
Victor terdiam menahan kesal setelah mendapatkan telepon dari sutradara film layar lebar yang akan di perankan olehnya. Bagaimana tidak kesal? Untuk adegan dewasa, adegan panas di atas ranjang kalau di sesuaikan dengan naskah saja sangat fulgar, tapi sutradara film itu justru meminta Victor untuk tidak menahan diri dan melakukan saja adegan itu dengan sungguh-sungguh agar rasanya benar-benar tersalurkan bagi yang menonton nanti. Sutradara mengatakan kepada Victor bahwa Victor tidak perlu merasa khawatir, bagian tubuhnya yang penting tentu saja akan di buat sebaik mungkin untuk di tutupi dengan beberapa pose jadi tidak perlu menggunakan sensor yang jelas akan membuat penonton merasa kecewa nanti.
" Pemeran utama wanita sudah mengatakan jika dia tidak masalah saat melakukan adegan itu dengan sungguh-sungguh. " Seperti itulah yang di katakan sutradara sampai akhirnya membuat Victor merasa kurang nyaman dan berpikir keras harus bagiamana. Sutradara film pasti berpikir tidak mungkin Victor akan menolak melihat lawan mainnya sangat cantik, tubuhnya seksi, salah satu aktris peran terkenal juga.
Sebentar Victor merenung dengan benar, kenapa semakin lama dia menjadi seperti tokoh pemuas? Dia menyukai dunia akting, model, sungguh dia sangat menyukainya. Tapi, kenapa juga harus sampai di tahap ini? Menjadi pemeran utama dalam film romansa yang mengandung konten dewasa, di mana dia tidak menggunakan sehelai benangpun dan di rekam lalu di filmkan. Sungguh Victor tidak menyangka kalau akan sejauh ini kakinya melangkah di dunia hiburan dalam seni akting.
Sungguh apa ini benar yang dia inginkan? Awalnya dia sungguh bahagia dengan apa yang dia capai di dunia entertainment, tapi kenapa belakangan ini Victor merasa lelah dan juga mudah kesal karena merasa semua orang benar-benar mengharuskan dia terus terlihat segar, tampan, bugar, ramah, dan hangat. Semua orang seperti kecanduan aktingnya yang profesional, terutama memerankan adegan ciuman dan romantis lainnya. Tapi, untuk adegan layar lebar yang sangat fulgar ini seperti berada di luar pemikiran Victor.
" Aku lelah....... " Gumam Victor.
Merasa bingung dan tidak memiliki jawabannya, Victor memutuskan untuk keluar dari kamarnya, menuju kamar Jelena. Memang dia sendiri tidak tahu apakah Jelena mau mendengarkan apa yang dia ingin katakan, juga memberikan masukan, tapi Victor sedang tidak memilki siapapun untuk berbagi apa yang dia pikirkan saat itu kecuali Jelena saja.
Setelah mengetuk pintu beberapa kali, akhirnya terdengar suara Jelena mempersilahkan masuk jadi Victor segera membuka pintu kamar Jelena.
Begitu sampai di dalam, Victor terdiam karena melihat Jelena yang sedang menyusun buku di rak, tubuhnya di lapisi baju tidur yang cukup seksi. Bagian pundaknya model ikat, bahannya seperti bahan satin atau semacamnya, lalu panjang bawahnya hanya sampai batas atas paha. Sial! Padahal dia sudah sering melihat wanita menggunakan bikini, apalagi kalau dia sedang pemotretan pakaian dalam, tapi melihat Jelena dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekaguman, detak jantungnya yang memompa lebih cepat, bahkan juga mulai berkeringat.
__ADS_1
" Vi Victor? " Jelena buru-buru mengambil jubah yang menjadi luaran datu dress tidur yang dia gunakan tadi.
" A aku pikir, pengasuhnya Mira. " Ucap Jelena setelah dia sudah menggunakan luaran dari dress tidur itu.
Victor tersenyum kikuk, yah walaupun pernah melakukan hubungan badan dengan Jelena, sampai melahirkan Ira juga, tapi jujur saja Victor lupa bagaimana rasanya, bagaimana detail bentuk tubuh Jelena. Maklum saja, saat itu lampu di ruang tengah mati, Jelena juga menggunakan pakaian tidur serba panjang sehingga dia hanya bisa membuka bagian bawah saja karena Jelena memberontak terus meminta untuk di lepaskan. Duh! Mengingat malam itu Victor benar-benar merasa dia sangat brengsek, tapi kalau tidak ada malam itu, dia yakin hubungannya tidak akan sampai di sini sekarang bukan?
Beberapa saat kemudian.
Victor sudah menceritakan apa yang sedang dia pikirkan, dan berharap Jelena dapat membantunya memilih untuk bagiamana dia menentukan ini semua.
Jelena menghela nafas, bolehkah dia jujur untuk dirinya sendiri? Sebenarnya melihat bagaimana Victor setelah lahirnya Mira, Jelena cukup merasa senang, bahkan bukan sekali dua kali saja dia akan merasakan debaran jantungnya yang tidak karuan saat mereka tidak sengaja bertabrakan, atau juga bersentuhan. Sudah beberapa waktu ini Jelena sama sekali tidak pernah mau melihat film yang di perankan Victor karena tidak ingin terpengaruh oleh hal itu. Selama ini dia tahu benar kalau Victor membintangi sebuah film, minimal akan ada adegan ciuman yang di lakukan Victor. Sekarang Victor menceritakan bahwa dia akan membintangi film yang fulgar, di tambah sutradara juga menyarankan untuk sungguh-sungguh melakukanya agar kesannya lebih dapat di rasakan oleh para penonton nanti.
Victor terdiam, bukankah apa yang di katakan Jelena benar? Bagiamana bisa tubuh tanpa busana dan pose panasnya bersama lawan mainnya akan di jadikan tontonan? Bukankah sejak awal tidak sampai sejauh ini dia harus berakting? Dia bukan pemeran film p**** jadi untuk apa dia harus melakukan itu? Victor menghela nafasnya, matanya tak sengaja melihat ke arah lain, arah di mana photo Mira duduk di pangkuan Jelena, tersenyum bahagia dengan dua gigi yang menghiasi.
" Untung saja ada dia. " Victor tersenyum menatap photo Mira membuat Jelena juga menatap ke arah yang sama.
__ADS_1
" Kenapa dengan dia? " Tanya Jelena kepada Victor yang masih tersenyum menatap photo putrinya.
Victor kini menata Jelena, tersenyum sebentar lalu membuang nafasnya dan setelah itu dia menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur karena sejak tadi mereka duduk di sisi tempat tidur.
" Ke kenapa merebahkan tubuhmu di sini? " Tanya Jelena yang terkejut melihat Victor yang sudah telentang, meletakan dua tangannya ke belakang kepalanya, dan menatap Jelena dengan senyum aneh yang tidak tahu apa artinya.
" Kalau merebahkan tubuhku di atas tubuhmu kan tidak boleh. "
Apa?!
Jelena ternganga heran dan terkejut, bagaimana bisa Victor berbicara seperti itu? Tatapannya yang seperti sedang menggoda gadis remaja bukanya sangat tidak cocok untuknya?
" Jelena? " Panggil Victor yang kini sudah mengubah posisinya menjadi miring menatap Jelena, satu tangannya dia gunakan untuk menahan kepalanya.
" A apa? " Jawab Jelena dengan gugup.
__ADS_1
" Apa kau tahu? Setelah melahirkan Mira, kau jadi semakin cantik? "
Bersambung.