Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 21 : Sikap Cuek Yang Meresahkan


__ADS_3

Jelena ingin bangkit untuk mengambil sarapannya, tapi Victor memanggil Popi dan meminta Popi menyiapkan makanan untuk Jelena. Tentu saja Jelena bingung, kenapa Victor memperlakukannya seperti ini? Tapi mengingat bagaimana kenyataan Victor yang meminta orang tua Jelena untuk memaksa Jelena menggugurkan kandungan, sepertinya Jelena menganggap kalau Victor pasti sedang mencoba untuk mengambil hatinya, lalu bertindak diam-diam untuk membunuh bayinya. Jelena hanya bisa menatap makanan itu tanpa keinginan untuk menyentuhnya sedikitpun. Dia takut, benar-benar takut kalau tenyata ada racun di makanan yang di hidangkan padanya.


" Kenapa kau diam saja? " Tanya Victor.


Jelena terdiam sebentar, lalu menggeleng kepala karena dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Victor.


" Mungkin dia takut kita meracuninya, sayang. " Ucap Katherine lalu tersenyum licik.


Jelena menghela nafasnya, bukankah Katherine sudah cukup membuktikan bahwa dia memang memiliki niat seperti itu? Cara berpikir yang licik, jahat, dan culas tentu saja adalah milik Katherine. Meskipun tidak ingin membalas ucapannya, tapi Jelena hanya tersenyum dengan tatapan dingin yang cukup untuk membuat Katherine merasa


tersinggung tentunya.


" Apa maksud senyum mu barusan? Kau sedang menghina ku? " Tanya Katherine, dia terlihat kesal, juga tersinggung oleh ekspresi Jelena yang cukup lancang menurutnya. Bukankah di sana ada Victor jadi Jelena perlu untuk menjaga sikapnya? Kenapa Victor terlihat menahan diri dan Jelena terlihat tidak perduli dengan sikap yang tidak sopan itu?


Jelena tak berniat menjawab, terserah bagaimana Victor akan menegurnya, memarahinya nanti, tapi sungguh Jelena benar-benar tidak ingin memperdulikan itu lagi. Meskipun dia menjawab dengan sopan bukankah akan tetap sama saja Katherine akan marah dan terus ingin memusuhinya? Jadi kenapa dia harus diam patuh seperti biasa kalau nyatanya dia justru akan semakin di injak seperti manusia tanpa harga diri?

__ADS_1


" Berhentilah untuk bicara terus menerus, makan saja sarapan kalian. "


Jelena masih tak ingin bicara, dan dia juga masih tidak ingin memakan makanan yang di siapkan untuknya karena takut jika saja nanti makanan itu akan membuat bayinya dalam bahaya. Melihat Jelena yang masih belum ingin memakan makanannya, Victor jadi kesal, dia membuang nafasnya, merah piring makanan milik Jelena dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Setelah itu Victor mengunyah makanan itu dan menelannya.


" Makanan ini tidak ada racunnya, kau lihat sendiri aku bisa menelan makanan ini tanpa ragu kan? Aku juga tidak merasakan apapun jadi jangan berpikir terlalu jauh. "


Jelena terdiam sebentar, dia benar-benar memperhatikan apakah ucapan Victor benar atau tidak, saat dia sudah merasa cukup yakin baru lah dia bergerak untuk memulai sarapan.


" Kau tidak mengambil photo seperti biasanya? "


Katherine dan Jelena kembali menjadi bingung dan kaget. Sementara Victor, pria itu benar-benar menyesali apa yang baru saja dia katakan. Bukankah orang lain akan berpikir kalau dia yang meminta Jelena untuk mengambil photo mereka? Tapi juga akan aneh jika mereka menjadi kaku seperti sekarang padahal beberapa hari lalu Jelena terlihat sedikit berani, mengancam dengan kata-kata yang sopan.


" Singkirkan celemek yang kau gunakan itu, aku tidak bisa makan kalau dekat benda kotor. " Ujar Victor yang sebenarnya ingin di lain hari Jelena tidak menggunakan celemek lagi ketika mereka sedang mengambil photo.


Jelena menghentikan niatnya yang ingin menyuapkan makanan ke mulutnya sebentar. Tidak ingin mengikuti apa yang di katakan Victor, Jelena justru dengan segera menggeser bangku yang dia duduki agar menjauh dari Victor. Tentu saja apa yang di lakukan Jelena membuat Victor mengeryit dan kesal. Padahal dia tidak berniat meminta Jelena menjauh hanya berharap Jelena menjauhkan celemek yang dia gunakan dan bisa makan dengan nyaman, bukankah kalau tidak ada celemek resiko untuk debu masuk ke makanannya bisa sedikit di cegah? Hah! Gila sekali rasanya menahan kesal dan dia hanya bisa memendam tanpa bisa melampiaskan apa yang ingin dia lakukan dan apa yang ingin dia katakan.

__ADS_1


Katherine terdiam dengan wajah yang begitu kesal. Tentu saja dia tidak terima dengan perhatian yang begitu jelas di tunjukan oleh Victor kepada Jelena. Padahal dia sudah berada di sana cukup lama, tapi Victor justru terus memperhatikan Jelena. Benar, wajah Victor memang terlihat dingin, seolah dia tidak perduli, tapi cara dia bicara sudah cukup jelas bahwa dia perduli dengan Jelena dan bayinya.


Meski Jelena terlihat cuek, tapi Katherine juga tidak bisa membiarkan hal itu berlangsung lama. Kemungkinan yang dia pikir tidak mungkin pasti akan terjadi jika seperti ini bukan? Victor tidak boleh terus melihat Jelena dengan cara seperti ini, Victor tidak boleh terus memperhatikan Jelena. Mulai hari ini sepertinya Katherine harus lebih cerdik mencari cara untuk menyingkirkan Jelena dan bayi yang ada di perutnya.


" Aku sudah selesai, kalau begitu saya duluan untuk melanjutkan pekerjaan. " Ucap Jelena setelah makanan yang dia ambilkan Popi sudah habis, dan hanya tinggal ke dapur untuk membuat susu hamil, lalu tiga puluh menit setelah itu dia bisa minum vitamin.


Victor tak menjawab, begitu juga dengan Katherine.


Sebenarnya Victor malas menelan sarapannya, padahal hanya sepotong sandwich dan jus dari sayuran. Bukan karena menu sarapannya, tapi karena sikap Jelena yang membuat Victor merasa tidak di minati oleh wanita yang kini mengandung anaknya.


" Sayang, aku ini aku ada ambil waktu untuk istirahat sampai subuh pukul empat nanti. Bagaimana kalau hari ini kita menghabiskan waktu untuk bersama? " Ajak Katherine dengan wajah manjanya. Dia tidak ingin Victor terus melihat ke arah Jelena yang mulai menjauh dari mereka.


Victor menghela nafasnya.


" Sayang sekali aku banyak kegiatan hari ini. Syuting layar lebar sudah di mulai, aku mungkin juga tidak pulang sampai jam sarapan besok. Kalau tidak cepat selesai, mungkin aku juga tidak akan pulang dua hari nanti. "

__ADS_1


Katherine langsung tak bisa bicara lagi. Sebenarnya bisa di bilang mereka benar-benar kesulitan menghabiskan waktu karena kesibukan mereka masing-masing, tapi kalau seperti ini terus bisa-bisa Victor melirik wanita lain, atau bisa melirik Jelena yah jelas ada di rumah dua puluh empat jam bukan?


Bersambung.


__ADS_2