Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 36 : Masa Lalu


__ADS_3

Setelah bersembunyi cukup lama, dan memastikan jika keadaan sudah aman untuk mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari persembunyian dan tentu dia akan segera pergi dari kawasan gelap yang mengerikan itu.


Grep!


" Ah! " Pekik kedua orang tua Jelena menahan sakit saat kedua orang itu meraih tengah merek, memutarnya sehingga posisi tangan mereka berada di belakang punggung, menekannya sangat kuat sehingga tidak akan mudah untuk mereka bisa lepas.


" Tutup mulut kalian, jalan ke depan! " Ucap salah satu pria itu dan mendorong kedua orang tua Jelena untuk keluar dari gang gelap itu, terus berjalan dengan kesakitan yang tak membuat dua orang asing itu merasa iba. Begitu sampai di sebuah mobil hitam barulah mereka berhenti, dan tidak lama keluar seorang wanita yang terlihat tidak sabar dan berwajah panik.


Wanita itu menatap kedua wajah orang tua Jelena untuk memastikan benar atau tidak mereka orang yang di cari. Setelah cukup yakin akhirnya dia berjalan cepat sembari menahan air matanya yang seakan jatuh, tubuhnya gemetar tapi tak dia hiraukan karena ingin cepat menghampiri kedua orang tua Jelena.


Begitu sudah dekat, wanita itu mencengkram baju di bagian leher Ayahnya Jelena, membulatkan matanya dengan tatapan marah.


" Katakan, katakan di mana putriku?! Kemana kalian membawanya?! "


Wanita itu kini sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, dia semakin mengeratkan cengkraman tangannya yang memegang kain baju milik Ayahnya Jelena, dan matanya juga menatap Ibunya Jelena. Dia ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaannya maka dari itu dia benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Ibunya Jelena, atau panggil saja dia Ibu Zelin, Ayahnya Jelena yang bernama Ayah Hetho hanya bisa saling menatap tak ingin mengatakan, menjawab pertanyaan dari sanita itu.

__ADS_1


" Katakan! Jangan menguji kesabaran ku terus! Berani sekali kalian melakukan hal gila itu, berani sekali kalian menukar putrimu dengan putriku! Kembalikan, kembalikan putriku! Katakan di mana Violet, katakan di mana dia, antar aku bertemu dengan dia! "


Ibu Zelin terdiam meski rasanya sakit sekali dengan posisi tangannya di pelintir ke belakang seperti ini, tapi dia masih tidak akan membuka mulut. Ayah Hetho juga tak ingin bicara, lebih baik dia di pukuli saja karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah memberitahu di mana keberadaan Violet.


Melihat kedua orang itu terdiam, seolah benar-benar tidak ingin membuka mulut, wanita itu menjadi sangat kesal. Dia sudah tidak bisa lagi memberikan kesabaran, dia sudah sangat putus asa, dia sudah mengerahkan segala kemampuannya, harapan dan doa sepanjang waktu untuk bisa menemukan putrinya yang bernama Violet Beverly Claire.


" Baiklah, kalian masih ingin tutup mulut? Aku tentu saja tidak akan tinggal diam dan menyerah begitu saja. Kalian pikir, kalian bisa menghentikan ku untuk mencari tahu dan menemukan putriku? Kalian salah, aku masih belum akan menyerah. Aku akan tunjukan seberapa gilanya wanita yang sudah kalian permainkan selama ini, akan aku tunjukan semua hal menakutkan kepada kalian. Ah, kalian tidak melupakan putri kalian bukan? Putri kalian yang sudah aku cintai, aku rawat dengan penuh kasih, putri kalian yang sakit-sakitan sejak kecil dan sudah besar bahkan menjadi gadis cantik, putri kalian yang aku pikir adalah putriku, bukankah aku juga bisa melakukan apa yang kalian lakukan kepada putriku? "


Ibu Zelin dan Ayah Hetho terdiam tak bisa berkata-kata. Mereka pikir rahasia itu tidak akan terungkap sampai dunia kiamat. Dia pikir anaknya yang sejak lahir sakit-sakitan akan hidup seperti ratu di rumah mantan majikannya itu, tidak! Bagiamanapun dia adalah seorang Ibu, dia tidak ingin putrinya menderita.


" Bawa mereka pergi, dan tahan mereka di tempat yang sulit untuk di temukan. "


Tak menunggu waktu, segera dia menuju kesana dan mencoba mengorek informasi mengenai kedua orang tua Jelena dan putrinya selama tinggal di rumah itu.


" Mereka adalah pencandu, mereka gila, kami tidak ada yang menyukainya. Putrinya bernama Jelena, dia bekerja menjadi pelayan di rumah orang kaya, tapi tidak tahu di mana dia bekerja. "


Itu adalah informasi yang di dapatkan Ibu Terra dari salah satu tetangga Ayah Hetho dan Ibu Zelin. Saat melihat wajah tetangga itu sepertinya dia memang sangat enggan membicarakan mereka.

__ADS_1


Saat mendapatkan satu lagi informasi, ternyata Ibu Terra di buat lebih terkejut lagi karena dia mengatakan jika selama ini Jelena di perbudak untuk menghasilkan uang. Mengemis, mengamen, hampir di jual, hampir di jadikan tumbal untuk membayar hutang ( di suguhkan kepada pria hidung belang ), Lalu bekerja menjadi pelayan rumah dan upahnya juga selalu di ambil oleh kedua orang tuanya.


Ibu Terra benar-benar tidak bisa menahan laju air matanya lagi, padahal dia selalu memperlakukan Ibu Zelin dan Ayah Hetho dengan baik, menganggap mereka keluarga meski nyatanya mereka adakah pelayan rumah.


Saat itu, Ibu Terra dah Ibu Zelin hamil di usia yang sama, bahkan saat melakukan pemeriksaan anak mereka sama-sama perempuan. Tidak ada batasan antara majikan dan pelayan, Ibu Terra selalu mengajak Ibu Zelin kerumah sakit bersama dan memeriksa kandungan.


Tiba saatnya melahirkan, dan entah bagaimana ceritanya Ibu Zelin juga mengalami kontraksi, lalu melahirkan tak lama setelah dia melahirkan.


Karena Ibu Terra melahirkan dengan metode sesar, dia juga di bisu full sehingga tidak dapat melihat bayinya saat bayinya lahir. Momen itu benar-benar di gunakan oleh Ibu Zelin dan Ayah Hetho untuk menukar bayi mereka. Alasan yang paling masuk akal adalah, bayi yang di lahirkan Ibu Zelin mengalami beberapa masalah kesehatan sehingga mereka terpaksa menukar bayinya karena mereka berpikir tidak akan sanggup membiayai pengobatan bayinya.


Sembilan belas tahun sudah dia dengan bodohnya menganggap jika putri Ibu Zelin adalah putrinya meski hampir semua orang mengatakan jika wajah mereka sangat tidak mirip.


" Besok aku harus bisa menemukan putriku, kau tidak boleh membuang waktu lagi, Ken. " Ucap Ibu Terra kepada orang kepercayaannya yang duduk di sebelah sopir mobil.


" Mengerti, Nyonya. Saya akan segera menemukan Nona Violet hari itu juga. "


Ibu Terra menahan tangisnya.

__ADS_1


" Namanya sudah di ganti, Ken. Jelena, mereka mengubah namanya. " Ibu Terra mulai sesegukan karena merasa begitu sedih sekali. Pantas saja Ibu Zelin memintanya untuk memberikan nama untuk bayinya, jadi ini adalah alasannya? Violet adalah bunga yang paling dia sukai, dulu dia juga ingin memberikan nama Violet untuk putrinya, tapi karena mertuanya sudah menyiapkan nama, dia mengalah saja dan menentukan nama Violet kepada Jelena.


Bersambung.


__ADS_2