Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 19 : Orang Tua Yang Luar Biasa


__ADS_3

" Anak ini adalah milik ku, dia adalah anak ku. Kalaupun Tuan Victor tidak menginginkan anak ini, tapi tetap saja dia tidak akan bisa mengelak jika memang dia Ayahnya. Tapi, aku juga tidak akan memperdulikan lagi bagiamana kalian, dan bagaimana pernikahan ini akan berjalan. Hanya saja berikan aku waktu untuk bisa tenang, melakukan segala cara agar bayi ku tumbuh dengan baik dan lahir sehat tanpa ada satu pun kekurangan. Aku sudah muak dengan penyiksaan yang kalian lakukan selama ini, jadi tolong jangan mendekati ku apapun alasannya. "


Tak jauh dari mereka.


Victor terdiam membeku mendengar semua ucapan Jelena yang jauh berbeda dari apa yang selama ini dia pikirkan tentang Jelena. Dia pikir Jelena pasti memiliki sikap yang sama dengan kedua orang tuanya, tapi ternyata Jelena bahkan sudah begitu menderita dan jauh berbeda dengan keburukan orang tuanya.


Selama ini Jelena sama sekali tak pernah menolak segala tuduhan yang dia tujukan kepada Jelena membuat Victor terus berpikir bahwa apa yang dia tuduhkan memang benar adanya. Sial, hatinya jadi rapuh sekarang, dia juga merasakan penyesalan yang tidak dia pikirkan sebelumnya. Beberapa detik lalu dia masih yakin kalau anak di dalam perut Jelena pasti adalah milik pria lain, tapi melihat cara Jelena bicara barusan sepertinya memang dia adalah Ayah dari anak itu.


Victor memundurkan langkah kakinya untuk meninggalkan tempat itu sebelum ada yang menyadari keberadaannya di sana. Selama berjalan menuju ke kamarnya, Victor benar-benar tidak berhenti berpikir bagaimana dia akan menghadapi Jelena sekarang. Dia ingat benar segala perlakukan tidak baiknya selama ini, hah! bukankah akan lebih baik jika Jelena memang seperti apa yang dia tuduhkan?


Mengingat bagaimana dia sudah meminta Jelena untuk menggugurkan kandungan yang artinya dia meminta Jelena untuk melenyapkan anaknya juga, Victor jadi merasa kalau dia benar-benar sangat jahat. Sekarang dia sudah tahu kebenaran yang berbanding terbalik dengan apa yang dia pikirkan, jadi benar-benar pusing dan serba salah harus bagaimana mulai sekarang.


Tidak mungkin meminta maaf, tapi dia juga tidak ingin kalau perlakuan tidak baiknya berlangsung terus menerus. Jujur saja awalnya dia sama sekali tidak pernah memikirkan soal pernikahan apalagi soal anak, tapi kebenaran jika anak yang ada di perut Jelena adalah anaknya, Victor jadi merasa perlu untuk melindungi bayinya. Mungkinkah insting seorang Ayah bisa langsung tumbuh begitu tahu dia akan menjadi seorang Ayah?

__ADS_1


Victor mengentikan langkahnya saat dia berada tepat di depan pintu kamarnya. Sejenak dia menghela nafas berusaha untuk berhenti memikirkan soal Jelena dan bayinya, tapi itu benar-benar tidak bisa dia lakukan. Benar-benar sial karena pada akhirnya dia seperti merasa perlu melindungi bayinya yang artinya harus melindungi Jelena juga.


" Bayi? " Victor tersenyum meremehkan dirinya sendiri. Sejak dia tumbuh dewasa, dia benar-benar tidak memikirkan soal akan memiliki bayi. Menurut Victor seorang anak akan memberikan beban moral, mental untuknya seumur hidup. Dia tidak sanggup membayangkan harus menggantikan popok, dan menjaga bayinya bergantian dengan istri. Kehidupan seperti itu bukankah adalah kehidupan yang sangat menakutkan? Bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, mereka benar-benar hanya tahu bagiamana menimbulkan masalah membuat orang tuanya seperti ingin mati saja rasanya.


" Aku akan punya anak? " Gumam Victor lalu menghela nafasnya kembali. Dia tidak menyukai kenyataan itu, tapi anehnya dia juga tidak menolak anak itu lagi seperti sebelumnya.


Setelah cukup lama berdiri di depan pintu kamarnya, Victor akhirnya masuk ke dalam kamar di mana Katherine juga ada di sana tengah menunggunya dengan wajah yang di hiasi senyum yang indah.


" Sayang? "


" Kau sudah rapih begini mau kemana? " Tanya Victor saat memperhatikan Katherine yang sudah menggunakan gaun, wajahnya juga sudah di rias degan make up agak tebal seperti biasanya saat Katherine akan datang ke acara tertentu, atau untuk syuting. Tapi masalahnya sekarang ini sudah malam, memang apa yang akan di lakukan Katherine di malam hari seperti ini?


" Sayang, hari ini adalah hari ulang tahun pimpinan Yugho entertainment, aku harus hadir juga kan? "

__ADS_1


Victor tak mengatakan apapun, dia hanya mengangguk dan membiarkan saja Katherine pergi. Sudah biasa untuk Victor seperti ini, dia aangat sulit memiliki waktu dengan Katherine meski kini sudah tinggal satu atap. Seringnya mereka berada di luar untuk kegiatan syuting dan lainnya membuat mereka sulit mengobrol dengan baik, bahkan Victor juga lupa kapan mereka mengobrol dengan santai?


Victor membuang nafasnya begitu Katherine sudah keluar dari kamarnya. Bukankah akan lebih baik jika Katherine tidak sibuk seperti sekarang? mereka bisa banyak waktu untuk bersama, dan yang membuat Victor tidak nyaman adalah, dia sama sekali tidak tahu teman-teman seperti apa sebenarnya yang selama ini berada di dekat Katherine, juga teman yang katanya selalu berada di manapun Katherine berada. Bahkan katanya Katherine juga sering tinggal bersama dengan temannya di hotel saat selesai syuting hingga malam hari.


Di sisi lain.


Jelena masuk ke dalam kamarnya sembari menyeka air matanya yang jatuh cukup banyak. Dia kecewa sekali dengan Victor yang masih berusaha untuk menggugurkan kandungannya. Padahal Jelena sudah pernah memohon untuk di berikan saja waktu sampai dia melahirkan anaknya, mencocokkan DNA anaknya dengan Victor, maka setelah itu semua akan selesai, tapi Victor benar-benar sampai meminta orang tuanya untuk membujuk dirinya dengan iming-iming uang yang jelas tidak akan bisa di tolak oleh kedua orang tuanya yang sangat gila dengan uang. Jangankan menggugurkan kandungan Jelena bahkan jika di minta untuk membunuh Jelena, memotong tubuhnya menjadi seratus bagian dan memasaknya, Jelena yakin benar orang tuanya tidak akan merasa berat apalagi merasa bersalah dengan yang dia lakukan itu.


Rasanya dia benar-benar hancur selain, dia terus bertanya kepada dirinya sendiri apakah benar dia anak kandung? Kalaupun bukan, siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya? Kalaupun iya dia anak kandung kedua orang tuanya, kenapa dia bahkan di perlakukan lebih buruk di banding hewan peliharaan? Di jual, di minta untuk jadi pengemis, pengamen, bekerja pagi ke pagi dan sama sekali tak bisa menabung hanya demi memenuhi keegoisan orang tuanya yang begitu gila hal-hal yang haram.


Jelena bangkit setelah dia selesai menyeka air matanya karena dia ingat bahwa dia harus memakan buah, meminum susu, meminum vitamin, barulah setelah itu dia harus segera tidur agar besok tidak bangun kesiangan.


Begitu sampai di dapur, Jelena mengeluarkan beberapa potongan buah sisa pagi tadi untuk dia makan, lalu membuat susu di gelas yang berukuran sedang.

__ADS_1


" Hanya itu yang kau makan? Kau ingin mati kelaparan hah?! " Tanya Victor yang entah sejak kapan berada tak jauh darinya.


Bersambung.


__ADS_2