Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 17 : Persyaratan Tidak Serius


__ADS_3

" Kau pikir aku akan diam karena kau terus ingin menunjukkan bahwa kau sengaja memprovokasi ku? Jangan lupa kau siapa, dan kau pikir kau bisa melakukan apa? Entah anak siapa yang ada di perut mu, tapi Victor tidak akan menerima bayi itu apapun alasannya jadi aku sudah tidak akan memperdulikan anak siapa itu. Kau tahu kenapa? Karena Victor tidak menginginkan anak, tidak menginginkan pernikahan. Kalaupun memang anak itu anaknya Victor, kau pikir dia akan menyayangi anak mu? Kau jangan mimpi, Victor bukan pria yang akan melakukan hal semacam itu. "


Jelena terdiam mendengarkan semua yang di katakan Katherine padanya.


Setelah Jelena pikirkan kembali, sepertinya apa yang di katakan Katherine memang ada benarnya, jadi Jelena sekarang benar-benar pusing sekali. Padahal dia sudah bertekad untuk bertahan sampai anak itu lahir, tapi dia kini jadi memikirkan bagiamana jika yang di katakan Katherine barusan benar akan terjadi? Bagaimana nasib anaknya, dan apakah anaknya akan bahagia hidup dengan banyak uang tapi tidak di cintai? Orang tua Victor memang menginginkan keturunan, tapi apakah mungkin dia bisa memberikan kasih sayang yang di butuhkan oleh anaknya? Bagaimana jika anaknya tumbuh tanpa perhatian dan kasih sayang yang cukup? Orang tua Victor sangat sibuk untuk mengurus bisnis, sementara Victor sibuk dengan pekerjaannya sebagai Aktor terkenal.


" Jangan mencoba menekan ku dengan status istri dan Nyonya muda, bahkan Victor tidak menganggap mu sama sekali bukan? "


Jelena membuang pandangannya, menatap ke arah lain dan masih terus berpikir. Mungkinkah ucapan Katherine hanyalah untuk menggertak saja? Kalau iya apakah dia cukup terancam, terusik dengan apa yang di lakukan Jelena? Lalu bagiamana kalau benar itu nyata?


Jelena memaksakan senyumnya, lalu kembali menatap Katherine.


" Jika saja benar anak ini tidak di inginkan oleh Tuan Victor, maka anak ini memiliki kakek dan neneknya, jadi kenapa aku harus merasa takut untuk hal yang bahkan tidak aku perdulikan? "


Katherine terdiam menahan kesal, sekarang dia benar-benar tidak akan berpikir ulang lagi untuk menyingkirkan Jelena. Bagaimanapun anak yang akan di lahirkan Jelena akan mempengaruhi hubungannya dengan Victor, jadi dia akan tetap berusaha menyingkirkan anak itu beserta Jelena tentunya.

__ADS_1


Jelena melihat benar bagaimana wajah Katherine yang seolah tak menerima apapun, baik bayinya atau juga kenyataan yang ada. sekarang sepertinya Jelena harus memikirkan cara lain karena Katherine juga terlihat sangat serius dengan ucapannya. Setelah obrolan itu dengan segera Katherine meninggalkan Jelena di sana.


" Apa yang dia bicarakan barusan? Aku tidak bisa terlalu dekat karena kalau dia menyadari keberadaan ku, itu juga akan jadi masalah untuk mu bukan? " Tanya Popi yang buru-buru berjalan mendekati Jelena setelah Katherine pergi meninggalkan Jelena.


Sungguh menyebalkan sekali untuk di lihat, padahal Katherine hanyalah kekasih saja, tapi tingkahnya sudah seperti Nyonya rumah, mengancam seolah semua orang memiliki kesalahan padanya. Padahal sejak pagi Victor pergi untuk syuting, dan Katherine seharian hanya tahu bagiamana menyuruh ini itu membuat Jelena, Popi dan Bibi dapur kesalahan seharian ini.


Malam harinya.


Victor keluar dari mobil managernya di depan pintu gerbang rumahnya, hari ini sengaja dia tidak membawa mobil sendiri karena ada banyak kegiatan yang mengharuskan dia berpindah tempat beberapa kali, di tambah dia juga menjadi bintang tamu di acara pemilihan model yang di siarkan secara langsung oleh salah satu program televisi.


" Nak Victor, kami boleh bicara sebentar ya? Kami ada perlu, penting sekali.


Victor tak bertanya apa yah di inginkan orang gue Jelena secara langsung, dia hanya menatap kedua orang itu dan menunggu saja mereka bicara.


" Begini, Nak Victor. Sebenarnya kau datang ingin meminjam uang, kami ada urusan mendesak yang harus segera di selesaikan, mohon bantu kami agar urusan kami cepat selesai ya? " Pinta Ayahnya Jelena yang pada akhirnya membuat Victor menggelengkan kepala keheranan. Ternyata orang yang sudah gila karena obat terlarang dan juga alkohol memang tidak akan menjadi waras, mereka akan gila sepanjang hari entah sampai kapan.

__ADS_1


" Tentu saja, tapi aku akan memberikan uang sebanyak yang kalian inginkan di dalam mimpi kalian berdua. " Ucap Victor membuat kedua orang tua Jelena saling menatap dengan tatapan bingung dan kecewa karena tidak juga mendapatkan uang dari Victor. Di dalam hati mereka benar-benar bergerundel kesal dan marah, bagaimana bisa memiliki menantu yang sangat pelit padahal jelas dia punya banyak sekali uang bukan?


" Tolong lah, Nak Victor. Rumah kami hampir saja ambruk, kami butuh uang untuk memperbaiki rumah. " Ucap Ibunya Jelena yang sebenarnya memang begitu benar adanya keadaan rumah mereka. Tapi, uang yang selama ini di berikan oleh keluarga Victor tentu saja akan mampu kalau hanya memperbaiki rumah, tapi sepertinya uang itu benar-benar di gunakan untuk hal yang tidak baik. Sekarang kalaupun Victor memberikan uang, tentu saja Victor yakin selain mereka akan langsung pergi membeli minuman keras dan masa bodoh saja, tidak perduli dengan rumahnya yang akan ambruk atau tidak.


" Tidak, aku tidak akan memberikan uang kepada orang seperti kalian. "


Ibunya Jelena menghadang langkah kaki Victor yang ingin segera meninggalkan tempat itu dan masuk ke dalam sana sehingga Victor lagi-lagi harus mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh orang tuanya Jelena.


" Tolong, tolong bantu kami ya? Kami sangat butuh sekali. "


Victor membuang nafasnya dnegan mimik jengah. Sungguh tidak tahu bagiamana cara menyingkirkan sepasang manusia menjijikan di hadapannya itu, tapi karena tiba-tiba saja dia memiliki ide, maka langsung saja Victor ungkapkan apa yang sedang dia pikirkan.


" Baiklah, kalau begitu minta putri kalian menggugurkan kandungan, dengan begitu aku akan memberikan kalian uang. "


Kedua orang tua Jelena saling menatap bingung, tapi pada akhirnya mereka dengan semangat mengangguk setuju membuat Victor mengeryit dengan tatapan dingin.

__ADS_1


" Tentu saja, kami akan memintanya untuk menggugurkan kandungan. Dia pasti akan setuju, jadi apakah boleh minta uang nya dulu sekarang? "


Bersambung.


__ADS_2