Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 49 : Obrolan Tak Berujung


__ADS_3

" Aku tidak tahu bagiamana cara orang tua palsu mu, yang katanya adalah orang tua kandung ku memperlakukan mu, tapi bukankah akan lebih baik jika kau tetap menjaga dirimu dengan baik? Ayah dan Ibu adalah orang yang sangat di hormati, mereka memiliki wajah yang bagus di muka publik, jadi jika kau seperti ini, kau akan membuat mereka malu nantinya. '' Ucap Jemima kepada Jelena yang kini tengah duduk di pinggiran tempat tidur. Jemima tiba-tiba saja datang setelah mereka selesai sarapan pagi tadi, mengatakan kalimat itu entah tujuan sebenarnya untuk apa. Benarkah dia mengatakan itu karena memang begitu memperdulikan muka orang tua mereka, ataukah dia mengatakan itu untuk menyudutkan Jelena, ingin memberitahu bahwa hubungan darah bukanlah apapun, dan keadaan Jelena sangat tidak menguntungkan, justru akan menjadi aib bagi orang tua mereka yang begitu terpandang.


Jelena tak mengatakan apapun, sudah jelas memang apa yang di katakan Jemima benar. Tapi bolehkah dia membela dirinya bahwa dia tidak seburuk yang orang sangka? Lalu apakah saat dia melakukan itu orang akan perduli? Bukankah orang yang membenci tidak akan melihat kebenaran dari apa yang dia benci? Jadi sepertinya hanya bisa diam, membiarkan orang berpikir semaunya dan tetap berada di sisi di mana dia akan aman tanpa mendapatkan keuntungan, atau akan merasa rugi.


" Ini hanya saran saja, bukankah akan lebih baik jika kau tetap tutup mulut dan jangan pernah mengatakan siapa dirimu agar tetap bisa menjaga wajah Ayah dan Ibu? "


Jelena tersenyum tipis, usia Jelena sekarang ini memang baru saja sembilan belas tahun, tapi dia sudah banyak mengalami kadang surut kehidupan. Bertemu dengan orang-orang munafik, orang yang menginginkan hal kurang ajar, orang yang memanfaatkan dirinya secara halus, orang yang menekan, menginjak dengan suara lembut dan tatapan hangat. Jadi Jelena paham benar sekarang apa maksud ucapan Jemima sejauh ini. Dia ingin Jelena tetap tutup mulut, jangan sampai orang luar tahu kalau dia adalah anak kandung, sedangkan Jemima adalah anak pelayan rumah yang sengaja di tukar oleh orang tua mereka untuk mendapatkan keuntungan yang mereka inginkan. Tentu saja Jemima akan merasa malu jika saja kebenaran itu terkuak, jadi sekarang Jelena dia harapkan untuk tetap mengurung diri di dalam rumah, dan jangan memancing kecurigaan apapun.


" Saran yang kau katakan barusan, apakah benar untuk kebaikan orang tua kita? Kenapa ya aku merasa kalau saran itu justru menguntungkan dirimu sendiri? " Jelena mengakhiri ucapannya dengan senyum yang tak berarti meski hatinya merasa begitu sakit. Padahal dia adalah anak kandung, padahal dia adalah orang yang seharusnya mengatakan itu, tapi kenapa? Bahkan Jemima saja bisa mengatakan hal itu, menganggap Jelena adalah orang yang mudah di tindas dan mudah di tekan. Wajah Jelena jelas terlihat begitu polos, tapi hatinya juga tidak sepolos itu. Dia bisa merasa kesal, merasa marah, bahkan juga dendam.


" Kalau iya memang kenapa? Bukankah kau dan aku bahkan tidak ada bedanya? Sembilan belas tahun waktu yang kita habiskan bersama, kau pikir kenapa Ibu dan Ayah tidak mengusirku setelah kebenaran terungkap? Itu karena mereka sangat menyayangi ku, tidak perduli aku ini anak siapa. Jadi kau? Kau baru saja datang, kau tidak memiliki tempat seperti tempatku di hati mereka. "


Jelena menghela nafas. Sudahlah, dia tidak ingin berdebat dengan Jemima karena apa yang akan di bicarakan Jemima jelas tidak bisa di bantah apapun alasannya. Sekarang Jelena hanya bisa fokus untuk apa yang seharusnya butuh fokus darinya.


Di sisi lain.

__ADS_1


" Jadi Jelena adalah anak kandung dari pemilik Gf Group? Ibunya juga seorang pewaris dari perusahaan batu bara yang cukup terkenal. " Victor menghela nafasnya, sebenarnya siapa orang tua kandung Jelena yah sesungguhnya, atau kekayaaan yang mereka miliki tidak masalah untuk Victor, hanya saja bukankah akan sulit baginya menemui Jelena?


" Menurut mu, seberapa besar kemungkinan menang saat aku melawan mereka? " Tanya Victor kepada Juno yang saat ini tengah bersama dengannya.


Juno menghela nafasnya, sekarang dia benar-benar sudah tau siapa orang yang di maksud Victor dengan orang yang katanya dia benci.


" Bukanya lebih baik mendekatkan diri, mencoba untuk meluluhkan hati mereka supaya kau dapat menemui Jelena? "


Victor terdiam membeku untuk beberapa saat memikirkan ucapan Juno barusan. Sial! Selama ini dia hanya berpikir bagaimana cara melawan tanpa pernah memikirkan bagaimana caranya untuk melangkah dengan cara yang lain.


Victor mengeraskan rahangnya, sepertinya apa yang di katakan Juno memang benar, tapi Victor sama sekali tidak pernah bersikap baik demi mendapatkan hati seseorang. Eh, tunggu!


" Kau bilang apa? Siapa yang mau mendapatkan hati siapa? Aku hanya ingin mengambil wanita itu, menahannya sampai anak itu lahir, setelah itu terserah dia mau pergi kemana! " Ucap Victor menyembunyikan dan masih mengelak maksud hati yang sebenarnya.


Juno menghela nafasnya, dia seperti bisa melihat betapa keras usaha Victor untuk menyembunyikan perasannya, tapi yang tidak Victor ketahui adalah, semakin dia mencoba untuk mengelak dan menutupi, maka akan semakin besar perasaan itu hingga suatu hari nanti akan menjadi bom atom yang menghancurkan dirinya sendiri. Tapi ya mau bagaimana lagi? Selama ini Victor hanya tahu di cintai, dan memanfaatkan wanita yang mencintai dirinya.

__ADS_1


" Jadi, bukankah lebih baik biarkan saja dia tetap berada di kediaman orang tuanya? Kau masih bisa menunggu bayi itu lahir nanti kan? "


Victor menatap Juno dengan tatapan kesal.


" Kalau anak itu benar anakku, bukankah pada akhirnya mereka yang akan memiliki anak itu?! "


Juno mengangguk tengkuknya yang tak gatal. Sebenarnya Victor ini sudah seperti menjelaskan apa yang sebenarnya dia rasakan, tapi Juno mana berani menyampaikan apa yang dia rasakan itu?


" Bukankah kalau kau membawa dia pergi, kau juga tidak akan bisa menghindari keluarga Jelena? Jangan lupa, adik kandung dari Ayahnya Jelena adalah seorang pengacara hebat loh. " Ujar Juno yang langsung mendapatkan sorotan tajam dari Victor.


" Jadi, kau meragukan kerja pengacara dan sekretaris handal keluargaku? "


Juno membuang nafanya, tenang, tenang, dia benar-benar tidak akan bisa dengan mudah menang dari Victor, jadi lebih baik mengalah saja, biarkan saja Victor melakukan apa yang ingin dia lakukan selama itu membuatnya puas.


" Bagiamana dengan pria brengsek yang namanya Ken itu? "

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2