Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 31 : Sudah Sangat Muak


__ADS_3

" Apa kau tahu kalau kau sangat bodoh? Mereka memang orang tua mu, tapi jangan lupa kalau kau sama sekali tidak bisa di bandingkan dengan uang. Kau hanya di anggap sebagai barang dagangan saja, jadi jagalah jarak dari mereka kalau kau ingin sedikit selamat. " Ucap Victor mengingatkan Jelena saat dia dan juga Jelena sudah berada di dalam rumah, dan kedua orang tua Jelena sudah pergi.


Jelena tersenyum pilu, bukankah di mata Victor dan juga di mata orang tuanya dia tetap sama? Bagi kedua orang tuanya Jelena adalah mesin penghasil uang, di mata orang tua Victor Jelena adakah mesin anak. Mana yang lebih bagus, mana yang lebih untuk tentu saja tidak ada bukan?


" Apa-apaan kau ini? Kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa kau sedang ingin membela orang tuamu? Kau ingin mengatakan kepadaku bahwa orang tuamu adalah tetap saja orang tuamu, dan dia tidak akan memalukan gak jahat? Begitu kah? "


Jelena menahan dirinya untuk tidak kembali tersenyum dengan hati yang sedih. Sebenarnya Victor itu sedang kenapa? Sekarang mengatakan kedua orang tuanya adalah orang yang buruk, dia bwrungkah seolah ingin melindungi Jelena, tapi di suatu waktu Victor juga bertingkah jahat untuk menyingkirkan bayinya. Sebenarnya apa yang ada di kepala pria itu? Kenapa dia begitu membingungkan hingga Jelena merasa muak setiap harinya?


" Bodoh pun harus ada batasnya, itu pun kalau benar kau lahir dengan otak di kepalamu. " Gumam Victor kesal karena dia bisa melihat dari raut wajah Jelena yang seperti sedang meremehkan ucapannya.

__ADS_1


" Lalu apa bedanya dengan Tuan Victor? " Tanya Jelena yang sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk hanya diam mendengarkan sementara dia hanya bisa bicara di dalam hati sehingga orang lain tak ada yang tahu apa yang sebenarnya dia rasakan.


Victor mengeryit bingung, menatap penuh tanya, mencoba membaca apa yang sedang di maksud oleh Jelena melalui ekspresi wajahnya. Tapi karena tak bisa mengerti, mau tidak mau Victor hanya bisa bertanya apa maksud ucapan Jelena yang mengklaim jika dia dan juga kedua orang tua Jelena adalah sama.


" Apa kau sedang bercanda dengan ucapanmu? " Tanya Victor dengan tatapan dingin, dan membuat lawan bicaranya akan merasa tertekan. Tapi sayangnya Jelena sudah terlalu muak dan lelah, dia tak merasakan apapun lagi, ketakutan bahkan sama sekali ada di otaknya.


Jelena tersenyum meski wajahnya terlihat lelah dan malas untuk bicara.


Victor terdiam karena dia benar-benar terkejut sekali. Ini adalah kali pertama Jelena begitu banyak bicara di hadapannya. Jelena mengatakan kalimat itu dengan ekspresi yang seolah menyalahkan Victor untuk semua yang telah terjadi. Tentu saja Victor merasa keberatan dan ingin melimpahkan kesalahan itu kepada Jelena, dia merasa dia tidak akan berada di posisi yang salah. Tapi melihat tatapan mata Jelena, Victor seperti tak ingin bicara lagi, dia seperti di perintahkan untuk mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Jelena.

__ADS_1


" Orang tua Tuan Victor selalu mengirimkan pesan untuk daftar kegiatan, makanan, setiap harinya. Tuan Victor, Nyonya dan Tuan besar seperti terus ingin membuatku tunduk, tak mengeluh, membuatku mengikuti semua yang kalian katakan. Ayah, Ibu ku juga seperti itu. Asalkan mereka melihat uang, mereka akan melakukan apapun. Sekarang memintaku melahirkan anak ini dengan selamat, lusa memintaku untuk membunuh anak ku, selalu saja berubah sesuai dengan iming-iming yang dia dapatkan. Aku benar-benar di buat merasa kalau aku ini bukan manusia. Ah, sebenarnya aku selalu ingin bertanya kepada kalian semua, apakah kalian pernah menganggap ku sebagai manusia? Apakah ada yang pernah memikirkan bagiamana caraku mengahadapi kalian semua? Sebagian ada yang memaksa untuk menjaga bayi ku, sebagian memaksa untuk membunuh bayiku, tidak kah kalian tahu bahwa aku kelelahan menghadapinya? " Jelena menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya yang ingin pecah. Kali ini dia benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi. Walaupun setelah selesai bicara dia merasa sedikit menyesal mengatakan banyak kalimat yang pasti akan di anggap lancang, tapi Jelena juga merasakan sedikit kelegaan seperti sedikit penat berkurang dari dirinya.


Victor tak bisa menjawab semua pertanyaan itu. Jelas saja dia merasa semua yang di ucapkan Jelena adalah hal yang benar. Orang tuanya sangat menginginkan anak yang ada di perut Jelena jika saja benar bagi itu adalah anak kandung Victor. Di sisi lain Victor pernah beberapa kali meminta Jelena untuk menggugurkan kandungan, begitu juga dengan orang tuanya Jelena. Belum lagi tekanan yang di berikan oleh Katherine, tentu saja memang itu berat bagi Jelena, dan sialnya selama itu juga Victor sama sekali tidak perduli akan hal itu, atau lebih tepatnya dia tidak memikirkan hal yang tidak terlintas di otaknya.


" Maaf karena sudah banyak sekali bicara tidak jelas, maaf juga karena apa yang aku katakan barusan benar-benar lancang. Aku hanya berharap bisa sedikit tenang menjalani kehamilan ini, nanti jika anak ini lahir dan Tuan Victor masih tidak menginginkannya, maka aku akan menjaga sendiri anak ku, aku akan berusaha yang tebaik untuknya. Tapi tolong biarkan aku tenang, jangan meminta ku membunuh anak ku, jangan menggunakan orang tuaku lagi untuk menekan ku, tolong. "


Victor masih tidak ingin bicara. Iya, dia ingat benar pernah mengancam orang tua Jelena dan meminta dia untuk membuat Jelena menggugurkan kandungan. Tapi hari itu dia tidak benar-benar serius, dia hanya ingin melihat dan menguji sampai di mana orang tua Jelena menggilai uang, dan seberapa besar dan seberapa pentingnya arti Jelena untuk mereka. Tapi siapa sangka kalau orang tua Jelena adalah orang tua yang sama sekali tidak bisa melihat hal berharga lainnya selain uang? Bahkan anaknya sendiri mereka gunakan habis-habisan untuk kegiatan haram mereka berdua.


" Aku kembali ke kamar dulu, Tuan Victor. Aku benar-benar minta maaf untuk apa yang aku katakan barusan. " Setelah mengatakan itu Jelena berjalan menuju kamarnya. Victor yang masih di sana hanya bisa membuang nafas dan tidak bisa berkata banyak selain, sialan! Sungguh dia kesal sekali karena selama ini dia terlalu menomorsatukan dirinya sendiri hingga tidak peka terhadap perasaan orang lain.

__ADS_1


" Sial, sejak kapan Jelena pintar bicara seperti itu sampai aku tidak bisa menjawab? " Gumam Victor dengan kesal.


Bersambung.


__ADS_2