oleh Immanuel dan Erik. Liza tetap melangkah kakinya menuju pintu ruang tamu karena tidak mau ambil pusing soal keributan mereka.


"Gara - gara kebohongan Rachel, aku terlibat dengan obrolan yang unfaidah," gumam Liza sambil menekan ke bawah gagang pintu ruang tamunya.


________________________________________________



Translate


Nalika anjeun hoyong tuang anu saé dina pésta papacangan Rachel, anjeun ogé tuang di dieu \= Masa mau makan enak di acara pertunangan Rachel, kamu malah makan di sini.


Daharna bakal beurang. Mun kuring datang dahar mah lain kitu \= Acara makan - makannya nanti siang. Masa aku datang langsung makan. Nggak gitu juga.


Saha lalaki nu ngajemput anjeun kamari? \= Siapa cowok yang kemarin anterin kamu pulang?"


Nya adina Rachel \= Dia kakaknya Rachel.


Rachel gaduh adina?" Rachel punya kakak?


Enya. Manehna boga adina satengah \= Iya. Dia punya kakak tiri."


Aranjeun bobogohan? \= Kalian pacaran?


Sumuhun Ma. Rachel ceuk maranéhna bobogohan \= Iya Mah. Kata Rachel mereka pacaran.


Kumaha ari teu kungsi bébéja ka Mama \= Kenapa kamu tidak kasih tahu Mama.


Kuring teu nyangka éta perlu \= Menurut saya tidak perlu.


Alesanna. Manehna teu ngabejaan ka kuring ngeunaan hubungan asmara jeung adina Rachel sabab sieun kabogohna bakal dicokot ku kuring deui


\= Alasan. Dia tidak menceritakan hubungan asmara dia dengan kakaknya Rachel karena dia takut pacarnya diambil lagi sama aku.


Sok jago \= sok tahu.


Kunaon ayeuna tos puguh \= Kamu kok sekarang ngeles melulu,"


Kuring resep \= Suka - sukaku.


Eureun gelut! \= jangan berisik!


Iraha anjeun duaan nikah? \= Kapan kalian nikah?

__ADS_1


Meureun tilu bulan \= Mungkin tiga bulan.


__ADS_2