Asa Diriku

Asa Diriku
Akhirnya Usahaku Berhasil


__ADS_3

Dilike ya guys 😊


Dikomen ya guys 😁


Divote ya guys 😊


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tok ... tok ... tok ...


"Liza, hayu, hudang! Tabuh genep isuk!" teriak Magdalena yang menggelegar. "Liza gancang! RΓ©k make up? Jam satengah tujuh, rias geus anjog," lanjut Magdalena yang mengganggu tidurnya Liza.


Liza membuka dua kelopak mata miliknya secara perlahan. Liza mengerjapkan dua netranya supaya bisa menyesuaikan bias cahaya temaram yang menyeruak masuk ke kornea matanya. Kedua matanya terbuka sempurna, lalu menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal - pegal setelah bercinta dengan Rafael sebanyak dua ronde.


"Liza, hayu hudang!" teriak Magdalena yang membangunkan Rafael.


"Iya!" teriak Liza.


"Berisik banget!" gerutu Rafael dengan suara yang parau sambil mengerjapkan kedua matanya.


Liza menoleh ke Rafael. Dia mengingat kejadian, beberapa jam yang lalu. Sebuah kejadian yang telah membuahkan hasil dari usahanya untuk menarik perhatian Rafael. Sentuhan yang telah diberikan Rafael semalam ke Liza lebih lembut dari sebelumnya. Setelah sampai di rumahnya yang berada di Bandung, Liza langsung memperlakukan Rafael sebagai seorang raja yang dibumbui dengan rayuan yang menggoda.


"Ketagihan melihat wajahku yang ganteng," ujar Rafael narsis yang membuat Liza sedikit terkejut.


Liza langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Sedetik kemudian, Rafael menarik dagunya. Mencium bibir mungilnya Liza dengan lembut. Liza membalas ciuman Rafael. Mereka saling berpelukan seakan tidak mau saling melepaskan. Saling menjamah, saling menukar saliva, saling mengaitkan lidah dan saling menghisap dengan menggebu - gebu. Liza menghentikan ciumannya karena teringat pesan Magdalena bahwa pagi ini ada acara pemberkatan pernikahan Erika dengan Immanuel di gereja.


"Kenapa berhenti?" tanya Rafael.


"Kita harus bersiap - siap pergi ke acara pemberkatan pernikahan Erika," ucap Liza sambil beringsut ke tepian tempat tidur, lalu berdiri.


"Memangnya acara pemberkatannya jam berapa?"

__ADS_1


"Jam sepuluh," ucap Liza sambil memungut baju tidurnya yang teronggok tak berdaya di atas lantai, lalu memakainya.


Rafael menoleh ke jam dinding, lalu berucap, "Baru jam enam pagi."


"Aku kan harus dandan dulu," ucap Liza sambil merapihkan baju tidurnya.


"Yah udah kalau gitu, aku mau tidur lagi."


"Kamu nggak mau sarapan?" ucap Liza sambil melangkahkan kakinya menghampiri Rafael.


"Nggak, nanti aja sarapannya."


Liza mengecup bibirnya Rafael sambil membelai rahang mukanya Rafael, lalu berbisik dengan nada suara yang menggoda, "Kamu butuh makan pagi untuk menjaga staminamu dan kebugaran tubuhmu."


Rafael mengecup bibirnya Liza, lalu berucap, "Baiklah."


Liza menegakkan tubuhnya. Membalikkan badannya, lalu melangkahkan kakinya ke pintu kamar. Rafael beringsut ke tepian tempat tidur, lalu berdiri. Rafael mengambil celana piyamanya yang tergeletak di atas lantai kamar, lalu memakainya. Melangkahkan kakinya mengikuti jejaknya Liza. Liza membuka kunci pintu kamarnya. Menekan handle pintu ke bawah setelah kunci pintu terbuka. Menarik handle pintu sehingga pintu terbuka secara perlahan.


"Erika, kamu terpana melihat badanku yang keren?" ucap Rafael iseng yang membuat Erika terkejut.


Karena malu, Erika langsung menundukkan kepalanya, lalu menggelengkan kepalanya berulang kali. Rafael tersenyum licik melihat reaksi Erika. Liza menyadari hal itu, namun tidak dia hiraukan. Liza mengambil nasi goreng, lalu menaruhnya di piringnya Rafael. Mengambil ketimun dan tomat mentah, lalu menaruhnya di piringnya Rafael.


"Kumaha barudak anjeun?" tanya Magdalena basa - basi setelah menelan makanannya.


"Muhun," jawab Liza sambil menaruh nasi goreng di piringnya.


"Naon gender aranjeunna?"


"AwΓ©wΓ© jeung lalaki," jawab Liza sambil mengangkat sendok makannya.


"Naha anjeun badΓ© angkat ka London minggu payun?"

__ADS_1


"Janten," jawab Liza sambil mengunyah.


"Salian London, urang ogΓ© bakal tour Γ‰ropa dan Dubai," ujar Rafael sambil mengunyah.


"Hallo selamat pagi," sapa Immanuel yang berdiri di samping kanannya Erika.


Immanuel tidak sengaja melihat belahan dadanya Liza yang membuat dirinya menelan saliva berulang kali dan membulatkan kedua matanya. Immanuel tertegun melihat Liza yang hanya mengenakan baju tidur yang seksi dan yang terbuat dari bahan satin. Rafael langsung menatap tajam ke Immanuel ketika dia menyadari bahwa Immanuel terpana melihat Liza.


"Immanuel, biasa aja kali lihat istri orang!" celetuk Rafael ketus yang membuat Erika, Magdalena, Liza dan Immanuel terkejut. "Tadi Erika, sekarang Immanuel. Pasangan macam apa kalian saling jelalatan ke orang lain," lanjut Rafael yang membuat Immanuel malu.


"Immanuel, tolong jaga sikapmu," ucap Liza datar sambil menutupi belahan dadanya.


"Kamu sebaiknya ganti baju," ucap Rafael.


"Tapi kan aku belum selesai sarapan," ucap Liza sambil mengangkat sendoknya.


Rafael meraba paha kirinya Liza hingga pangkal pahanya yang membuat Liza tersadar bahwa dia tidak mengenakan pakaian dalam. Liza langsung menurunkan tangannya. Menepis tangan kanannya Rafael yang masih meraba fi area pangkal pahanya. Tak lama kemudian, Liza berdiri.


"Bang El pakai kaus, jangan telanjang dada begitu," ucap Liza kesal.


"Aku kan udah biasa bertelanjang dada di depan banyak orang. Kalau kamu kan nggak biasa pakai baju tidur yang seksi di depan banyak orang, jadi banyak orang yang terkesima melihat kamu pakai baju tidur seksi seperti itu."


Liza membungkukkan badannya, lalu berbisik manja ke Rafael, "Sayangku yang ganteng, aku mau ganti baju setelah kita mandi bersama."


"Kamu yakin mengatakan hal itu?" ucap Rafael meledek.


"Iya," ucap Liza sambil menegakkan badannya.


"Baiklah."


Tak lama kemudian, Rafael berdiri. Liza melangkahkan kakinya menuju kamar. Rafael berjalan mengikuti langkahnya Liza. Tiba - tiba Rafael menggendong tubuhnya Liza ala bride style. Otomatis Liza mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya Rafael. Tatapan mereka saling bertemu. Liza menatap Rafael dengan tatapan mata yang berbinar - binar. Sedangkan Rafael menatap Liza dengan tatapan mata yang sulit diartikan.

__ADS_1


Akhirnya usahaku berhasil.


__ADS_2