
Terima kasih sudah membaca novelku ini π
Di like ya guys π
Di vote ya guys π
Di komen ya guys π
Happy reading π€
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
"Sepertinya Vina menyukai dirimu," ucap Liza setelah menelan potongan buah alpukat.
"Iya, dia menyukai diriku, tapi aku tidak menyukainya," ucap Jack santai sambil menduduki tubuhnya di samping kirinya Liza.
"Kenapa? Padahal dia cantik loh," ucap Liza sambil mengunyah satu potongan buah alpukat.
"Yah, karena aku nggak suka aja, lagipula aku sudah mempunyai seorang kekasih."
"Siapa namanya?"
"Etta, dia tinggal di Berlin, nanti aku kenali ke kamu."
"Eeekk," Liza bersendawa karena perutnya mual. "Perutku eneg," ucap Liza sambil mengusap perutnya.
"Tadi pagi kamu sarapan nggak?"
"Iya, tapi aku muntahi lagi, udah beberapa hari ke sini, setiap pagi sampai siang perutku mual. Karena itu aku jadi malas makan."
"Masuk angin kali. Kamu sudah tahu perut sakit, malah tidak makan siang. Makan nasi sekarang, terus minum obat," ucap Jack tegas sambil menoleh ke Liza.
"Iya," tapi aku habisi yang ini dulu," ucap Liza sambil mengunyah potongan buah alpukat.
Tiba - tiba perutnya Liza sangat mual sehingga dia ingin memuntahkan makanan yang tadi dia makan. Mendorong kursi pantry, lalu berdiri. Melangkah kakinya ke westafel dekat kitchen isle sambil membekap mulutnya. Jack mengikuti langkah kakinya. Mencondongkan tubuhnya ke depan. Rasa mual di perutnya tak bisa ditahan lagi sehingga dia muntah.
"Huek ... huek ... huek ... huek ... huek ... ." muntahan Liza sambil memegang perutnya, lalu dia membuka kran untuk membersihkan muntahannya.
Liza membasuh bibirnya menggunakan air dari kran wastafel. Jack menghentikan pijatannya ketika Liza sudah tidak muntah lagi. Kemudian Liza menegakkan tubuhnya dan mengeringkan bibirnya dengan tissue yang berada di dinding samping kanan westafel. Jack merasa kasihan melihat wajah Liza yang terlihat pucat.
"Muka kamu kelihatan pucat. Kita ke rumah sakit aja ya untuk memeriksa kesehatan kamu?" tanya Jack yang mengkhawatirkan keadaan Liza.
"Kayaknya kalau sekarang aku nggak sanggup, kepalaku pusing dan badanku dari kemarin pegal," ucap Lily, lalu dia berjalan gontai keluar dari kamar mandi.
"Kalau badan pegal dari kemaren kenapa tadi kamu berenang?" ujar Jack sambil mengekor Liza di belakang.
"Kemaren aku pikir badanku pegal semua karena jarang olahraga," ucap Liza sambil berjalan menuju kamar tamu apartemennya Jack.
"Ya udah sebaiknya kamu istirahat aja dulu," ucap Jack sambil menghentikan langkahnya.
Jack membelokkan langkahnya ke sofa ruang keluarga apartemennya. Duduk di atas sofa panjang. Mengambil remote televisi, lalu menyalakan televisi. Tak sengaja siaran televisi yang ditonton oleh Jack menampilkan sosok Lily sang diva internasional yang sedang berlibur di Bali bersama keluarga besarnya. Jack hanya tersenyum tipis melihat berita infotainment itu.
Kringgg ...
Smartphone milik Liza berdering yang membuat Jack menoleh. Dia mengambil smartphone itu yang berada di samping kirinya. Melihat nama Eliosia yang tertera di layar smartphonenya Liza. Jack menyentuh ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
__ADS_1
"Selamat siang sayang, kamu sudah makan belum?" suara Eliosia yang ceria.
"Liza sedang sakit," ucap datar.
"Dia sakit apa?" tanya Eliosia panik.
"Perutnya mual, kepala pusing dan badannya pegal semua."
"Tolong bawa dia ke rumah sakit."
"Tadi udah aku ajal ke rumah sakit untuk memeriksanya, tapi dia nggak mau. Dia malah milih untuk istirahat."
"Ya udah, nanti urusan bisnis selesai, saya akan ke sana. Tolong jagain anakku."
"Hhhmmm."
"Terima kasih ya, udah dulu ya. Bye Jack my little boy."
Tanpa basa - basi Jack menyentuh ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon dari Eliosia. Menjauhkan smartphone milik Liza dari telinga kirinya. Menaruhnya di tempat semula. Menyandarkan punggungnya di sofa sambil melihat iklan. Tak lama kemudian, Jack termenung mengingat masa kecilnya yang bahagia sebelum orang tuanya bercerai karena orang ketiga. Orang ketiganya adalah Eliosia, ibu kandungnya Liza. Sedangkan sekarang dia malah jagain dan tinggal bersama anak dari Eliosia.
Ting nong ... ting nong ... ting nong ...
Terdengar bunyi bel pintu apartemen yang mengejutkan Jack. Jack beranjak berdiri dari sofa. Berjalan malas ke pintu apartemen. Menyentuh beberapa ikon untuk membuka kunci pintu. Setelah lampu hijau menyala, Jack menekan handle pintu ke bawah lalu menariknya sehingga pintu terbuka secara perlahan. Wajahnya Jack langsung sumringah melihat sosok wanita yang telah melahirkannya.
"Selamat siang my little boy," ucap ibunya Jack yang bernama Juju.
"Masuk Mom," ucap Jack sambil memiringkan tubuhnya.
Dua wanita berhijab masuk ke dalam apartemennya Jack. Jack menutup pintu apartemennya, lalu mengikuti langkah dua wanita yang masuk ke dalam apartemennya. Jack duduk di sofa single. Sedangkan ibunya Jack dan satu wanita lagi duduk di sofa panjang. Jack memperhatikan wajah cantik seorang wanita asli Indonesia yang berada di hadapannya.
"Dia ini Aisyah Khumairah, sepupu kamu, anaknya Wa Sukaesih, kakaknya Mommy," ucapan Juju yang membuat Jack terkejut.
Batin Jack.
"Perkenalkan, nama saya Aisyah Khumairah," ucap Aisyah ramah sambil menangkupkan dua tangannya di depan dada.
"Saya Jack Eisenhauer," ucap Jack sambil menangkupkan dua tangannya di depan dada.
"Aisyah juga tinggal di Jerman, suaminya seorang astronot di ESA," celoteh Juju.
"Kamu tinggal di kota Darmstadt?" tanya Jack sambil menoleh ke Aisyah.
"Iya. Kalau kamu tinggal di kota mana?"
"Berlin."
"Kalau tidak salah jaraknya dekat dari kota Berlin ke kota Darmstadt?" tanya Juju ragu.
"Tidak Mom, jaraknya jauh," jawab Jack.
"Maklum, Mommy udah lama banget meninggalkan Jerman. Yang penting kan kalian satu negara, bisa saling silaturahmi, saling mengunjungi. Mommy berharap kamu dekat sama sepupu kamu yang berasal dari Indonesia."
"Iya, nanti kami saling mengunjungi," ucap Jack dengan nada suara yang senang.
"Aisyah?" ucap Liza terkejut melihat Aisyah berada di dalam apartementnya Jack.
__ADS_1
Sontak Aisyah menoleh ke Liza dengan nada suara yang kaget, "Liza?"
"Kamu ngapain ke sini?" ucap Liza sambil berjalan menghampiri mereka, lalu menyalim tangan kanannya Juju.
"Jack, siapa wanita itu?" ucap Juju datar sambil menoleh ke Jack.
"Eliza," jawab Jack.
"Pacar kamu?" ucap Juju.
"Bukan Mom, dia anak kandungnya Eliosia," jawab Jack yang membuat Juju kaget.
"Ngapain dia di sini?" ucap Juju ketus.
"Dia tinggal di sini juga Mom. Eliosia minta tolong kepadaku untuk menjaganya."
"Huh ...," Juju menghela nafas panjang.
"Liza, Rafael tahu kamu tinggal di sini?" tanya Aisyah sopan.
"Iya."
"Siapa Rafael? Kalian saling kenal?" tanya Juju bingung sambil menoleh ke Aisyah.
"Rafael itu suaminya Liza, Bi. Iya, kami saling kenal. Suaminya Liza itu adik tirinya Zayn," ucay Aisyah sopan.
Juju menoleh ke Liza yang sedang berdiri di hadapan mereka, lalu berucap, "Kenapa kamu tinggal di sini, sedangkan kamu punya suami?"
"Kami pisah ranjang dan kami akan bercerai," ucap Liza dengan nada suara yang sedih.
"Liz, ternyata Aisyah itu sepupuku, dia salah satu anaknya Wa Sukaesih, Wa Sukaesih itu kakak kandungnya Mommyku," ucap Jack memperjelaskan hubungan antara dia dengan Aisyah.
"Walah, ternyata dunia itu memang sempit," komentar Liza. "Huek ... huek ...," ucap Liza yang merasakan mual di perutnya secara tiba - tiba.
Liza segera berlari ke pantry untuk memuntahkan rasa mual. Aisyah dan Juju sedikit kaget melihat Liza yang ingin muntah. Mereka langsung menoleh ke Jack dengan tatapan mata yang meminta penjelasan dari Jack. Jack hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"Dia lagi masuk angin," ucap Jack datar sambil menoleh ke Juju.
"Tapi menurut Mommy, dia lagi hamil," ujar Juju.
"Bisa jadi dia hamil, bisa jadi dia masuk angin, sebaiknya Liza diperiksa dana dokter, soalnya dari tadi aku perhatikan, mukanya Liza pucat pasi," samber Aisyah.
"Udah aku ajaki, tapi dianya nggak mau."
"Kenapa nggak mau?" celetuk Juju.
"Kepalanya pusing, nggak kuat pergi ke tempat yang jauh."
"Tapi kan di sini ada kliniknya, jadi nggak usah pergi jauh untuk memeriksa kesehatannya," celetuk Aisyah.
"Kok kamu tahu di sini ada kliniknya?"
"Yang desain gedung apartemen ini kan Aisyah, dia kan seorang arsitek. Di Jerman dia kan buka usaha konsultasi desain interior dan eksterior," samber Juju.
"Udah diperiksa aja sekarang, kasihan dia," ucap Aisyah prihatin.
__ADS_1
"Benar apa yang dikatakan Aisyah sebaiknya periksa sekarang, biar tahu penyebabnya apa, apakah karena hanya masuk angin atau hamil, kalau hamil kan biar ibunya aja yang ngurus dan yang jagain, jangan kamu yang ngurus dan yang ngejagain," celetuk Juju.
Diam - diam Liza mendengar ucapan Juju, lalu dia bergumam pelan, "Sepertinya aku hamil lagi."