Asa Diriku

Asa Diriku
Hubungan Yang Complicated Ini


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Kringgg ...


Bunyi dering dari smartphone milik Liza yang membuyarkan lamunan Liza. Liza membuka resleting tas selempangnya untuk mengambil smartphonenya. Liza melihat nama Vina yang tertera di layar smartphonenya. Liza menyentuh ikon warna hijau untuk menjawab panggilan dari Vina. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Hallo Liz,"sapa Vina ceria.


"Hallo Vin," ucap Liza sendu sambil menatap sang surya yang bersinar terang benderang dari balik kaca jendela kamar.


"Eh, kamu kenapa? Kamu nangis ya? Kamu nangis kenapa?" rentetan pertanyaan Vina dengan nada suara yang panik.


"A — ku baik - baik aja," lirih Liza.


"Jujur Liz, kamu kenapa?" tanya Vina khawatir.


"Bang El telah mengingkari janjinya untuk tidak berhubungan intim lagi sama wanita lain dan mempermainkan perasaan seorang wanita. Dia telah kembali seperti yang dulu. Hiks ... hiks ... hiks ...."


"Ya ampun, kebangetan sekali Bang El. Terus pesta pernikahan kalian yang tinggal dua hari dibatalin?"


"Hiks ... hiks ... hiks ... nggak tahu, aku juga bingung hiks ... hiks ... hiks ...."


"Keluarganya sudah tahu?"


"Hiks ... hiks ... hiks ... belum tahu hiks ... hiks ... hiks ...."


"Yah, aku sich pengen ke kamu, tapi nggak bisa. Ya udah sebaiknya kamu berdoa aja ke Tuhan untuk meminta kebaikan rumah tangga kalian. Kamu yang tabah ya menjalani ini semua, aku yakin kamu bisa melewati ini semua. Udah dulu ya, aku mau rapat. See you."


Tut ... panggilan telepon terputus. Liza menjauhkan smartphone miliknya dari telinga kirinya, lalu menaruhnya ditempat semula. Menutup reselting tas selempangnya. Air matanya kembali membasahi pipinya. Menangis dalam diam. Memandang pemandangan kota Jakarta sambil memikirkan hubungannya dengan Rafael.


"Aku harus mengakhiri pernikahan ini," gumam Liza yakin.


"Hallo anak Mami," ucap Clara semangat sambil berjalan menghampiri Liza sehingga Liza menoleh ke dirinya.


"Aya naon? Naha anjeun ceurik? Naha Rafael menyakiti anjeun deui?" rentetan pertanyaan Clara.

__ADS_1


"Sumuhun Mi," ucap Liza setelah menyalin tangan kanannya Clara.


Clara memeluk Liza, lalu berbisik, "Naon anu anjeunna lakukeun?"


"Anjeunna ngalaman *** jeung Regina," ucap Liza sambil membalas pelukan Clara.


"Regina, saha jalma anu pura-pura caket? Saha anu kantos sumping ka dieu?" ucap Clara sambil melepaskan pelukannya.


"Enya Mi."


"Muhun, ayeuna langkung saé anjeun tenangkeun diri. Mami badé ngurus masalah ieu. Mami badé ngabahas ieu sareng Rafael."


"Teu perlu Mi. Urang sapuk pikeun cerai."


"Kenapa kalian bercerai?" tanya Rogen yang tiba - tiba datang menghampiri mereka.


"Eh ... Rafael selingkuh Pi," ucap Liza.


"Dia selingkuh sama siapa?" tanya Irene.


"Sama Regina."


"Benar - benar sudah kelewatan si El! Ra, telepon anakmu itu sekarang juga!" ucap Rogen sarkas.


"Huh! Kamu yah, dari dulu tidak mau menurut!" bentak Rogen, lalu dia pergi keluar dari kamar dengan langkah kaki yang tergesa - gesa.


"Kamu harus sabar ya," ucap Irene lembut sambil mengusap punggungnya Liza dengan lembut.


"Mami miwarang ngabela rumah tangga."


Mami," ucap Clara sambil menggenggam telapak tangan kanannya Liza yang sedang menangis terisak - Isak lagi.


"Hiks ... hiks ... hiks ... tapi Mi, aku sudah tidak tahan lagi hiks ... hiks ... hiks."


"Tapi Mami yakin yén hiji poé, Rafael bakal bogoh ka anjeun. Sing sabar, anak geulis Mami. Percanten ka Mamah."


"Sudahlah Clara, tidak usah memaksa. Dipaksakan juga percuma."


"Pikeun masalah ieu, anjeun teu kedah ngaganggu. Anjeun ngan indung suku Rafael!" ucap Clara ketus sambil menoleh ke Irene.


Irene langsung menundukkan kepalanya. Dia membalikkan badannya, lalu melangkah kakinya keluar dari dalam kamar meninggalkan Clara dan Liza yang sedang menangis. Clara mendekap tubuhnya Liza dengan penuh kasih sayang. Liza membalas dekapan Clara. Mengusap punggungnya Liza dengan lembut supaya bisa menenangkan Liza. Derap langkah seseorang menghampiri mereka. Clara menoleh ke orang yang sedang menghampiri mereka. Clara menatap jengah ke Rogen.


"Aku mau bicara sebentar sama kamu Clara," ucap Rogen datar.

__ADS_1


Clara menoleh ke Liza, lalu berbisik, "Sebaiknya kamu berendam air panas supaya kamu bisa tenang."


Clara melepaskan dekapannya. Liza melepaskan dua tangannya dari tubuhnya Clara. Liza menyeka air matanya. Clara mengusap puncak kepalanya Liza, lalu melangkah kakinya menuju pintu kamar. Liza menenangkan dirinya dengan menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan sambil melihat kepergian Clara. Clara menutup pintu kamar setelah keluar dari kamar.


Kringgg ...


Smartphone milik Liza berdering. Liza membuka resleting tas selempangnya untuk mengambil smartphone miliknya. Liza menatap nanar ke layar smartphonenya yang menampilkan wajah gantengnya Rafael. Liza mendengus kesal sambil menyentuh ikon hijau untuk menerima panggilan telepon dari Raffael. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.


"Hallo ada apa?" ucap Liza ketus dengan suara yang serak.


"Untuk apa Kamu bilang ke Mami dan Papi tentang aku selingkuh? Kamu mau membuka aibku ke keluargaku? Sekarang aku tanya, sebenarnya kamu mau apa?" tanya Rafael dengan nada suara yang marah.


"Aku mau berpisah dari dirimu!" ucap Liza ketus.


"Fine, kita akan bercerai. Nanti kamu juga ngomong itu ke keluargaku. Nanti malam kita disidang."


"Aku sudah ngomong soal perceraian itu ke Mami dan Ummi."


"Mereka menyetujuinya?"


"Mami tidak menyetujuinya. Kalau Ummi menyetujuinya."


"Kalau begitu urusan jadi panjang."


"Ya udah, yang penting kita ngomongin keinginan kita."


"Ok. Udah dulu, aku mau rapat dulu."


Tut ... hubungan panggilan telepon itu terputus. Liza menghelakan nafas panjang sambil menjauhkan benda pipih miliknya dari telinga kirinya. Menaruhnya di tempat semula. Menutup reselting tas selempangnya. Melangkahkan kakinya ke walking in closet. Menaruh tasnya di tempat gantungan khusus tas. Menatap dirinya di depan cermin.


"Apakah kami akan bercerai? Kalau kami bisa bercerai, aku masih ragu, apakah aku sanggup menerima perceraian kami walaupun perceraian itu yang kami inginkan. Jika tidak bisa bercerai, apakah aku sanggup menjalani rumah tangga kami?"


"Liza," ucap Irene lembut.


Sontak Liza menoleh ke Irene yang sedang tersenyum manis ke dirinya. Irene berjalan menghampiri Liza yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang bingung karena Irene bisa membuka kunci pintu kamar. Irene menyentuh bahu kanannya Liza dengan pelan.


"Ummi tahu password pintu kamarmu. Mohon maaf sebelumnya jika Ummi ikut campur soal urusan rumah tangga kalian. Ummi hanya menginginkan kebaikan untuk kalian dan kita semua. Ummi sangat memahami perasaan kamu setelah mengetahui Rafael telah berselingkuh. Ummi juga sangat memahami keinginan Mami yang meminta kamu untuk mempertahankan rumah tangga kalian. Orang - orang yang menyayangi kalian pasti menginginkan hal yang terbaik buat kalian. Maksud dari Mami meminta kamu mempertahankan rumah tangga kalian adalah Mami yakin kamu bisa membawa Rafael ke hal yang positif dan Mami yakin suatu saat nanti, Rafael pasti jatuh cinta kepadamu asalkan kamu lebih bersabar lagi menghadapi Rafael. Dan akhirnya Ummi memiliki pendapat yang sama dengan pendapat Mami. Coba kamu kasih waktu buat Rafael untuk belajar lebih baik lagi dan belajar mencintai dirimu. Ummi juga yakin kamu bisa melakukan itu karena kamu masih mencintai Rafael. Ingat pepatah, ada pelangi setelah badai. Ummi sangat yakin akan hal itu. Feeling seorang ibu sangat tajam. Yah, tapi itu terserah kamu, mau mengikuti keinginan Mami dan Ummi atau keinginanmu. Sebaiknya kamu perbanyak doa untuk meminta petunjuk dari Tuhan, mana yang terbaik untuk kalian," wejangan Irene dengan nada suara yang lembut.


"Nanti Liza pikir - pikir dulu Ummi," lirih Liza.


"Memikirkan masa depan rumah tangga kalian jangan pakai emosi, tapi pakai hati yang tenang. Sebaiknya sekarang kamu tenangin dulu dirimu," ucap Irene lembut, lalu tersenyum manis ke Liza.


Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Apakah aku harus mempertahankan rumah tangga kami? Apakah aku sanggup menjalani hubungan yang complicated ini?

__ADS_1


__ADS_2