
Jelena mendelik marah melihat photo ultrasonografi milik janinnya di rusak, bahkan di buang oleh Katherine. Bukankah itu keterlaluan? Setelah menghina bayinya aneh, lalu photo bayinya di buang begitu saja seperti sampah? Jelena mengepalkan tangannya, menatap Katherine dengan tatapan marah. Sungguh dia ingin menampar wajah Katherine, tapi dia juga masih bisa mengingat dengan benar posisinya sebagai apa di rumah itu.
" Padahal anda tahu kalau itu adalah gambar anak ku, tapi dengan tidak berperasaan merusaknya dan membuangnya begitu saja. Demi Tuhan, aku benar-benar sudah sangat bersabar menghadapi anda, Nona Katherine. '' Ujar Jelena yang masih mencoba untuk tenang meski dia ingin marah. Matanya bahkan sudah memerah, ingin menangis dan mengatakan makian yang begitu kejam andai saja kendalinya hilang.
Katherine tersenyum sinis, jujur saja dia kesal sekali dengan keberuntungan Jelena. Apalagi saat ingat bahwa Victor mulai memperhatikan Jelena meski alasannya adalah bayi yang di kandung Jelena. Sekarang hubungan di antara Jelena dan Victor boleh saja ada jarak, tapi siapa yang akan menjamin beberapa bulan kedepan?
" Kau tahu apa yang aku pikirkan tentang bayimu? " Katherine tersenyum miring, tatapannya hah dingin dan mengejek begitu jelas hingga membuat Jelena seperti ingin mengatakan kalimat yang tidak baik.
" Aku berharap bayi jelek itu akan lahir cacat, bibirnya sumbing, tidak bisa bicara, tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat juga. "
Jelena benar-benar tidak tahan lagi, dia melayangkan tamparan ke wajah Katherine tepat saat Victor datang kesana.
" Apa yang kau lakukan?! "
Victor terlihat sangat marah, dan itu benar-benar membuat Katherine senang sekali di balik wajah kesaktiannya. Sebenarnya dia sudah mendengar suara mobil Victor, dia juga sudah memperhitungkan untuk Victor melihat apa yang ingin Katherine tunjukan tentang keburukan Jelena yang fatal hingga Victor akan kembali membenci Jelena.
Jelena tidak menjawab, menurut Jelena apapun yang akan dia katakan, alasan apapun hanya akan membuat dirinya berada di posisi yang salah bukan? Jelena juga menganggap bahwa posisi pelayan terlalu sangat kurang ajar jika sampai menampar kekasih Tuan rumahnya bukan?
" Sayang? "
Katherine berlari mendekati Victor, memeluk lengannya dan mulai membiarkan air matanya jatuh agar Victor percaya bahwa dia benar-benar sedih dan kesakitan.
__ADS_1
" Seumur hidup ini aku benar-benar baru merasakan betapa menyedihkannya berada dekat dengan orang yang tidak tahu diri, tidak tahu malu. Padahal aku hanya menasehati dia tentang kehamilannya, dia justru menyumpahi ku untuk tidak akan pernah memiliki anak. Kalaupun akan ada anak, dia menyumpahi agar anak ku nanti lahir cacat. "
Jelena mengepalkan tangannya, terserahlah! Masa bodoh akan berbohong sejauh apa Katherine untuk membela dirinya agar terlihat benar di mata Victor.
Victor menatap Jelena, dia sebenarnya tidak ingin langsung menghakimi saja dan ingin mendengar alasan Jelena kenapa sampai memukul Katherine. Tapi karena Jelena juga hanya dia saja seolah membenarkan apa yang di katakan Katherine, Victor jadi merasa cukup kesal dengan Jelena.
" Kontrol sikap mu, Jangan karena aku sedikit. bersikap baik kau jadi kurang ajar. "
Ucapan Victor barusan benar-benar membuat Jelena menyembunyikan tawa tanpa suara. Sedikit bersikap baik? Kapan itu, dan di mana? Sejauh ini Jelena bahkan tidak pernah sekalipun merasa di perlakukan baik oleh Victor. Bukankah beberapa waktu lalu bahkan sampai meminta orang tua Jelena datang dan memaksa Jelena untuk menggugurkan kandungan? Bagiamana bisa perbuatannya itu di sebut sedikit lebih baik? Tidak kah Victor merasa malu setelah mengatakan kalimat seperti itu?
Jelena tak mengatakan apapun, dia menoleh menatap photo hasil ultrasonografi milik anaknya yah sudah kusut di lantai. Dia berjalan untuk mengambilnya, menatapnya sebentar dengan tatapan pilu, mengusapnya dan mencoba untuk memperbaiki. Setelah itu dia berjalan meninggalkan Victor dah Katherine di sana.
Victor tentu saja melihat itu, hasil cetak ultrasonografi dia tentu saja tahu karena minat pemeriksaan kehamilan Jelena bulan lalu sebelum mereka menikah. Melihat cetak photo itu di lantai dan seperti baru saja di remas, Victor sedikit mencurigai Katherine yang pasti sengaja melakukanya.
" Kau tahu aku memberikan kebebasan untukmu, tapi kau juga tahu benar sampa batas mana kau mengontrol kebebasan itu bukan? Aku mempercayaimu, aku bahkan sengaja tidak mencaritahu aktivitas yang kau lakukan setiap harinya sesuai dengan kesepakatan kita. Tapi, mengenai Jelena dan janinnya, kau tidak memiliki kebebasan sama sekali. "
Katherine tidak mengatakan apapun, sepertinya Victor benar-benar marah karena ini adalah kali pertama Victor berbicara dengan dingin kepadanya.
Jelena!
Yah, Katherine menyalahkan Jelena untuk sikap Victor yang dingin padanya. Padahal selama ini dia dan Victor hampir tidak pernah bertengkar karena mereka sendiri sadar benar waktu mereka untuk bersama benar-benar sangat terbatas.
__ADS_1
Sial!
Mengingat bahwa waktunya untuk bersama Victor tidak sebanyak Jelena, dia lagi-lagi merasa kesal dan merasa kalau harus lebih waspada kepada Jelena. Bisa saja kan Jelena menggoda Victor dan mencoba untuk menggantikan posisinya di hati Victor? Apalagi kalau benar anak yang di kandung Jelena adalah anaknya Victor, bisa-bisa Victor lebih memilih Jelena ketimbang dirinya.
Sesampainya di kamar.
Jelena menangis sedih melihat gambar anaknya yang rusak. Memang hanya gambar saja, tapi tetap hanya merasa sakit dan tidak terima. Belum lagi kalau mengingat kalimat yang keluar dari mulut Katherine, menyumpahi anaknya untuk lahir cacat, Jelena benar-benar semakin membenci Katherine.
" Padahal aku sudah bersabar, tapi tetap saja kau seenaknya begini. " Gumam Jelena seraya menyeka air matanya.
Jelena yang sedang tidak dalam mood bak memutuskan untuk tinggal saja di kamar, toh pekerjaannya juga sudah di kerjakan Popi, dan Popi sendiri meminta Jelena untuk istirahat. Nanti di jam makan malam Popi akan datang untuk memberitahu Jelena jika makan malam sudah selesai di siapkan.
Benar saja, setelah makan makan sudah di siapkan oleh Popi dan Bibi dapur, segera Popi datang ke kamar Jelena dan memintanya keluar dan memakan makan malamnya.
Di sana sudah ada Victor juga Katherine yang sudah berpakaian mewah. Entah kemana dia kan pergi tentu saja Jelena tidak perduli.
" Cepat duduk, habiskan makanan mu! " Ucap Victor kepada Jelena.
" Tuan, aku akan makan bersama dengan Bibi dapur dan Popi saja. " Ujar Jelena yang memang malas melihat Victor juga Katherine.
" Duduk, makan makanan mu di sini! "
__ADS_1
Bersambung.