Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 96 : Bukan Jelena Yang Dulu!


__ADS_3

Tak menerima jika pada akhirnya dia kalah dari Jelena yang awalnya hanyalah seorang pelayan rumah saja, Katherine semakin menjadi dengan obsesi gilanya. Dia sungguh tidak bisa menerima saat Victor di wawancara lagi tadi secara langsung, di siarkan di televisi juga bahwa dia mengaku akan segera menikah dengan seorang wanita yang dia cintai, dan dia meminta para penggemarnya untuk menghargai pilihannya, serta Victor juga menguntungkan akan mundur dari pekerjaan di bidang entertainment agar bisa fokus untuk keluarga serta akan belajar bisnis bersama kedua orang tuanya.


Tentu saja Katherine tidak perlu bertanya lagi siapa wanita itu, jelas saja wanita itu adalah Jelena si tukang pelayan yang duku hobi sekali menggunakan kain celemek di bagian depan tubuhnya dan selalu memegang kain lap. Duku Jelena adalah pelayan yang begitu senang di dapur dan ruang cuci, jadi mana pantas dia untuk Victor? Yah, memang Jelena yang sekarang benar-benar tidak terlihat kalau dulunya adalah seorang pelayan rumah, tapi tetap saja Katherine merasa dia akan jauh lebih pantas untuk Victor.


Katherine memutuskan untuk meminta bantuan seorang orang ternama yang bekerja di salah satu program yang membicarakan para aktor dan tokoh terkenal. Tentu saja bukan hanya dengan uang, tapi juga dengan tubuhnya Katherine melakukan itu. Dia meminta agar orang itu menaikkan berita tentang hubungan Katherine dengan Victor, laku mengunggah photo Jelena saat masih bekerja di rumah Victor dulu.


Berita itu naik sore harinya membuat dunia hiburan kembali gempar dengan kenyataan bahwa isu Victor menikahi pelayan rumah memang benar, dan ternyata Victor kembali menikahi pelayan rumah itu karena memiliki anak dan mereka melakukan pernikahan agar bisa hidup bersama dan menciptakan sebua keluarga lengkap demi anak mereka.


"Sialan! Orang yang tahu sebanyak ini cuma Katherine kan? Padahal aku benar-benar ingin melindungi Jelena, tapi sepertinya aku harus benar-benar mengambil langkah berani." Ucap Victor kesal, tapi begitu dia memperhatikan wajah Jelena beberapa tahun lalu dia benar-benar tersihir dan terdiam dengan bibirnya yang tak bisa berhenti untuk tersenyum.


"Dia benar-benar manis, imut dan lucu, kenapa ya aku terlambat menyadarinya?" Gumam Victor membuat Juno yang ada di sampingnya benar-benar hanya bisa bergidik ngeri melihat Victor yang mirip seperti anak remaja jatuh cinta.


"Juno, kita langsung ke rumah orang tua Jelena saja. Aku harus bicara mengenai ini."


Juno mengangguk saja, dia meminta sopir untuk menuju ke kediaman orang tua Jelena agar bisa membahas masalah ini bersama.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


"Makanya itu Ayah masih tidak rela kau menikah dengan dia. Lihat saja penampilannya yang seperti anak remaja yang liar, anting, tato, banyak sekali ornamen di tubuhnya apa dia sedang hidup di jaman Firaun?"


Victor menggaruk tengkuknya. Ornamen? Tolong......! Hanya kalung dan juga gelang, tapi sungguh harga dari dia berada itu bahkan bisa membeli rumah yang cukup luas. Victor mencoba menggerakkan tangannya ingin melepas anting yang dia gunakan, tapi itu sungguh sulit karena posisinya tidak begitu leluasa.


"Yah, mau bagaimana lagi Yah? Dia itu kan Ayahnya Mira, aku juga tidak ada pilihan lain." Ujar Jelena yang membuat Victor jadi semakin ingin melepaskan semua perhiasan yang dia gunakan. Victor melepaskan anting, gelang, kemudian kalung, bahkan juga menyerahkan kaca mata hitam kepada Juno yang berdiri cukup jauh darinya.


"Itu semua, semuanya milik Juno! Ayah mertua, aku terpaksa menggunakan semua itu karena paksaan Juno. Dia bilang aku harus staylis karena aku adalah wajah atau tokoh yang selalu menjadi pusat perhatian. Semua produk itu adalah sponsor, sungguh!" Ucap Victor mencoba untuk membersihkan namanya agar terlihat sedikit mirip menantu idaman meski tidak dengan tato di pergelangan tangan kirinya. Yah, untung saja dia menggunakan kemeja ketat yang lengannya cukup panjang sehingga tato di dada dan di punggungnya tidak terlihat.


Sementara di ujung sana, Juno benar-benar keheranan dan tidak habis pikir bagiamana bisa Victor berucap semudah itu lalu menyalahkan segalanya kepadanya? Wah..... Victor benar-benar aktor yang hebat rupanya, atau seharusnya Juno mengatakan jika ada untungnya juga menjadi aktor selama ini sehingga bisa dengan mudah berakting.


Ayahnya Jelena membuang nafas, sebenarnya dia Maia berharap kalau Jelena menikah saja dengan Ken. Tapi dia juga tidak ingin memaksakan itu karena dia paham jika buka Ken yang di cintai oleh putrinya. Masalah Jemima, Ayahnya Jelena pikir akan lebih baik jika Jemima bersama pria seperti Ken. Walaupun cinta akan lama datang di hati mereka berdua, tapi Ayahnya Jelena yakin Ken akan memperlakukan Jemima dengan baik.


"Baiklah, aku sudah tidak ingin membuang waktu lagi, lebih baik besok kau bawa orang tuamu dan kita bicarakan segalanya, terutama tanggal pernikahan kalian berdua. Masalah yang sedang terjadi ini, kalian harus menyelesaikannya dengan benar." Ucap Ayahnya Jelena yang segera bangkit dan berjalan untuk masuk ke kamarnya. Dia benar-benar tidak sanggup menahan air matanya lagi sehingga memilih untuk pergi. Dia merasa Maia tidak rela karena putrinya yang selama ini hidup sengsara di luar sana, laku memilih hidup sendiri dan jauh selama beberapa tahun demi Jemima dan yang lainnya, sekarang pun sudah akan di ambil orang padahal dia belum memiliki waktu yang banyak untuk di habiskan bersama putri kandungnya itu.

__ADS_1


Ibunya Jelena menghela nafas, meraih tangan Jelena dan menggenggam erat.


"Ayahmu pasti sedang menangis sekarang, dia terlihat dingin dan acuh, tapi sebenarnya selama ini dia begitu mengkhawatirkan mu dan Mira. Dia selalu saja sibuk menanyakan kabar kalian hampir setiap jam. Jelena, Ibu datang begitu terlambat sehingga tidak banyak waktu yang bisa kita habiskan bersama, tapi Ibu berharap di manapun dan dengan siapapun kau selalu bahagia. Ibu akan berusaha memenuhi apa yang kau inginkan, dan semoga saja Ibu tidak mati dengan berbekal penyesalan."


Jelena menggelengkan kepalanya karena tidak ingin Ibunya berkata seperti itu. Segera Jelena memeluk Ibunya erat, dia benar-benar bersyukur karena pada akhirnya dia bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga yang mencintainya. Sungguh tidak terlambat sama sekali, jadi tidak ada yang perlu di sesali.


Beberapa saat kemudian.


"Jadi, apa kau tidak apa-apa dengan berita ini?" Tanya Victor kepada Jelena.


Jelena membuang nafasnya.


"Tentu saja aku akan melawan Katherine, namaku memang masih Jelena, tapi aku bukan Jelena yang dulu."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2