
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Di dalam pesta resepsi pernikahan Rachel dengan Steve, Liza dan Rafael selalu bergandengan tangan. Mereka selalu tersenyum sumringah, memperlihatkan kebahagiaan mereka sebagai sepasang suami istri. Mereka berkeliling menyapa para tamu undangan.
"Hai El! Apa kabar?" sapa seorang pria seumuran Rafael, lalu mereka berjabat tangan.
"Hai John, baik. Kabar elu gimana?" ucap Rafael ramah sambil melepaskan tangan kanannya.
"Baik. Ini istri elu?" ucap John sambil menurunkan tangan kanannya.
"Iya, perkenalkan istri tercinta gw," ucap Rafael bangga memperkenalkan Liza sebagai istrinya.
Liza mengulurkan tangan kanannya, lalu berucap, "Liza."
John membalas uluran tangan kanannya Liza, lalu berucap, "Johnny, panggil aja John."
"Kok elu ada di sini?"
"Gw masih kerabatnya Steve," ucap John sambil menurunkan tangan kanannya.
"Mana cewek elu? Tumben nggak dibawa?" ucap Rafael.
"Gw lagi jomblo. Istri elu lagi hamil berapa bulan?"
"Mau lima bulan," ucap Rafael sambil mengelus lembut perutnya Liza.
Apa aku nggak salah dengar? Bang El sudah mengakui mereka sebagai anaknya.
Batin Liza.
__ADS_1
"Elu sekarang tinggal di Jakarta?"
"Enggak juga, gw bolak - balik Jakarta Berlin."
"Wah kebetulan nich, rencananya minggu depan kami mau babymoon ke Berlin, kita ketemuan di sana yuk!" ucap Rafael senang.
"Boleh juga, gw minta nomor handphone elu dong," ucap Johnny, lalu dia mengambil smartphonenya di saku dalam jasnya.
"0812123456789."
"Ajib gile, nomornya cantik banget, itu benaran nomor handphone elu?" ucap Johnny sambil menyentuh angka - angka byang disebutkan oleh Rafael.
"Ya iyalah, cantiknya seperti istri gw, nggak ada yang punya selain gw."
"Ya iyalah, seorang sultan kan beda," ucap Johnny ngeledek.
"Hahaha bisa aja elu."
"Ngomong - ngomong kok elu nikah gw nggak diundang?"
"Liz, ini ada puding buat kamu," ucap Citra yang tiba - tiba datang sambil memberikan sepiring puding ke Liza.
"Eh, terima kasih ya Cit," ucap Liza sambil menerima puding itu.
"Sayang, sini aku yang suapi kamu," ucap Rafael sambil merebut piring itu, lalu memotong bagian kecil puding.
Akhirnya usaha dan doaku tidak sia - sia, Bang El bisa berubah menjadi lebih baik lagi.
Batin Liza.
"Aaa," ucap Rafael sambil menyodorkan satu sendok kecil yang berisi potongan puding ke Liza.
"Aaa," ucap Liza sambil membuka mulutnya, lalu Rafael menyuapi Liza.
Dari tadi, kuperhatikan Liza dan Bang selalu berdua, bergandengan tangan, ceria dan tersenyum bahagia. Sepertinya Liza sudah bahagia hidup bersama Bang El, aku sangat senang melihatnya.
Batin Citra.
__ADS_1
"El, gw keliling dulu ya."
"Iya," ucap Rafael sambil memotong puding, lalu Johnny melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.
"Liz, gw cari makanan lagi ya," ucap Citra.
"Iya, hati - hati ya."
"Iya," ucap Citra, lalu dia pergi meninggalkan Liza dan Rafael.
"Aaa lagi," ucap Rafael sambil menyodorkan sendok kecil yang berisi potongan kecil puding ke Liza.
"Aaa," ucap Liza sambil membuka lebar mulutnya, lalu Rafael menyuapi Liza. " Oh ya Bang El, soal surat perjanjian pernikahan dan perjanjian perceraian kita gimana?" lanjut Liza sambil mengunyah.
"Nggak usah bahas itu lagi, kita udah hidup bahagia sebagai sepasang suami istri, tidak memerlukan itu," ucap Rafael sambil memotong puding.
Tiba - tiba Liza merasakan mules, lalu berucap sambil mengelus perutnya, "Sayang, perutku mules."
Sontak Rafael menaruh piring di atas meja, lalu berucap dengan panik, "Ayo kita ke dokter kandungan!"
"Bukan mules karena sakit, tapi karena mau pub."
"Ya udah kita ke kamar aja."
"Tapi kalau udah sampai di kamar jangan minta macam - macam ya, soalnya acaranya belum selesai.'
"Iya, ayo cepetan, ke kamarnya." ucap Rafael.
Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doa - doaku. Bang El telah mencintai diriku. Akhirnya kesampaian juga asa diriku.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Hai para readers yang budiman 😊, terima kasih atas dukungan dari kalian di novelku ini. Mohon maaf jika novelku yang ini harus berakhir sampai di bab ini. Mungkin minggu depan aku akan membuat cerita tentang Liza dan Rafael lagi, tapi dengan judul novel yang berbeda.
Judul novelnya yaitu Kamu Adalah Jodohku. Ceritanya lebih seru dan beragam, para pembaca akan dibuat berkeliling dunia, para pembaca akan melihat rollercoaster kehidupan Liza dan Rafael yang lebih seru. Tapi saya mohon dukungan kalian di novel baruku nanti ya. See you again my lopeeeee - lopeee, 🥰🥰🥰🥰
Mohon maaf sebelumnya 🙏 novelku yang berjudul Kamu Adalah Jodohku belum sempat aku terbitkan. Sebagai gantinya, aku menerbitkan novel yang berjudul Haluan Hidupku. Ceritanya tentang kehidupan seorang wanita yang penuh dengan warna - warni. Ceritanya tidak kalah seru dengan yang lainnya. Silakan mampir ya ke novelku yang berjudul Haluan Hidupku.
__ADS_1