Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 63 : Masalah Sebenarnya


__ADS_3

Jelena menutup panggilan teleponnya dengan perasaan takut, juga gugup. Baru saja Ken menghubunginya, kedua orang tuanya juga begitu banyak mengirimkan pesan, panggilan yang tidak terjawab juga menumpuk dari kedua orang tuanya. Rupanya kedua orang tua Jelena mengetahui jika Victor berada di negara itu sudah beberapa waktu, dan sekarang Victor juga berada di dalam rumahnya. Kedua orang tua Jelena meminta Jelena untuk bersikap tegas, keras, dan jangan memberikan kesempatan apapun sehingga Victor tidak perlu lagi berada di sana. Ken juga mengatakan hal yang sama, hanya saja dia menggunakan kalimat yang sangat berbeda sekali dengan kedua orang tuanya yang terdengar sangat khawatir.


Jelan benar-benar di buat dilema dengan keadaan sekarang ini. Dia ingin menuruti perkataan orang tuanya, juga Ken bahwa dia harus segera mengusir Victor keluar, dan jangan lagi mengizinkan Victor masuk ke dalam sana entah alasan apapun. Tapi melihat Victor yang tertidur dengan wajah pucat, dia juga sedang demam, dan keringatnya yang masih begitu banyak, Jelena tidak tega melakukan apa yang di katakan keluarganya.


Bukan sok baik, atau apapun itu. Hanya saja Jelena memang merasa tidak tega, dia tahu bagaimana rasanya sakit, tapi tidak ada satu pun orang yang menemani, tidak ada orang yang mengurus, juga tidak ada obat yang bisa di minum. Kepahitan hidup hingga bersama orang tua palsu nya sudah cukup memberikan banyak pelajaran, banyak rasa sakit, jadi Jelena hanya bisa mengiyakan saja tanpa benar-benar melakukan itu. Nanti, pasti dia akan meminta Victor keluar dari rumah, lalu memperingati agar tidak datang lagi kesana, tapi untuk sekarang Jelena akan menahan itu dulu.


Melihat Victor mulai tidak tenang saat tidur, dagunya terus mengeryit entah menahan rasa sakit entah dia sedang mimpi buruk. Jelena berjalan perlahan, lalu menggerakkan tubuh Victor untuk dia baringkan di sofa. Merasakan kalau suhu tubuh Victor masih tinggi padahal sudah meminum obat, Jelena dengan segera bangkit untuk mengambil air hangat dan juga kain penyeka untuk mengompres Victor.


Beberapa saat kemudian.


Victor mulai membuka matanya, hati sudah akan malam, dan sepertinya dia benar-benar nyenyak sekali tidur di sana. Perlahan Victor bangkit dari sofa duduk yang ia gunakan untuk tidur. Sebentar Victor duduk diam, mengingat apa saja yah terjadi hari ini hingga pada akhirnya dia berada di tempat itu.


Jelena.......


Victor tadinya ingin bangkit, berdiri dan mencari keberadaan Jelena, tapi niatnya tak jadi dia laksanakan karena ternyata Jelena sudah lebih dulu muncul dan kini tengah berjalan menuju ke arahnya.

__ADS_1


" Tuan Victor sudah bangun? "


Victor terdiam sebentar, dia tidak sengaja melihat kain menyeka yang jatuh ke lantai, juga ada satu mangkuk berukuran cukup besar sepertinya di gunakan untuk menampung air hangat, jadi Jelena mengurus dirinya?


" Tuan Victor, tadi aku sudah menghubungi Dokter. Dia akan datang sekitar sepuluh menit lagi, jadi Tuan Victor bisa cepat kembali ke tempat tinggal, dan tunggu Dokter datang. " Ucap Jelena, dia sama sekali tak memperlihatkan ekspresi apapun yang jutsru membuat Victor merasa kecewa. Apakah sungguh Jelena begitu enggan dengannya? Rasanya dia ingin meraih lengan Jelena, membawanya untuk dekat agar dia bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan. Tapi memikirkan bahwa dia pasti hanya akan mendapat penolakan dari Jelena, Victor pada akhirnya harus memilih untuk diam, menunggu saja waktu yang tepat untuk datang.


" Terimakasih, dan maaf karena sudah membuatmu kerepotan. Jika keadaan ku membaik, apakah aku boleh menemui mu besok? Ada hal yang ingin aku bicarakan, atau kalau boleh apakah aku bisa mendapatkan nomor rumah mu? " Pinta Victor dengan tatapan yang tidak pernah Jelena lihat sebelumnya. Dia terlihat seperti memohon, dan juga takut untuk mendapatkan penolakan. Dia ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi dia juga tidak ingin memaksa.


Sial!


Jelena membuang nafasnya, hanya telepon rumah jadi itu bukan hal yang besar dan terlalu penting. Jelena memberikan nomor telepon rumah kepada Victor.


" Tuan, aku harap ini adalah pertama dan terakhir kalinya Tuan Victor masuk ke dalam rumah ini. Ada banyak masalah yang akan terjadi jika Tuan Victor datang lagi nanti, tolong Tuan Victor untuk lebih mengerti lagi. "


Victor terdiam membeku untuk beberapa saat. Dia mencoba untuk mengatur nafasnya, menahan segala perasaan yang mulai menguasai hatinya. Sekarang yang paling penting bukanlah akan datang lagi atau tidak ke rumah Jelena tapi,

__ADS_1


" Jelena, kalau aku tidak datang lagi kesini itu hanya akan menyelamatkan ku sementara saja, tapi jika ki tidak datang kesini lagi, itu akan menjadi bencana untuk mu, juga keluargamu. " Ucap Victor yang langsung saja membuat Jelena mengeryitkan dahi, menatap dengan tatapan bingung juga tak percaya dengan apa yang di katakan Victor.


" Tuan Victor sedang mengancam? '' Tanya Jelena.


Victor dengan segera menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin bisa tidak tahu malunya dia mengancam Jelena? Karena nyatanya kedua orang tua Victor pasti akan semakin nekad melakukan apa yang ingin dia lakukan asalkan mereka bisa mendapatkan cucu mereka. Kedua orang tua Victor adalah orang yang menyukai tantangan dalam hal apapun, jadi saat dia mendapatkan lawan yang cukup seimbang, mereka akan benar-benar totalitas, melakukan apa yang ingin mereka dapatkan dengan berbagai macam cara.


" Kau tahu benar bagaimana orang tuaku bukan? Dia akan melakukan apa kau pasti sudah bisa menebaknya. " Ujar Victor.


" Memang kenapa? Orang tuaku juga tidak akan mungkin membiarkan hal itu terjadi, mereka pasti akan melindungi ku dengan segala cara. Mereka sudah berjanji akan membuat anak ini tinggal bersama denganku sampai dewasa nanti, dan barulah aku akan membebaskan dia memilih akan tinggal dengan siapa. "


Victor menghela nafasnya, dia menatap Jelena senang tatapan sendu, dia tentu saja akan merasa sangat tenang jika apa yang di katakan Jelena itu akan benar terjadi nanti.


" Itu lah masalahnya, Jelena. Orang tua mu tidak akan menyerah, mereka akan melindungi mu dan juga melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk melindungi dan bertahan. Jadi kau seharusnya bisa menebak apa yang bisa di lakukan orang tuaku bukan? Nanti mereka akan saling melempar, lalu saling mulai tanpa sengaja, dan ini bisa berlangsung lama. Apa kau sungguh bisa tahan melihat kedua orang tua kita berselisih? Aku sedang berusaha menahan mereka, tapi kalau kondisinya tidak membaik di antara kita, maka aku tidak yakin akan seberapa fatal apa yang di lakukan oleh orang tuaku. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2