
Mengetahui jika Jemima akan pergi menemui orang tuanya, Jelena juga tak mau absen. Dia akan ikut menemui kedua orang tua yang telah membesarkannya dengan limpahan penderitaan dan rasa sakit. Awalnya Victor benar-benar tidak mengizinkan karena khawatir dan juga merasa akan lebih baik jika mereka sibuk berdua saja dulu. Tapi karena Jelena tetap kukuh mau tak mau Victor hanya bisa menuruti apa yang di inginkan istrinya.
Jemima menatap datar kedua orang tua yang adalah orang tua kandungnya. Ternyata mereka mendekam di dalam penjara selama ini. Mereka di penjara karena kasus narkotika, penculikan anak, lalu menelantarkan dan mengeksploitasi anak, juga melakukan kekerasan dan terbukti juga pernah menjual anak yang adalah Jelena.
Meskipun memang kedua orang tua kandung, nyatanya Jemima justru merasa begitu bersyukur karena selama ini dia hidup dengan orang-orang yang penuh cinta kasih meski tak mengabaikan bagaimana menderitanya Jelena.
"Selamat siang, Ayah dan Ibu?" Sapa Jemima kepada orang tuanya yang kini menatapnya dengan mimik sedih. Entah sedih karena apa, mungkinkah karena merindukan Jemima, atau sedih karena mereka mendekam di dalam penjara.
"Aku harap kalian bisa menghabiskan hidup dengan lebih baik, menjadi orang yang baik, aku datang karena aku ingin mengucapkan terimakasih banyak karena sudah melahirkan ku, aku juga tidak tahu apakah aku perlu berterimakasih karena telah di tukar atau tidak, tapi aku merasa begitu beruntung karena nyatanya aku menjadi pribadi yang sedikit lebih baik dari pada kalian berdua. Aku hanya akan datang sekali, aku tidak akan datang di kemudian hari, dan panggilan Ayah Ibu juga akan aku katakan untuk pertama dan terakhir kalinya. Aku sudah tidak ingin mengatakan apapun, aku juga tidak ingin mendengarkan apapun, jadi selamat tinggal." Jemima bangkit dan meninggalkan kedua orang tuanya yang menangis meminta Jemima untuk menolongnya dan meminta maaf untuk apa yah telah mereka lakukan, tapi Jemima benar-benar enggan menoleh dan melihat salah mereka. Bukanya lupa kalau dia tetaplah anak mereka, hanya saja Jemima akan merasakan sakit berkepanjangan saat dia terus mengingat bahwa dia memiliki kedua orang tua yang begitu jahat. Maaf,..... Hanya itu yang bisa di katakan Jemima di dalam hati kepada kedua orang tuanya.
Beberapa saat kemudian.
Jelena tersenyum melihat bagaimana kedua orang tua yang dulu begitu angkuh, tak berperasaan kini terlihat begitu menyedihkan. Jujur saja Jelena merasa iba, tapi untuk kali ini Jelena tidak ingin kalah hanya dengan merasa iba.
"Aku tidak tahu bagaimana perasaan kalian harus berada di tempat ini lagi untuk waktu yang panjang, mungkin kalian juga akan menghabiskan usia kalian di sini. Mengingat bagaimana kalian menyakitiku, menjual ku dan terus menerus memanfaatkan ku rasanya benar-benar menyakitkan. Tapi sekarang aku baik-baik saja, aku hidup dengan sangat bahagia. Aku memiliki anak yang cantik, aku memilki bisnis, aku di cintai oleh Victor, aku juga memiliki keluarga yang menyayangiku. Aku mendapatkan lebih banyak dari apa yang aku inginkan, dan aku bahkan masih bisa melihat kalian mendapatkan hukuman. Aku tidak akan meminta kalian menyadari apa yang kalian lakukan dan bertobat, aku hanya berdoa agar kalian tetap hidup dengan baik di sini dan menikmati bagiamana hampa nya hidup kalian."
Mereka berdua mengais sedih, sungguh berada di dalam sana benar-benar membuat mereka begitu tersiksa sekali. Tahanan lain memperlakukan mereka berdua seperti musuh bebuyutan, meyiksa tiada henti.
"Keluarkan kami dari sini! Bagaimana pun kami sudah membesarkan mu!"
Jemima tersenyum miring, terserah saja apa yang ingin mereka katakan. Sekarang Jelena tidak akan tunduk hanya dengan kata-kata sampah seperti itu.
__ADS_1
"Aku sudah bebas, aku bukan Jelena yang akan tertunduk tak berdaya. Jelena tahu sekarang adalah Jelena yang akan tetap tegap dan percaya diri apapun situasinya." Gumam Jelena lalu tersenyum begitu kedua bola matanya melihat Victor tengah tersenyum menanti kedatangannya.
Benar, aku tidak memiliki apapun yang perlu aku sesali. Masa lalu bukan sesuatu yang mengerikan saat hati sibuk memikirkan masa kini dan apa yang membahagiakan. Victor, Mira, Ayah, Ibu, Jemima dan Tomy, mereka cukup untuk memberikan limpahan kasih sayang padaku.
Jelena berlari ke arah Victor, laku memeluknya erat-erat.
"Ada yang datang juga, mereka sangat merindukan mu." Ucap Victor lalu munculah Popi dan Bibir dapur yang langsung membuat Jelena berlari ke arah mereka dan memeluknya.
"Aku merindukan kalian!"
Popi dan Bibi dapur begitu terlihat senang hingga sampai menangis. Mereka kira Jelena sudah lupa dengan mereka, terbayar reaksi jelena benar-benar menjelaskan bahwa mereka berdua masihlah orang yang memiliki arti untuk Jelena.
Di sisi lain.
Malang benar-benar harus di rasakan Katherine karena penderitaannya tak berhenti sampai di situ saja, Katherine di mintai ganti rugi yang sangat mahal, bahkan video panasnya bersama sutradara juga menyebar, dan semua itu berkat Juno.
Jemima, gadis itu kini sudah menerima perjodohannya dengan Ken dan akan berusaha sebaik mungkin untuk percaya diri dan melakukan yang terbaik sesuai harapan kedua orang tuanya. Tidak perduli pada akhirnya mereka akan saling mencintai atau tidak, yang paling penting adalah Jemima menikah seperti yang di inginkan kedua orang tuanya, dan anggap saja apa yang Jemima lakukan ini bisa sedikit saja membalas segala pengorbanan yang di lakukan oleh kedua orang tuanya.
Makan malam keluarga sebelum Victor dan Jelena berangkat ke luar negeri.
"Ini untukmu!" Tomy menyodorkan sebuah kita kepada Jelena dengan wajah angkuh, tapi anehnya wajah angkuh itu memerah seperti menahan malu membuat Jelena tidak tahan untuk tidak mencubitnya.
__ADS_1
"Aw! Jangan sembarangan!" Setelah mengatakan itu Tomy masuk ke dalam kamarnya.
Jelena tersenyum lalu segera membuka kotak hadiah yang di berikan Tomy padanya.
"Anak ini benar-benar....." Jelena tersenyum menahan tangis haru melihat sebuah kertas di mana wajah Jelena di gambar oleh Tomy sendiri. Di sana ada sebuah kalimat yang begitu menyentuh hati Jelena, Kau amat cantik, semua temanku sekarang menyukaiku dan terus membicarakan tentang mu. Sebenarnya aku tidak rela karena semua orang jadi bisa melihat kau sangat cantik! Aku tidak membencimu, tapi aku membenci Victor yang beraninya menjadi suamimu! Tapi, aku ingin kau hidup dengan bahagia, jaga keponakan ku yang cantik, saat dewasa aku akan melindungi dia dari temanku yang menyukai gadis cantik!
Jelena memasukkan kembali kertas itu dan menyimpannya baik-baik.
"Mari kita makan!"
Jelena bersiap untuk menyuapkan makanan ke mulutnya, tapi tiba-tiba saja dia merasa tidak nyaman hingga dahinya mengernyit.
"Egg....!" Jelena menutup mulutnya yang baru saja menahan mual dan ingin muntah.
"Je Jelena, kau baru saja menikah kemarin, sekarang apa mungkin sudah hamil?" Tanya Jemima yang kini tengah duduk berhadapan dengannya bersebelahan dengan Ken.
Semua orang menatap Jelena, dia bingung bagaimana dia akan menjawab sementara Victor hanya terlihat tersenyum kikuk.
Bagus, itu bagus sekali! Semakin banyak anak, semakin Jelena hanya milik ku seorang saja!
Author : Iya, bagus! Lahirkan banyak anak, karena banyak anak artinya istrimu adalah milik anak-anak, dan jika beruntung satu atau dua menit saja dia akan menjadi milikmu!
__ADS_1
( Jangan melabelkan seorang anak yang lahir di luar pernikahan itu haram! Ingat, seorang anak tidak bisa memilih dari rahim siapa dia akan lahir. Jangan pula mengacungkan jari telunjuk dan memusatkan kata memaki orang yang hamil di luar nikah. Dunia bekerja dan tak berhenti berputar, kehidupan seseorang tidak akan ada yang tahu, sekarang terjadi dengan orang lain, mungkin lusa terjadi padamu. )
TAMAT!