
" Memang kenapa? Orang tuaku juga tidak akan mungkin membiarkan hal itu terjadi, mereka pasti akan melindungi ku dengan segala cara. Mereka sudah berjanji akan membuat anak ini tinggal bersama denganku sampai dewasa nanti, dan barulah aku akan membebaskan dia memilih akan tinggal dengan siapa. "
Victor menghela nafasnya, dia menatap Jelena senang tatapan sendu, dia tentu saja akan merasa sangat tenang jika apa yang di katakan Jelena itu akan benar terjadi nanti.
" Itu lah masalahnya, Jelena. Orang tua mu tidak akan menyerah, mereka akan melindungi mu dan juga melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk melindungi dan bertahan. Jadi kau seharusnya bisa menebak apa yang bisa di lakukan orang tuaku bukan? Nanti mereka akan saling melempar, lalu saling mulai tanpa sengaja, dan ini bisa berlangsung lama. Apa kau sungguh bisa tahan melihat kedua orang tua kita berselisih? Aku sedang berusaha menahan mereka, tapi kalau kondisinya tidak membaik di antara kita, maka aku tidak yakin akan seberapa fatal apa yang di lakukan oleh orang tuaku. "
Jelena terdiam memikirkan ucapan Victor. Jadi harus bagaimana? Orang tuanya jelas tidak menginginkan Victor, begitu juga dengan Jelena sendiri. Sekarang ingin mengikuti saran Victor tentu saja tidak akan di terima oleh orang tuanya, tidak mengikuti saran Victor juga akan terjadi perselisihan yang cukup mengerikan.
" Jika boleh jujur, aku sendiri bimbang ingin memilih yang mana, dan melakukan apa. Tapi jika aku tidak mencegah artinya akan ada banyak hal yang terjadi di luar kendali. Aku pikir dengan mencoba untuk bersama tanpa ikatan lembar perjanjian di antara kita akan berakhir baik, tapi sepertinya semua memang tidak semudah yang aku bayangkan. "
Jelena hanya menghela nafas, kaki ini dia tidak bisa banyak bicara dan berpendapat karena apapun langkah yang akan dia ambil nanti harus dengan persetujuan orang tuanya dulu.
Di sisi lain.
__ADS_1
Ayahnya Jelena terdiam dengan tatapan kesal setelah Ken menjelaskan apa saja yang terjadi dengan Jelena, juga dengan perusahaan mereka. Rupanya orang tua Victor sengaja membuat konsentrasi Ken fokus kepada percobaan pembobolan sistem keamanan perusahaan, sedangkan mereka justru juga membuat ulah dengan cara yang lain yaitu, mempengaruhi para petinggi perusahaan sehingga timbullah konflik internal dalam perusahaan. Agak merepotkan, tapi Ken yakin benar bisa memperbaiki kekacauan ini, begitu juga dengan Ayahnya Jelena. Tentu saja serangan dari sisi lain secara tersembunyi ini mengejutkan dirinya, tapi dia sendiri juga tidak akan tinggal diam.
" Ken, adakan rapat untuk para petinggi, dan kita juga harus bersiap untuk membalas apa yang di lakukan keluarga Horison yang bajingan itu. "
Ken mengangguk cepat, saat ini jelas dia seperti sedang di buat sibuk dalam pekerjaan, tapi Ken juga sudah belajar dari apa yang terjadi kemarin sehingga dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil keuntungan dari situasi sekarang ini. Keluarga Horison, bahkan jika mereka mencoba membuat dunia kiamat, Ken juga pasti masih akan bisa menghadapi dan menggagalkan rencana mereka.
Beberapa hari ini Ayahnya Jelena juga menjadi haus lebih sibuk dari sebelumnya, tapi untunglah pada akhirnya dia bisa menangkan para petinggi yang mulai bersuara tidak jelas. Tapi apa yang di lakukan keluarga Horison ini bisa di bilang seperti sebuah peringatan kecil saja, karena untuk selanjutnya pasti mereka akan membuat ulah yang lebih besar.
" Tuan, kami sudah bersiap untuk menyerang, apa anda sudah siap? " Tanya Ken kepada Ayahnya Jelena. Segera Ayahnya Jelena mengangguk setuju, kali ini juha hanya peringatan kecil saja, tapi dia cukup yakin kalau apa yah akan di lakukan Ken dan dirinya cukup membuat orang tua Victor merasa untuk tidak terlalu menilai rendah keluarga Jelena, dan jangan menilai begitu tinggi dirinya sendiri.
Setelah menekan tombol enter, Ken dan juga Ayahnya Jelena tersenyum.
Menyerang dengan menunjukkan bukti-bukti bahwa orang tua Victor adalah orang yang suka menekan orang lain, merendahkan orang lain dan meremehkan orang lain. Membuat nama mereka terkesan buruk aga dapat melancarkan segala serangan yang akan mereka lakukan nanti. Kalau nama orang sudah buruk di mata masyarakat, bukankah akan sulit menggambar lagi citra yang baik? Apapun yang akan di lakukan oleh orang tua Victor jelas tidak akan pernah benat di mata masyarakat. Memang benar masyarakat tidak akan mempengaruhinya secara langsung karena mereka menganggap diri mereka sangat tinggi. Tapi, jangan lupakan satu fakta valid yaitu, tidak akan ada orang kaya jika tidak ada orag miskin. Keluarga Victor tentu saja tidak akan bisa menjadi kaya tanpa rakyat biasa yang membutuhkan materil dari perusahaannya kan? Perlahan tapi pasti, jika nama mereka semakin di seret ke arah yang jauh lebih buruk, maka perubahan besar akan terjadi seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
" Rasanya ingin sekali langsung membeberkan nama mereka berdua, tapi itu juga tidak akan menjadi seru bukan? " Gumam Ayahnya Jelena. Mereka hanya membeberkan sedikit informasi, seperti orang tua aktor berinisial V telah menekan orang lain, menimbulkan kekacauan yang cukup berat, bahkan juga melakukan pemaksaan yang cukup ekstrim.
Ken tersenyum miring, memang sudah seharusnya mengembalikan kotoran ke wajah orag yang sudah melemparkan kotoran kepadanya bukan? Walaupun memang sudah tahu dan yakin benar bahwa mereka pasti akan membalas, Ken juga cukup yakin dengan kemampuan untuk tetap berdiri tegap melawan dengan berani. Ini bukan soal siapa yang akan menang dan siapa yang kalah, tapi ini tentang harga diri, tentang harga sebuah kehormatan yang tidak mudah untuk di injak-injak. Mengingat apa yang sudah di lakukan keluarga Horison kepada Jelena, Ken jadi semakin ingin menyerang mereka membabi buta tanpa ampun.
Di sisi lain.
Ibu Terra yang baru saja sampai di rumah karena urusan meeting beberapa saat lalu di buat terkejut dengan pemberitaan yang masuk ke dalam notifikasinya. Kasus yang di unggah di media sosial itu jelas kalau aktif inisial V, adalah Victor bukan?
Ibu Terra menghela nafasnya, menjauhkan ponselnya dan sebentar terdiam untuk berpikir.
" Sepertinya semua akan rumit, tapi mau bagaimana lagi? Jelena adalah putrinya kandung kami yang berharga, putri kandung yang sudah mengalami banyak kesedihan, mau tidak mau aku juga hanya bisa mengikuti arus saja. Demi Jelena, demi kebahagiaan Violet kecil ku, dan anaknya, aku juga tidak akan segan-segan ikut menceburkan diri ke dalam lumpur. " Gumam Ibu Terra yang tidak sengaja di dengar oleh Jemima.
Ibu Terra meraih kembali ponselnya, lalu menghubungi seorang.
__ADS_1
" Tolong siapkan tiket penerbangan untukku, aku akan menemani putriku. Urusan pekerjaan, kau bisa bicarakan dengan sekretaris, dan asisten pribadiku. "
Bersambung.