
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
"Happy Birthday Bang El," ucap Liza tulus setelah Rafael membuka kedua matanya sambil membawa kue ulang tahun.
"Cih, kayak bocah aja segala dirayain," ucap Rafael ketus sambil menyingkap selimutnya, lalu beranjak berdiri.
Tak lama kemudian, Rafael mengambil tongkatnya yang berkaki tiga. Melangkahkan kakinya dengan tertatih - tatih menuju kamar mandi tanpa mempedulikan Liza. Liza menelan salivanya berulang kali menerima perlakuan Rafael. Rafael benar - benar tidak menghargai jerih payahnya. Liza sengaja dari jam tiga dini hari membuat kue ulang tahun dan menyiapkan semuanya untuk merayakan ulang tahunnya Rafael. Akhirnya Liza yang meniup lilin kue ulang tahunnya.
Liza menoleh ke arah kamar mandi yang pintunya tertutup. Melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya. Berjalan melewati pintu kamar. Melanjutkan langkahnya ke ruang makan. Liza melihat sosok Clara dan Michelle yang sedang mengobrol. Berjalan menghampiri Clara dan Michelle, lalu menaruh kue ulang tahunnya di atas meja. Menarik kursi di sebelah kanannya Clara, lalu mendudukinya.
"Mana Rafael?" tanya Clara.
"Di kamar mandi."
"Dia senang dapat kejutan darimu?" ucap Michelle kepo.
"Nggak Tante."
"Gimana sich si El, udah susah - susah kamu menyiapkan ini semua," celetuk Michelle.
"Emang payah si El," gerutu Clara.
"Benar - benar payah karena telah menyia - nyiakan seorang istri yang baik hati, cantik jelita, penuh perhatian, penuh pengertian, telaten, cerdas, pokoknya seorang istri yang sempurna. Coba kalau nggak Michelle, siapa yang merawat dia di rumah," samber Michelle.
"Anjeun kedah langkung sabar ya Nak," ucap Clara lembut.
"Abang beruntung banget dapet menantu seperti Liza, orang yang sangat pengertian. Kemaren sore, si Abang minta tolong Liza untuk lebih bersabar lagi merawat, mengurus dan setia sama Rafael, dengan senang hati Liza mengiyakan. Coba kalau cewek lain, mana mungkin mau. Terus sejak Abang minta Rafael lebih semangat lagi untuk melatih kakinya berjalan, Rafael langsung meminta Liza untuk membeli tongkat sore itu juga. Dengan senang hati Liza mencari dan membeli tongkat, kalau cewek lain mana mungkin mau disuruh seperti itu," celoteh Michelle yang membuat Liza malu sendiri.
"Benar - benar wanita tangguh," samber Clara.
"Terus, ini makanan mau diapakan?" tanya Michelle bingung.
"Dimakan sama kita aja Tante."
"Hiji poé bisnis anjeun bakal suksés," ucap Clara lembut.
__ADS_1
"Mami sama Tante, pagi - pagi ngapain di sini?" ucap Rafael sedikit terkejut sambil berjalan menghampiri mereka.
Liza, Clara dan Michelle langsung menoleh ke Rafael, lalu Michelle berkata, "Hei my boy, kami ke sini mau ngerayain ulang tahun kamu."
"Biasanya juga nggak pernah dirayain," ucap Rafael datar.
"Kan ini idenya Liza," ucap Michelle sambil berdiri.
"Sebuah ide yang nggak brilian."
"Hey kamu jangan ngomong begitu," ucap Michelle. "Mata kamu ditutup dulu ya," ucap Michelle lembut sambil memegang kedua bahunya Rafael.
"Emangnya mau ngapain?" ucap Rafael sambil melihat Michelle yang sedang mengambil kain.
"Kejutan, nanti kamu juga tahu," ucap Michelle, lalu menutup kedua matanya Rafael dengan kain.
"Aku mau di bawa ke mana?" tanya Rafael bingung ketika Michelle mendorong tubuhnya dengan pelan - pelan.
Liza dan Clara mengikuti langkah kakinya Michelle dan Rafael yang sedang menuju balkon belakang villa. Tangan kanannya Liza ditarik sama Michelle, lalu menyatukan tangan kanannya Liza dengan tangan kirinya Rafael. Tidak ada penolakan dari Rafael ketika tangannya Liza menggenggam tangannya Rafael. Menyusuri ruang keluarga hingga melewati pintu balkon belakang. Liza menghentikan langkahnya, lalu menahan tangannya Rafael agar Rafael menghentikan langkahnya. Membuka kain yang menutupi kedua matanya Rafael.
"Sayang, buka matamu sekarang," ucap Liza lembut, lalu Rafael menuruti ucapan Liza.
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Rafael mengenang salah satu masa - masa terindahnya. Sekitar delapan tahun yang lalu, sebelum Aisyah menemukan keluarga aslinya dan masih bernama Maysaroh telah memberikan kejutan saat Rafael ulang tahun. Waktu itu Aisyah merayakan ulang tahunnya Rafael di puncak monumen nasional yang memiliki tinggi seratus tiga puluh dua meter. Semua temannya yang berada di Jakarta berkumpul untuk ikut merayakan ulang tahunnya.
"Rafael, buka matamu sekarang," bisik Aisyah atau Maysaroh setelah membuka ikatan mata di kepalanya Rafael.
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Tiba - tiba bunyi beberapa kembang api warna - warni yang menggelegar dan memeriahkan gelapnya malam di sekitar monas. Rafael terkesima dengan pesta kembang api yang sangat indah. Ini pertama kalinya dia melihat pesta kembang api dari jarak dekat. Dia sangat senang melihat pesta kembang api.
"Selamat ulang tahun, kami ucapkan.
Selamat panjang umur, kita 'kan doakan. selamat sejahtera, sehat sentosa. Selamat panjang umur dan bahagia," nyanyian teman - teman dekatnya Rafael sambil menepuk telapak tangan mereka.
__ADS_1
Spontan Rafael membalikkan badannya. Wajahnya Rafael tersenyum sumringah mendapatkan kejutan dari Aisyah atau Maysaroh dan teman - teman dekatnya dengan tatapan mata yang berbinar. Hatinya Rafael berbunga - bunga karena mendapatkan perhatian dari kekasihnya dan teman - teman dekatnya. Rafael tidak menyangka dengan kejutan itu.
"Selamat ulang tahun Rafaelku, waktunya tiup lilin," ucap Aisyah dengan lembut sambil membawa kue ulang tahun.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga," nyanyian teman - teman dekatnya Rafael.
Rafael meniup lilin, lalu berkata, "Terima kasih sayang."
"Elu udah make a wish belum?" tanya Edward.
"Udah Ward."
"Kalau boleh tahu make a wishnya apa?" tanya Zarkasih.
"Semoga panjang umur, menjadi orang sukses dan menikah sama Maysaroh," ucap Rafael sambil menoleh ke Maysaroh dengan tatapan mata yang berbinar - binar.
"Cie ... yang mau dikawini sama yayang El," ledek Maimunah yang membuat Maysaroh tersipu malu.
"Ayo kita makan sekarang!" ajak Maira.
Tak lama kemudian, mereka melangkahkan kakinya ke sebuah meja makan. Rafael terharu karena baru kali ini dia diberi kejutan saat dia ulang tahun sama Aisyah dan teman - teman dekatnya dan sejak remaja dia tidak merayakan ulang tahunnya. Rafael melangkahkan kakinya sambil melihat pemandangan kota Jakarta yang sangat indah. Perpaduan antara gemerlapnya cahaya lampu warna - warni yang menyinari kota Jakarta dengan sahdunya sinar rembulan dan kerlap - kerlip bintang bertaburan membentang di langit malam.
Mereka duduk lesehan di atas tikar. Mereka ngebotram di dalam ruangan yang terbuat dari perunggu yang dilapisi oleh emas murni seberat 35kg. Di atas tikar sudah disajikan nasi uduk Betawi, ayam goreng Jakarta, semur jengkol, semur tahu, sambal kacang, emping dan lalapan. Aisyah menaruh kue ulang tahun di atas tikar. Rafael tersenyum bahagia melihat makanan kesukaannya.
"Maysaroh, apakah kamu yang menyiapkan ini semua?" tanya Rafael sambil menoleh ke Maysaroh dengan mata yang berbinar kebahagiaan.
"Iya. Apakah kamu menyukainya, El?" tanya Maysaroh sambil menoleh ke Rafael.
"Iya, aku sangat menyukainya, terima kasih ya sayang. Kenapa kamu menyiapkan ini semua?" ucap Rafael dengan raut wajah yang bahagia.
"Karena waktu aku ulang tahun, kamu memberikan aku kejutan dan hadiah. Aku juga ingin memberikan yang terbaik untukmu saat kamu ulang tahun."
"Ayo kita makan, mumpung masih hangat!" ajak Maimunah.
"Potong kuenya dulu, baru makan!" protes Maimunah.
"Oh iya, potong kuenya dulu baru makan," ujar Aisyah, lalu memberikan pisau kue ke Rafael.
Rafael menerima pisau kuenya, lalu dengan sigap Rafael memotong kue ulang tahunnya. Aisyah mengambil piring kue dan garpu kecil, lalu mengadahkan ke Rafael, Rafael menaruh potongan kue ulang tahun di atas piring kue yang dipegang oleh Aisyah. Rafael mengambil piring kue dari tangannya Aisyah.
"Suapi, suapi, suapi!" teriak Maimunah dan Meira dengan semangat.
Tak berselang lama, Rafael menyuapi Aisyah, lalu Aisyah memakannya dengan malu - malu sampai rona merah menyeruak di pipinya. Rafael tersenyum manis melihat ekspresi Aisyah yang malu - malu lalu mengusap puncak kepala Aisyah dengan lembut.
__ADS_1